Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita untuk sabun mandi di Kota Langsa sepanjang tahun 2024 mencapai 65569 rupiah per bulan. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 10,9 persen dibandingkan tahun 2023 yang hanya tercatat 59103 rupiah per kapita per bulan. Sepanjang periode 2018 sampai 2024, pengeluaran terendah untuk barang ini terjadi pada tahun 2019 dengan nilai 48227 rupiah, sedangkan pengeluaran tertinggi tercatat pada tahun 2024 ini.
(Baca: Persentase Pengangguran 2025 di Kabupaten Manokwari 5,65%)
Nilai pengeluaran sabun mandi di Kota Langsa tahun 2024 menyumbang sekitar 23,2 persen dari total pengeluaran per kapita untuk kategori perawatan, 148,8 persen dari pengeluaran kecantikan, serta 27,7 persen dari pengeluaran rokok dan tembakau masyarakat setempat. Jika dibandingkan total pengeluaran aneka barang dan jasa, biaya sabun mandi menempati porsi sebesar 23,3 persen setiap bulannya bagi setiap penduduk kota ini.
Sepanjang tujuh tahun data yang tercatat, pengeluaran sabun mandi di Kota Langsa mengalami penurunan sebanyak dua kali yaitu pada tahun 2019 dan tahun 2023. Pada tahun 2019 penurunan terjadi sebesar 15,8 persen dari tahun sebelumnya, sedangkan pada tahun 2023 penurunan sedikit terjadi sebesar 8 persen. Selain kedua periode tersebut, pengeluaran untuk kebutuhan ini selalu mengalami kenaikan setiap tahunnya.
Berdasarkan ranking seprovinsi Aceh, Kota Langsa menempati urutan ke 9 dari 23 kabupaten dan kota yang ada untuk kategori pengeluaran sabun mandi tahun 2024. Urutan ini masih sama dibandingkan posisi tahun sebelumnya. Di atas Kota Langsa secara berurutan terdapat Kota Sabang, Kota Banda Aceh, Kabupaten Bener Meriah, Kabupaten Nagan Raya, Kota Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Aceh Besar dan Kabupaten Simeulue.
Perbandingan Pengeluaran Antar Wilayah Aceh
Badan Pusat Statistik mencatat lima wilayah dengan pengeluaran sabun mandi tertinggi di Aceh tahun 2024 diisi oleh Kota Sabang dengan 114991 rupiah, Kota Banda Aceh 100106 rupiah, Kabupaten Bener Meriah 91819 rupiah, Kabupaten Nagan Raya 91431 rupiah dan Kota Lhokseumawe 90514 rupiah. Dari kelima wilayah ini, pertumbuhan tertinggi terjadi di Kota Lhokseumawe sebesar 30,5 persen, sedangkan pertumbuhan terendah terjadi di Kabupaten Nagan Raya yang hanya naik 1,7 persen dari tahun sebelumnya.
(Baca: Harga Emas Hari Ini Rabu, 17 Juni 2026: Naik Rp4.000 ke Rp2.733.000 per Gram)
Pengeluaran Non Makanan Masyarakat
Badan Pusat Statistik mencatat untuk kategori pengeluaran bukan makanan secara keseluruhan, Kota Langsa menempati urutan ke 9 dari seluruh wilayah di Provinsi Aceh tahun 2024. Nilai pengeluaran bukan makanan per kapita di kota ini mencapai 576282 rupiah per bulan, mengalami kenaikan sebesar 16,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Posisi ranking ini masih sama seperti posisi tahun lalu, tidak mengalami pergeseran baik naik maupun turun.
Pengeluaran Total Masyarakat
Badan Pusat Statistik mencatat total pengeluaran per kapita bulanan gabungan makanan dan bukan makanan di Kota Langsa tahun 2024 tercatat sebesar 1305383 rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sedikit sebesar 0,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini membuat posisi ranking Kota Langsa untuk kategori ini tetap di urutan ke 10 seprovinsi Aceh, tidak berubah dari posisi tahun 2023.
Pengeluaran Kategori Makanan
Badan Pusat Statistik mencatat khusus untuk kategori pengeluaran makanan, Kota Langsa menempati urutan ke 10 seprovinsi Aceh dengan nilai pengeluaran per kapita sebesar 729101 rupiah per bulan tahun 2024. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 20,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi salah satu pertumbuhan pengeluaran makanan tertinggi diantara seluruh wilayah di Provinsi Aceh pada periode yang sama.