Besar pengeluaran untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp119.875 per kapita/bulan.
Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas, menunjukkan adanya pertumbuhan sebesar 3% dibandingkan tahun sebelumnya.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Riau 2015 - 2024)
Secara historis, besar pengeluaran untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan mengalami fluktuasi. Pada tahun 2018, pengeluaran tercatat sebesar Rp98.703. Sempat sedikit turun menjadi Rp91.680 pada tahun 2020, kemudian naik signifikan menjadi Rp121.439 pada tahun 2021. Setelah itu, terjadi sedikit penurunan pada tahun 2022 dan 2023, sebelum akhirnya kembali naik pada tahun 2024.
Pengeluaran untuk rokok dan tembakau ini merupakan bagian dari pengeluaran masyarakat secara keseluruhan. Pada tahun 2024, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang dan jasa mencapai Rp217.653. Jika dibandingkan, pengeluaran untuk rokok dan tembakau mencapai sekitar 55% dari total pengeluaran tersebut. Ini menunjukkan bahwa rokok dan tembakau memiliki kontribusi yang signifikan terhadap pengeluaran masyarakat di Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan.
Di tingkat provinsi, Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan menempati urutan ke-14 dalam hal besar pengeluaran untuk rokok dan tembakau. Sementara itu, secara nasional, kabupaten ini berada di peringkat 339. Kabupaten Luwu Timur menjadi wilayah dengan pengeluaran tertinggi di Sulawesi Selatan, diikuti oleh Kabupaten Sidenreng Rappang dan Kota Palopo.
(Baca: Produksi Cengkeh Periode 2015-2023)
Jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Sulawesi Selatan, Kabupaten Luwu Timur memiliki nilai pengeluaran rokok dan tembakau tahun 2024 tertinggi, yakni Rp169.886, dengan pertumbuhan 11.8% dibandingkan tahun sebelumnya. Kabupaten Sidenreng Rappang berada di urutan kedua dengan pengeluaran Rp158.046, namun mengalami penurunan -1.4%. Kota Palopo mencatatkan pertumbuhan tertinggi kedua setelah Luwu Timur, yaitu 19.2%, dengan nilai pengeluaran Rp154.709 dan menduduki peringkat ketiga. Kabupaten Pinrang justru mengalami penurunan signifikan turun 19%, dengan nilai pengeluaran Rp118.230.
Pengeluaran tertinggi untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan terjadi pada tahun 2021, dengan nilai Rp121.439. Sementara itu, pengeluaran terendah terjadi pada tahun 2020, yaitu Rp91.680. Kenaikan signifikan pada tahun 2021 menjadi anomali jika dibandingkan dengan tren pengeluaran pada tahun-tahun sebelumnya.
Kota Makassar
Kota Makassar mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp1.012.020 pada tahun 2024, meningkat 8.9% dibandingkan tahun sebelumnya. Kota ini menduduki peringkat pertama di Sulawesi Selatan. Pengeluaran untuk makanan juga mengalami kenaikan sebesar 5.7%, mencapai Rp791.682. Total pengeluaran makanan dan bukan makanan mencapai Rp1.803.702, meskipun mengalami penurunan turun 3.6%.
Kota Parepare
Kota Parepare mencatatkan pertumbuhan tertinggi dalam pengeluaran bukan makanan di Sulawesi Selatan, yaitu 28.5%, dengan nilai Rp914.616. Pengeluaran untuk makanan sedikit naik sebesar 5.2% menjadi Rp621.292. Total pengeluaran makanan dan bukan makanan mencapai Rp1.535.908, menunjukkan penurunan -11.2%. Kota ini berada di peringkat kedua dalam rata-rata pengeluaran bukan makanan dan peringkat ketiga dalam total pengeluaran makanan dan bukan makanan di Sulawesi Selatan.
Kota Palopo
Kota Palopo mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp822.375 pada tahun 2024, meningkat 21.3% dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 24.2% menjadi Rp760.855. Meskipun demikian, total pengeluaran makanan dan bukan makanan mengalami penurunan -9%, mencapai Rp1.583.231. Kota ini menduduki peringkat ketiga dalam rata-rata pengeluaran bukan makanan dan peringkat kedua dalam total pengeluaran makanan dan bukan makanan di Sulawesi Selatan.
Kabupaten Sidenreng Rappang
Kabupaten Sidenreng Rappang mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp699.112 pada tahun 2024, meningkat signifikan 29.3% dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan juga mengalami kenaikan 28% menjadi Rp724.856. Total pengeluaran makanan dan bukan makanan mencapai Rp1.423.968, naik 2.9%. Kabupaten ini menempati peringkat kelima dalam rata-rata pengeluaran bukan makanan dan peringkat keempat dalam total pengeluaran makanan dan bukan makanan di Sulawesi Selatan.