Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kabupaten Pesawaran tahun 2024, menunjukkan persentase penduduk miskin turun menjadi 11,86%, dengan pertumbuhan turun 7,99% dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin mencapai 55.010 jiwa, turun 7,22% dari tahun 2023, sementara jumlah keseluruhan penduduk naik sedikit menjadi 494.183 jiwa dengan pertumbuhan 1,75%. Kabupaten ini menempati rank ke-45 di pulau Sumatera dan ke-179 se-Indonesia untuk indikator persentase kemiskinan.
(Baca: Statistik Persentase Penduduk Miskin di Kabupaten Alor 2016-2025)
Data historis kemiskinan Kabupaten Pesawaran periode 2009-2024 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi di tahun 2009 sebesar 22,73% dan terendah di tahun 2024 sebesar 11,86%. Pertumbuhan persentase kemiskinan terendah terjadi di tahun 2010 (-9,9%) dan tertinggi di tahun 2021 (2,37%). Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 12,87%, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) adalah 13,30%, sehingga kondisi tahun 2024 lebih baik dari kedua rata-rata tersebut. Rank nasional Kabupaten Pesawaran bergeser dari urutan ke-91 di tahun 2009 ke ke-179 di tahun 2024, menunjukkan peningkatan posisi dalam peringkat kemiskinan se-Indonesia.
Dibandingkan kabupaten lain di Lampung yang memiliki persentase kemiskinan berdekatan, persentase kemiskinan Kabupaten Pesawaran (11,86%) berada di antara Kabupaten Pesisir Barat (12,64%) dan Kabupaten Way Kanan (10,43%). Jumlah penduduk miskin Pesawaran lebih banyak dari Pesisir Barat dan Lampung Barat, tapi lebih sedikit dari Lampung Selatan, Tengah, dan Timur. Pertumbuhan turunnya persentase kemiskinan Pesawaran lebih signifikan dibanding beberapa tetangga seperti Lampung Selatan yang hanya turun sedikit sebesar 0,97%.
Kabupaten Pesisir Barat
Persentase kemiskinan sebesar 12,64% dengan pertumbuhan turun 5,73% dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk mencapai 175.769 jiwa, dengan pertumbuhan naik sedikit sebesar 2,64% dan rank se-Indonesia ke-376. Jumlah penduduk miskin sebesar 20.220 jiwa, menempati rank ke-329 se-Indonesia. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar Rp3,56 juta per tahun, rank ke-376 se-Indonesia dengan pertumbuhan naik 5,45%. Garis kemiskinan sebesar Rp566,04 ribu per kapita per bulan, rank ke-220 se-Indonesia dengan pertumbuhan naik 3,76%.
Kabupaten Lampung Barat
Persentase kemiskinan sebesar 10,68% dengan pertumbuhan turun 3,74% dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk mencapai 312.376 jiwa, dengan pertumbuhan naik sedikit sebesar 0,91% dan rank se-Indonesia ke-249. Jumlah penduduk miskin sebesar 33.430 jiwa, menempati rank ke-222 se-Indonesia. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar Rp3,13 juta per tahun, rank ke-418 se-Indonesia dengan pertumbuhan naik 8,64%. Garis kemiskinan sebesar Rp563,53 ribu per kapita per bulan, rank ke-224 se-Indonesia dengan pertumbuhan naik 6,17%.
(Baca: Harga Bawang Putih di Maluku Utara Rp.71.450 per Kg (Kamis, 5 Maret 2026))
Kabupaten Lampung Selatan
Persentase kemiskinan sebesar 12,57% dengan pertumbuhan turun sedikit sebesar 0,97% dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk mencapai 1.109.649 jiwa, dengan pertumbuhan naik 1,33% dan rank se-Indonesia ke-74. Jumlah penduduk miskin sebesar 132.380 jiwa, menempati rank ke-43 se-Indonesia. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar Rp5,39 juta per tahun, rank ke-235 se-Indonesia dengan pertumbuhan naik 6,35%. Garis kemiskinan sebesar Rp528,23 ribu per kapita per bulan, rank ke-278 se-Indonesia dengan pertumbuhan naik 3,88%.
Kabupaten Lampung Tengah
Persentase kemiskinan sebesar 10,37% dengan pertumbuhan turun 2,05% dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk mencapai 1.385.711 jiwa, dengan pertumbuhan naik sedikit sebesar 0,87% dan rank se-Indonesia ke-46. Jumlah penduduk miskin sebesar 137.410 jiwa, menempati rank ke-40 se-Indonesia. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar Rp6,37 juta per tahun, rank ke-173 se-Indonesia dengan pertumbuhan naik 6,63%. Garis kemiskinan sebesar Rp526,31 ribu per kapita per bulan, rank ke-282 se-Indonesia dengan pertumbuhan naik 4,5%.
Kabupaten Lampung Timur
Persentase kemiskinan sebesar 13,19% dengan pertumbuhan turun 3,75% dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk mencapai 1.118.440 jiwa, dengan pertumbuhan naik sedikit sebesar 0,89% dan rank se-Indonesia ke-70. Jumlah penduduk miskin sebesar 142.700 jiwa, menempati rank ke-36 se-Indonesia. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar Rp4,93 juta per tahun, rank ke-263 se-Indonesia dengan pertumbuhan naik 6,49%. Garis kemiskinan sebesar Rp497,18 ribu per kapita per bulan, rank ke-332 se-Indonesia dengan pertumbuhan naik 6,72%.
Kabupaten Way Kanan
Persentase kemiskinan sebesar 10,43% dengan pertumbuhan turun 4,64% dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk mencapai 493.071 jiwa, dengan pertumbuhan naik sedikit sebesar 1,13% dan rank se-Indonesia ke-157. Jumlah penduduk miskin sebesar 48.880 jiwa, menempati rank ke-158 se-Indonesia. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar Rp3,87 juta per tahun, rank ke-344 se-Indonesia dengan pertumbuhan naik 7,72%. Garis kemiskinan sebesar Rp464,72 ribu per kapita per bulan, rank ke-389 se-Indonesia dengan pertumbuhan naik 7,21%.