Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Aceh Besar pada 2024 sebesar 13,21%, sedikit turun dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 13,38%. Dengan jumlah penduduk miskin mencapai 58.980 jiwa dari total penduduk 439.048 jiwa, Kabupaten Aceh Besar menduduki peringkat 140 secara nasional dalam hal persentase kemiskinan.
Perkembangan kemiskinan di Aceh Besar menunjukkan sedikit penurunan. Dibandingkan dengan kabupaten lain di Aceh, Aceh Besar berada di sekitar peringkat tengah dalam hal persentase penduduk miskin. Pertumbuhan penduduk di Aceh Besar sebesar 1,52% lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan jumlah penduduk miskin 0,07%.
(Baca: 4,48% Penduduk di Kabupaten Serang Masuk Kategori Miskin)
Secara historis, persentase kemiskinan tertinggi di Aceh Besar terjadi pada tahun 2004, yaitu 29,89%. Angka terendah terjadi pada tahun 2024 sebesar 13,21%. Pertumbuhan angka kemiskinan terendah terjadi pada tahun 2007 dengan -6,87%. Urutan persentase kemiskinan di Aceh Besar secara nasional mengalami fluktuasi selama periode 2004-2024, dengan peringkat terbaik ke-66 pada tahun 2004 dan peringkat terburuk ke-150 pada tahun 2020.
Jika dibandingkan dengan kabupaten lain di Aceh yang memiliki persentase kemiskinan berdekatan, seperti Kabupaten Bireuen, Kota Sabang, Kabupaten Aceh Jaya, Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Aceh Tengah, dan Kabupaten Aceh Timur, terlihat variasi dalam jumlah penduduk miskin, persentase kemiskinan, jumlah penduduk, garis kemiskinan, dan pendapatan per kapita. Variasi ini mengindikasikan tantangan kemiskinan yang berbeda di setiap wilayah.
Kabupaten Bireuen
Kabupaten Bireuen memiliki persentase kemiskinan 12,10%, menduduki peringkat 163 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di Bireuen mencapai 59.930 jiwa, lebih banyak dari Aceh Besar, dari total penduduk 462.836 jiwa. Garis kemiskinan di Bireuen adalah Rp 494.866,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 40,03 juta per tahun, dengan pertumbuhan 6,57%.
Kota Sabang
Dengan persentase kemiskinan tertinggi di antara wilayah pembanding yaitu 14,58%, Kota Sabang menduduki peringkat 105 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di Sabang relatif kecil, hanya 5.170 jiwa, dari total penduduk 42.717 jiwa. Garis kemiskinan di Sabang tergolong tinggi, yaitu Rp 725.956,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita Sabang mencapai Rp 42,81 juta per tahun, dengan penurunan pertumbuhan -1,56%.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Periode 2005 - 2024)
Kabupaten Aceh Jaya
Persentase kemiskinan di Kabupaten Aceh Jaya adalah 12,25%, menduduki peringkat 159 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 12.240 jiwa. Garis kemiskinan adalah Rp 536.092,00 per kapita per bulan dan pendapatan per kapita mencapai Rp 36,35 juta per tahun dengan pertumbuhan 2,38%. Jumlah penduduk mencapai 100.674 jiwa.
Kabupaten Aceh Tamiang
Kabupaten Aceh Tamiang mencatatkan persentase kemiskinan 12,17% dan berada di peringkat 161 secara nasional. Terdapat 37.760 jiwa penduduk miskin dari total populasi 310.483 jiwa. Garis kemiskinan di kabupaten ini tercatat Rp 583.294,00 per kapita per bulan dan pendapatan per kapita mencapai Rp 37,34 juta per tahun, dengan pertumbuhan 1,50%.
Kabupaten Aceh Tengah
Kabupaten Aceh Tengah memiliki persentase kemiskinan 14,27% menempati urutan 112 secara nasional. Terdapat 31.850 jiwa penduduk miskin, sementara total penduduknya adalah 230.771 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini mencapai Rp 626.090,00 per kapita per bulan dengan pendapatan per kapita sebesar Rp 47,28 juta per tahun.
Kabupaten Aceh Timur
Kabupaten Aceh Timur memiliki persentase kemiskinan 13,26% menempati urutan 138 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di kabupaten ini mencapai 60.860 jiwa dari total 454.723 jiwa penduduk. Garis kemiskinan tercatat Rp 557.943,00 per kapita per bulan dengan pendapatan per kapita mencapai Rp 33,66 juta per tahun.