Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Sumbawa pada tahun 2024 mencapai 210208 rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 11,5 persen dibandingkan tahun 2023 yang sebelumnya mencatatkan angka 237574 rupiah. Penurunan ini menjadi catatan terbesar sepanjang periode data pengamatan mulai tahun 2018 hingga 2024 untuk wilayah tersebut.
(Baca: Biaya Kesehatan di Jakarta Bulan Juni Naik 0,18%)
Selama tujuh tahun periode pengamatan, pengeluaran kategori ini sebelumnya terus mengalami kenaikan setiap tahun. Pada tahun 2018 tercatat 173901 rupiah, lalu sedikit naik pada 2019, naik 8,1 persen pada 2020, naik 7,6 persen pada 2021, sedikit naik pada 2022, dan mencapai pengeluaran tertinggi pada tahun 2023. Hanya pada tahun 2024 terjadi penurunan setelah enam tahun berturut-turut terjadi kenaikan nilai pengeluaran.
Untuk posisi perbandingan se-provinsi Nusa Tenggara Barat, Kabupaten Sumbawa berada di peringkat 6 dari 10 kabupaten dan kota pada tahun 2024. Peringkat ini tidak berubah dibandingkan posisi tahun sebelumnya. Di atas Kabupaten Sumbawa berturut-turut adalah Kota Mataram, Kabupaten Sumbawa Barat, Kota Bima, Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Timur. Secara nasional wilayah ini menempati peringkat 202 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia.
Dari total pengeluaran per kapita masyarakat Kabupaten Sumbawa pada tahun 2024 yang mencapai 1521305 rupiah per bulan, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi menyumbang sekitar 13,8 persen dari seluruh pengeluaran rumah tangga. Nilai ini lebih kecil dibandingkan pengeluaran untuk rokok dan tembakau yang mencapai 129366 rupiah per kapita per bulan, juga lebih kecil dibandingkan pengeluaran untuk sabun mandi sebesar 62063 rupiah.
Kota Mataram
(Baca: Persentase Pengangguran 2025 di Kabupaten Klaten 3,88 Persen)
Kota Mataram tetap menempati peringkat pertama seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat untuk kategori pengeluaran makanan dan minuman jadi dengan nilai 330783 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2024. Meskipun menempati urutan teratas, wilayah ini juga mencatatkan penurunan sebesar 7,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total pengeluaran keseluruhan masyarakat di kota ini mencapai 2121897 rupiah per kapita per bulan, atau hampir 40 persen lebih tinggi dibandingkan nilai total pengeluaran masyarakat Kabupaten Sumbawa.
Kabupaten Sumbawa Barat
Kabupaten Sumbawa Barat mencatatkan pertumbuhan pengeluaran makanan dan minuman jadi sebesar 11,9 persen pada tahun 2024, menjadi pertumbuhan tertinggi di antara seluruh wilayah di provinsi ini. Nilai pengeluaran kategori ini di wilayah tersebut mencapai 312644 rupiah per kapita per bulan, menempati peringkat kedua provinsi. Total pengeluaran keseluruhan masyarakat wilayah ini bahkan hampir menyamai nilai Kota Mataram dengan angka 2103632 rupiah per kapita per bulan.
Kota Bima
Kota Bima mencatatkan kenaikan pengeluaran makanan dan minuman jadi sebesar 23,6 persen pada tahun 2024, menjadi peningkatan paling besar di seluruh Nusa Tenggara Barat untuk kategori ini. Nilai pengeluaran per kapita per bulan di kota ini mencapai 284385 rupiah dan menempati peringkat ketiga provinsi. Untuk total pengeluaran seluruh kategori, Kota Bima berada di urutan ketiga dengan nilai 1745222 rupiah per kapita setiap bulannya.
Kabupaten Lombok Timur
Kabupaten Lombok Timur mencatatkan penurunan pengeluaran makanan dan minuman jadi sebesar 8,5 persen pada tahun 2024, dengan nilai akhir mencapai 225294 rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini menempati peringkat kelima provinsi, satu tingkat di atas Kabupaten Sumbawa. Untuk total pengeluaran seluruh kategori, Kabupaten Lombok Timur tercatat sebesar 1305158 rupiah per kapita per bulan, atau sekitar 14 persen lebih rendah dibandingkan total pengeluaran masyarakat Kabupaten Sumbawa.