Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), menunjukkan peningkatan signifikan pada tahun 2024. Tercatat sebesar Rp 134.517 per kapita per bulan, angka ini mengalami pertumbuhan sebesar 16.1% dibandingkan tahun sebelumnya. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas Badan Pusat Statistik (BPS).
Jika dibandingkan dengan total pengeluaran per kapita sebulan masyarakat Kabupaten Manggarai sebesar Rp 175.109, maka alokasi untuk makanan dan minuman jadi mencapai sekitar 76.8%. Sementara itu, jika dibandingkan dengan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan sebesar Rp 593.864 dan bukan makanan sebesar Rp 413.182, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi ini tetap menjadi bagian yang cukup signifikan.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Iran (Republik Islam) 2015 - 2024)
Secara historis, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Manggarai cenderung fluktuatif. Setelah mengalami kenaikan dari tahun 2018 hingga 2019, terjadi penurunan pada tahun 2020 sebelum kembali mengalami kenaikan pada tahun 2021. Sempat mengalami penurunan tajam pada tahun 2022, pengeluaran kemudian kembali meningkat secara signifikan pada tahun 2023 dan 2024.
Peningkatan pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi ini sejalan dengan tren pertumbuhan pengeluaran masyarakat secara umum. Pada tahun 2024, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang dan jasa mencapai Rp 175.109, menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan daya beli dan perubahan pola konsumsi masyarakat Kabupaten Manggarai.
Berdasarkan data perbandingan, Kabupaten Manggarai menempati peringkat ke-5 di antara kabupaten/kota se-NTT dalam hal pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi pada tahun 2024. Peringkat ini menunjukkan bahwa konsumsi makanan dan minuman jadi di Kabupaten Manggarai cukup tinggi dibandingkan dengan wilayah lain di provinsi tersebut. Secara nasional, Kabupaten Manggarai berada pada peringkat 407.
Lima kabupaten/kota dengan nilai pengeluaran tertinggi untuk makanan dan minuman jadi di NTT pada tahun 2024 adalah Kota Kupang (Rp 173.054), Kabupaten Sumba Timur (Rp 147.687), Kabupaten Timor Tengah Selatan (Rp 143.094), Kabupaten Sikka (Rp 142.174), dan Kabupaten Manggarai (Rp 134.517). Kabupaten Sikka mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 44.8%, sedangkan Kabupaten Ngada mengalami penurunan turun 18.1%. Kota Kupang masih memimpin dengan pengeluaran tertinggi.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Kecantikan Kab. Kota Waringin Barat | 2024)
Kota Kupang
Kota Kupang menunjukkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan pada tahun 2024 sebesar Rp 792.892, mengalami penurunan tipis turun 2.2% dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun demikian, Kota Kupang tetap menduduki peringkat pertama di NTT dalam hal pengeluaran bukan makanan, mengindikasikan tingkat konsumsi yang tinggi dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan mencapai Rp 637.902, menunjukkan pertumbuhan sebesar 12.4% dari tahun sebelumnya.
Kabupaten Manggarai Barat
Kabupaten Manggarai Barat mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan sebesar Rp 498.135 pada tahun 2024, mengalami kenaikan sedikit sebesar 2.7% dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan angka ini, Manggarai Barat berada di peringkat kedua dalam hal pengeluaran bukan makanan di NTT. Pengeluaran rata-rata per kapita sebulan untuk makanan tercatat sebesar Rp 555.633, menunjukkan pertumbuhan sebesar 2.8% dari tahun sebelumnya.
Kabupaten Sabu Raijua
Kabupaten Sabu Raijua menunjukkan peningkatan signifikan dalam rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan, mencapai Rp 481.157 pada tahun 2024, dengan pertumbuhan sebesar 24.8% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menempatkan Sabu Raijua di peringkat ketiga se-NTT dalam hal pengeluaran bukan makanan. Sementara itu, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan tercatat sebesar Rp 637.594, menunjukkan pertumbuhan sebesar 15.9% dari tahun sebelumnya, menjadikan Sabu Raijua sebagai salah satu wilayah dengan pertumbuhan konsumsi makanan tertinggi.
Kabupaten Sumba Timur
Kabupaten Sumba Timur mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan sebesar Rp 465.209 pada tahun 2024, meningkat sebesar 6.1% dibandingkan tahun sebelumnya. Kabupaten ini menempati peringkat keempat se-NTT dalam hal pengeluaran bukan makanan. Untuk pengeluaran makanan, Sumba Timur mencatatkan rata-rata Rp 642.489 per kapita sebulan, mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 19.1% dari tahun sebelumnya, menduduki peringkat kedua tertinggi di NTT.