Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur pada tahun 2024 sebesar 9,75%, sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 9,99%. Jumlah penduduk miskin tercatat 68.740 jiwa dari total 690.282 jiwa penduduk.
Dalam kurun waktu 2005-2024, persentase kemiskinan tertinggi di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur terjadi pada tahun 2005 sebesar 18,38%, sedangkan terendah pada tahun 2012 sebesar 8,98%. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2013 sebesar 14,48%, sementara pertumbuhan terendah terjadi pada tahun 2006 turun 0,65%.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Tebing Tinggi Periode 2004 - 2024)
Secara nasional, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur berada pada urutan ke-246 dalam hal persentase kemiskinan. Urutan ini relatif stabil dalam tiga tahun terakhir (2022-2024). Dibandingkan rata-rata 3 tahun terakhir, persentase kemiskinan saat ini sedikit lebih rendah. Dibandingkan rata-rata 5 tahun terakhir, persentase kemiskinan saat ini sedikit lebih rendah.
Di Sumatera Selatan, persentase kemiskinan di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur berdekatan dengan Kabupaten Banyuasin (9,31%), Kabupaten Muara Enim (9,79%), Kota Pagar Alam (8,18%), Kota Palembang (9,77%) dan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (9,82%).
Kabupaten Banyuasin
Kabupaten Banyuasin memiliki persentase kemiskinan 9,31% dengan jumlah penduduk miskin mencapai 84.360 jiwa, lebih banyak dibandingkan Ogan Komering Ulu Timur. Jumlah penduduknya mencapai 866.909 jiwa. Garis kemiskinan di Banyuasin tercatat Rp539,28 ribu per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat Banyuasin mencapai Rp44,73 juta per tahun, dengan pertumbuhan 3,91%. Secara nasional, persentase kemiskinan Banyuasin berada di peringkat 259. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin mengalami penurunan 1,77%.
(Baca: 23,27% Penduduk di Kabupaten Lembata Masuk Kategori Miskin)
Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir
Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mencatatkan persentase kemiskinan sebesar 9,82% dan menduduki peringkat 243 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di PALI mencapai 19.790 jiwa dari total populasi 212.220 jiwa. Garis kemiskinan di kabupaten ini adalah Rp503,82 ribu per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp45,70 juta per tahun, dengan pertumbuhan sebesar 6,23%. Walaupun persentase kemiskinan lebih tinggi sedikit dibanding Ogan Komering Ulu Timur, namun pertumbuhan jumlah penduduk miskin mengalami penurunan tajam 8,89%.
Kabupaten Muara Enim
Dengan persentase kemiskinan 9,79%, Kabupaten Muara Enim berada di urutan ke-244 secara nasional. Jumlah penduduk miskin tercatat 66.420 jiwa. Kabupaten ini memiliki populasi sebesar 645.250 jiwa. Garis kemiskinan di Muara Enim adalah Rp491,10 ribu per kapita per bulan. Pendapatan per kapita di Muara Enim lebih tinggi dibandingkan Ogan Komering Ulu Timur, yaitu Rp182,11 juta per tahun, namun mengalami penurunan -2,62%. Jumlah penduduk miskin di Muara Enim juga mengalami penurunan yang signifikan turun 9,31%.
Kota Pagar Alam
Kota Pagar Alam memiliki persentase kemiskinan sebesar 8,18% dengan peringkat 302 secara nasional, menjadi yang terendah di antara wilayah pembanding. Jumlah penduduk miskin di kota ini adalah 11.820 jiwa dari total 151.943 jiwa penduduk. Garis kemiskinan di Pagar Alam tercatat Rp427,01 ribu per kapita per bulan. Pendapatan per kapita Pagar Alam adalah Rp25,54 juta per tahun. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin juga mengalami penurunan 7,15%.
Kota Palembang
Kota Palembang memiliki persentase kemiskinan sebesar 9,77% dan berada di urutan 245 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di Palembang mencapai 173.590 jiwa, jauh lebih tinggi dibandingkan kabupaten lain yang dibandingkan. Kota ini memiliki jumlah penduduk terbesar yaitu 1.781.672 jiwa. Garis kemiskinan di Palembang tercatat Rp660,93 ribu per kapita per bulan, juga tertinggi di antara wilayah pembanding. Pendapatan per kapita di Palembang juga tertinggi, mencapai Rp121,15 juta per tahun.