Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase rumah tangga dengan sumber penerangan listrik di Provinsi Papua Barat Daya pada tahun 2025 mencapai 98,56 persen. Pada tahun sebelumnya 2024, nilai indikator ini tercatat sebesar 98,05 persen, sehingga terjadi kenaikan sebesar 0,51 persen sepanjang satu tahun terakhir dengan laju pertumbuhan resmi sebesar 0,52 persen. Sepanjang periode data yang tercatat, posisi peringkat Papua Barat Daya di lingkup Pulau Papua tetap konsisten menempati urutan pertama selama dua tahun berturut-turut, sementara peringkat nasional berpindah dari urutan 31 menjadi urutan 32 pada tahun 2025.
(Baca: Persentase Pengangguran 2025 di Kabupaten Aceh Tengah 4,03%)
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tren nilai indikator ini selama periode pengamatan menunjukkan pergerakan stagnan dengan kenaikan sedikit antar tahun. Nilai tertinggi sepanjang periode tercatat pada tahun 2025, sementara nilai terendah tercatat pada tahun 2024. Rata-rata nilai indikator selama dua periode pengamatan adalah 98,305 persen, dimana nilai tahun 2025 berada di atas rata-rata periode tersebut. Data tidak menunjukkan anomali penurunan selama periode pengamatan, seluruh perubahan nilai menunjukkan arah kenaikan.
Untuk lingkup Pulau Papua, Papua Barat Daya menempati posisi pertama pada tahun 2025, mengungguli dua provinsi lain di pulau yang sama yaitu Provinsi Papua dengan nilai 96,65 persen dan Provinsi Papua Barat dengan nilai 96,59 persen. Secara nasional, Papua Barat Daya menempati urutan 32, berada di atas Sulawesi Tengah yang berada di peringkat 31, namun berada dibawah Maluku yang menempati peringkat 30 dari seluruh provinsi di Indonesia.
Kalimantan Barat
Kalimantan Barat mencatat persentase rumah tangga penerangan listrik sebesar 99,16 persen pada tahun 2025, menempati urutan 29 secara nasional dan urutan kelima di wilayah Pulau Kalimantan. Wilayah ini mengalami kenaikan sedikit sebesar 0,08 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan laju pertumbuhan tahunan sebesar 0,08 persen. Nilai ini menjadi yang tertinggi dibandingkan seluruh wilayah yang dibandingkan dalam set data, menunjukkan cakupan penerangan listrik rumah tangga yang paling luas diantara kelompok wilayah ini.
Maluku
Maluku mencatat nilai indikator penerangan listrik rumah tangga sebesar 98,74 persen pada tahun tercatat, menempati peringkat 30 secara nasional dan urutan kedua di wilayah Pulau Maluku. Wilayah ini mengalami kenaikan sebesar 1,49 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi laju kenaikan tertinggi diantara seluruh wilayah yang dibandingkan dengan pertumbuhan tahunan resmi mencapai 1,53 persen. Nilai ini berada di atas Papua Barat Daya secara nasional, hanya terpaut 0,18 persen dari nilai provinsi tersebut.
(Baca: 10 Provinsi dengan Harga Beras Kualitas Medium II Paling Mahal (Jumat, 5 Juni 2026))
Sulawesi Tengah
Sulawesi Tengah tercatat memiliki persentase penerangan listrik rumah tangga sebesar 98,7 persen pada tahun 2025, menempati urutan 31 secara nasional dan urutan keenam di wilayah Pulau Sulawesi. Wilayah ini menjadi satu-satunya daerah yang mengalami penurunan nilai indikator pada periode terakhir, dengan penurunan sebesar 0,57 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan laju penurunan yang sama. Nilai ini hanya terpaut 0,14 persen dibawah nilai Maluku, namun masih berada 0,14 persen di atas nilai Papua Barat Daya pada periode yang sama.
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Timur mencatat persentase rumah tangga dengan akses listrik sebesar 98,06 persen pada tahun 2025, menempati urutan 33 secara nasional dan urutan ketiga di wilayah Nusa Tenggara dan Bali. Wilayah ini mengalami kenaikan sebesar 1,24 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan laju pertumbuhan tahunan 1,28 persen. Nilai ini berada 0,5 persen dibawah catatan Papua Barat Daya, menjadikan provinsi ini berada satu peringkat dibawah Papua Barat Daya secara nasional.
Papua
Provinsi Papua mencatat nilai persentase akses penerangan listrik rumah tangga sebesar 96,65 persen pada tahun 2025, menempati urutan 34 secara nasional dan urutan kedua di wilayah Pulau Papua. Wilayah ini mengalami kenaikan sebesar 0,59 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan laju pertumbuhan tahunan 0,61 persen. Nilai ini berada 1,91 persen dibawah catatan Papua Barat Daya, menjadikan Papua Barat Daya tetap memegang posisi teratas cakupan listrik rumah tangga di seluruh pulau.
Papua Barat
Papua Barat mencatat persentase rumah tangga dengan akses penerangan listrik sebesar 96,59 persen pada tahun 2025, menempati urutan 35 secara nasional dan urutan ketiga di wilayah Pulau Papua. Wilayah ini mengalami kenaikan sedikit sebesar 0,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan laju pertumbuhan tahunan sebesar 0,3 persen. Nilai ini menjadi yang terendah diantara seluruh wilayah yang tercatat, terpaut 1,97 persen dari nilai Papua Barat Daya pada periode yang sama.