PDB

PDB Paritas Daya Beli (PPP) Timor Timur 2015 - 2024

1
Agus Dwi Darmawan 04/03/2026 16:47 WIB
Image Loader
Memuat...
PDB Paritas Daya Beli (PPP) Timor Timur 2015 - 2024
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Data dari International Monetary Fund (IMF) menunjukkan bahwa PDB Paritas Daya Beli (PPP) Timor Timur pada tahun 2024 mencapai 0.3 unit, mengalami kontraksi sebesar 2.88% dibandingkan tahun 2023 (0.31 unit). Tiga tahun terakhir (2022-2024) menunjukkan tren penurunan yang konsisten: dari puncak nilai 0.41 unit di 2022, turun sebesar 24.39% ke 0.31 unit di 2023, lalu turun lagi 3.23% ke 0.3 unit di 2024. Rata-rata PDB PPP tiga tahun terakhir adalah 0.34 unit, yang sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024) sebesar 0.336 unit, menunjukkan kondisi ekonomi periode 2022-2024 lebih baik dibandingkan periode yang lebih panjang.

(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Bahrain 2015 - 2024)

Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Timor Timur terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).

Kenaikan tertinggi dalam 10 tahun terakhir terjadi di 2021, dengan pertumbuhan sebesar 47.74% yang mengembalikan PDB PPP dari titik terendah di 2020 (0.27 unit). Tahun 2020 merupakan anomali karena mengalami kontraksi sebesar 22.45% yang jauh di bawah rata-rata pertumbuhan 10 tahun terakhir (sekitar 2.12%), yang disebabkan oleh dampak pandemi COVID-19 pada sektor ekonomi utama Timor Timur. Kondisi fluktuatif dalam 10 tahun terakhir ditandai dengan perubahan drastis: dari kontraksi ekstrem di 2020, ke pertumbuhan ekstrem di 2021, lalu kembali ke penurunan yang tajam di 2023 dan 2024.

Berdasarkan peringkat regional Asia, posisi Timor Timur tetap berada di peringkat ke-24 selama 10 tahun terakhir (2015-2024), tanpa ada perubahan kenaikan atau penurunan peringkat. Peringkat ini menempatkan Timor Timur di posisi terendah di antara negara-negara Asia yang dianalisis oleh IMF, menunjukkan bahwa ekonomi negara ini masih tertinggal jauh dari negara-negara tetangga dalam hal nilai PDB PPP.

(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Pakistan 2015 - 2024)

Menurut proyeksi IMF, PDB PPP Timor Timur akan mengalami pemulihan yang lambat mulai dari 2025, dengan nilai yang naik menjadi 0.303 unit (pertumbuhan sebesar 1% dibandingkan 2024) dan terus meningkat secara bertahap hingga mencapai 0.315 unit di 2030. Proyeksi ini menunjukkan perbaikan kondisi ekonomi dari kondisi terakhir di 2024, meskipun laju pertumbuhan masih rendah dan tidak akan segera kembali ke level puncak yang dicapai di 2022.

Dibandingkan dengan negara lain di Asia, Timor Timur memiliki pertumbuhan PDB PPP terburuk dalam tiga tahun terakhir (-2.88% di 2024), yang lebih buruk dibandingkan Makau yang memiliki pertumbuhan terburuk kedua (-2.01% dalam periode yang sama). Peringkat Timor Timur di Asia tetap terendah dibandingkan negara-negara yang dianalisis, menunjukkan bahwa ekonomi negara ini masih menghadapi tantangan besar untuk meningkatkan pertumbuhan dan nilai PDB PPP ke level yang lebih tinggi.

Data Populer

Loading...