Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur) tahun 2024 sebesar 9,75 persen, sedikit turun dari tahun sebelumnya yang sebesar 9,99 persen. Jumlah penduduk miskin di kabupaten ini mencapai 68.740 orang, sementara total penduduknya sebanyak 690.282 jiwa. Pertumbuhan persentase kemiskinan mengalami penurunan turun 2,4 persen, dengan peringkat se-Indonesia urutan ke-246 dan urutan ke-70 di Pulau Sumatera.
(Baca: BPS: Jumlah Penduduk Miskin di Nusa Tenggara Timur Turun 5,24%(Data Desember 2025))
Dari data historis kemiskinan periode 2005-2024, persentase kemiskinan OKU Timur mencapai tertinggi pada tahun 2005 sebesar 18,38 persen dan terendah pada tahun 2012 sebesar 8,98 persen. Pertumbuhan persentase kemiskinan terendah terjadi pada tahun 2008 turun 24,39 persen dan tertinggi pada tahun 2013 sebesar 14,48 persen. Angka kemiskinan 2024 lebih rendah dari rata-rata 3 tahun terakhir (10,21 persen) dan rata-rata 5 tahun terakhir (10,30 persen).
Dibandingkan kabupaten/kota tetangga di Sumatera Selatan, persentase kemiskinan OKU Timur sedikit lebih tinggi daripada Kabupaten Banyuasin (9,31 persen) dan Kota Pagar Alam (8,18 persen). Angka ini sedikit lebih rendah daripada Kabupaten Muara Enim (9,79 persen) dan Kota Palembang (9,77 persen), serta lebih rendah daripada Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (9,82 persen).
Kabupaten Banyuasin
Menempati urutan ke-259 se-Indonesia dalam persentase kemiskinan, Kabupaten Banyuasin mencatat angka 9,31 persen tahun 2024 dengan pertumbuhan -2,82 persen. Jumlah penduduk miskinnya 84.360 orang, total penduduk 866.909 jiwa. Garis kemiskinan Rp539,28 ribu per kapita per bulan, pendapatan per kapita Rp44,73 juta per tahun. Pertumbuhan penduduknya 2,7 persen, lebih tinggi dari OKU Timur (1,59 persen).
Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Pesawaran Periode 2009 - 2024)
Urutan ke-243 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, wilayah ini memiliki angka 9,82 persen tahun 2024 dengan pertumbuhan -9,99 persen. Jumlah penduduk miskinnya 19.790 orang, total penduduk 212.220 jiwa. Garis kemiskinan Rp503,82 ribu per kapita per bulan, pendapatan per kapita Rp45,70 juta per tahun. Pertumbuhan penduduknya 2,97 persen, tertinggi di antara wilayah tetangga OKU Timur.
Kabupaten Muara Enim
Menempati urutan ke-244 se-Indonesia, persentase kemiskinan Kabupaten Muara Enim sebesar 9,79 persen tahun 2024 dengan pertumbuhan -10,43 persen. Jumlah penduduk miskinnya 66.420 orang, total penduduk 645.250 jiwa. Garis kemiskinan Rp491,11 ribu per kapita per bulan, pendapatan per kapita Rp182,11 juta per tahun, tertinggi di antara wilayah tetangga.
Kota Pagar Alam
Urutan ke-302 se-Indonesia, persentase kemiskinan Kota Pagar Alam sebesar 8,18 persen tahun 2024 dengan pertumbuhan -7,88 persen. Jumlah penduduk miskinnya 11.820 orang, total penduduk 151.943 jiwa. Garis kemiskinan Rp427,01 ribu per kapita per bulan, pendapatan per kapita Rp25,54 juta per tahun, terendah di antara wilayah tetangga.
Kota Palembang
Menempati urutan ke-245 se-Indonesia, persentase kemiskinan Kota Palembang sebesar 9,77 persen tahun 2024 dengan pertumbuhan -4,4 persen. Jumlah penduduk miskinnya 173.590 orang, total penduduk 1.781.672 jiwa. Garis kemiskinan Rp660,93 ribu per kapita per bulan, tertinggi di antara wilayah tetangga, pendapatan per kapita Rp121,15 juta per tahun.