Pengeluaran untuk kecantikan di Kabupaten Lumajang pada 2024 tercatat sebesar Rp25.409 per kapita per bulan. Angka ini mengalami penurunan sebesar 12,4% dibandingkan tahun sebelumnya, informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.
Jika dibandingkan dengan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang dan jasa yaitu Rp255.304, pengeluaran untuk kecantikan hanya menyumbang sekitar 10%. Proporsi ini sedikit lebih besar dibandingkan dengan pengeluaran untuk perawatan yang tercatat sebesar Rp44.451 per kapita per bulan.
(Baca: Produksi Telur Itik/Itik Manila Periode 2013-2024)
Secara historis, pengeluaran untuk kecantikan di Kabupaten Lumajang mengalami fluktuasi. Sempat mengalami penurunan pada 2019, kemudian tumbuh positif hingga mencapai pengeluaran tertinggi pada 2023 sebesar Rp29.016 per kapita per bulan. Namun, pada 2024 kembali mengalami penurunan.
Masyarakat Kabupaten Lumajang pada 2024 secara umum memiliki rata-rata pengeluaran yang cukup besar untuk makanan jadi yaitu Rp229.488, rokok dan tembakau Rp93.194, serta sabun mandi Rp65.242 per kapita per bulan. Dibandingkan lima tahun terakhir, pengeluaran masyarakat masih mengalami pertumbuhan.
Kabupaten Lumajang menempati urutan ke-33 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur dalam hal pengeluaran untuk kecantikan pada 2024. Peringkat ini menempatkan Kabupaten Lumajang pada urutan ke-380 secara nasional.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pengeluaran untuk kecantikan di Kota Surabaya sebagai yang tertinggi di Jawa Timur yaitu Rp82.861, diikuti Kota Batu Rp74.071, dan Kota Probolinggo Rp73.520. Pertumbuhan tertinggi pengeluaran kecantikan dibandingkan tahun sebelumnya dialami oleh Kota Surabaya sebesar 37,3%. Kabupaten Lumajang berada di bawah Kabupaten Probolinggo yang mengalami penurunan 9%.
(Baca: PDRB ADHK Sektor Tanaman Perkebunan Periode 2013-2024)
Jika dibandingkan dengan rata-rata pengeluaran untuk kecantikan selama tiga tahun terakhir (2021-2023) sebesar Rp26.150, pengeluaran pada 2024 sedikit lebih rendah. Namun, jika dibandingkan dengan rata-rata lima tahun terakhir (2019-2023) sebesar Rp23.658, pengeluaran tahun 2024 masih lebih tinggi.
Data menunjukkan, pengeluaran untuk kecantikan di Kabupaten Lumajang mencapai titik terendah pada 2018 sebesar Rp17.411 per kapita per bulan dan tertinggi pada 2023. Penurunan pada 2024 menjadi anomali tersendiri setelah mengalami tren kenaikan dalam beberapa tahun terakhir.
Kota Surabaya
Kota Surabaya menunjukkan dominasinya dengan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan mencapai Rp1.541.006 pada 2024, naik 34% dari tahun sebelumnya. Data ini menempatkan Surabaya di peringkat pertama di Jawa Timur. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Surabaya juga tinggi, yaitu Rp1.061.445, menunjukkan pertumbuhan 29,6% dibandingkan tahun sebelumnya. Surabaya menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dalam pengeluaran konsumsi masyarakatnya.
Kota Malang
BPS mencatat, Kota Malang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp1.216.228 pada 2024, mengalami kenaikan 4,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun demikian, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di kota ini adalah Rp738.690, menunjukkan pertumbuhan yang relatif kecil yaitu 3,3%. Peringkat Kota Malang dalam pengeluaran bukan makanan adalah kedua di Jawa Timur.
Kota Madiun
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Madiun mencapai Rp1.192.091 pada 2024, naik 15,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan adalah Rp851.602, naik 7% dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan pertumbuhan yang solid di kedua kategori, Kota Madiun menunjukkan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakatnya dan menduduki peringkat ketiga di Jawa Timur dalam pengeluaran bukan makanan.
Kabupaten Sidoarjo
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kabupaten Sidoarjo adalah Rp1.077.404 pada 2024, naik 14,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan mencapai Rp881.851, naik 16% dibandingkan tahun sebelumnya. Kabupaten Sidoarjo berada di peringkat keempat di Jawa Timur untuk pengeluaran bukan makanan dan menunjukkan pertumbuhan yang seimbang antara pengeluaran makanan dan non-makanan.