Pengeluaran untuk kecantikan di Kabupaten Kota Waringin Barat mencapai Rp68.861 per kapita per bulan pada tahun 2024, informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 24,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menjadikan Kota Waringin Barat sebagai wilayah dengan pengeluaran kecantikan tertinggi di Kalimantan Tengah.
Dibandingkan dengan pengeluaran total masyarakat untuk aneka barang dan jasa yaitu Rp322.397, pengeluaran kecantikan hanya menyumbang sekitar 21,4%. Namun, jika dibandingkan dengan pengeluaran untuk perawatan yaitu Rp82.694, pengeluaran untuk kecantikan mencapai 83%. Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat Kabupaten Kota Waringin Barat memberikan perhatian yang cukup besar pada perawatan dan penampilan diri.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Riau 2015 - 2024)
Secara historis, pengeluaran untuk kecantikan di Kabupaten Kota Waringin Barat mengalami fluktuasi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada tahun 2018 sebesar Rp37.227, lalu meningkat menjadi Rp40.465 pada tahun 2019, dan Rp43.019 pada tahun 2020. Tahun 2021 terjadi lonjakan signifikan menjadi Rp61.357, kemudian naik sedikit menjadi Rp63.453 pada tahun 2022. Pada tahun 2023 mengalami penurunan menjadi Rp55.218, sebelum kembali meningkat tajam pada tahun 2024. Kenaikan tahun 2024 ini merupakan pertumbuhan tertinggi kedua setelah tahun 2021.
Pada tahun 2024, Kabupaten Kota Waringin Barat menduduki peringkat pertama dalam hal pengeluaran kecantikan di antara kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah. Secara nasional, wilayah ini berada di peringkat 34. Posisi ini menunjukkan bahwa masyarakat Kota Waringin Barat memiliki perhatian terhadap kecantikan yang lebih tinggi dibandingkan dengan sebagian besar wilayah lain di Indonesia.
Jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Kalimantan Tengah, Kota Palangkaraya mencatatkan pengeluaran untuk kecantikan sebesar Rp61.990 dengan pertumbuhan 23,8%. Kabupaten Seruyan mencatatkan Rp52.281 dengan penurunan -2,5%. Kabupaten Sukamara mencatatkan Rp46.213 dengan penurunan -14,1%. Serta Kabupaten Lamandau mencatatkan Rp46.001 dengan penurunan -22,6%.
(Baca: Penduduk Kabupaten Kota Waringin Barat Mengeluarkan Rp716 per Kapita per Minggu untuk Membeli Bahan Sayur Sop/Cap Cay/ Kimlo)
Kota Palangkaraya
Kota Palangkaraya mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp1.092.813 pada tahun 2024, mengalami pertumbuhan sebesar 6,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Meski begitu, angka ini tetap menempatkan Palangkaraya pada peringkat pertama se-Kalimantan Tengah. Pada periode sebelumnya, pengeluaran bukan makanan mencapai Rp1.026.071,14. Hal ini menunjukkan bahwa konsumsi non-makanan di Palangkaraya tetap tinggi dan terus bertumbuh.
Kabupaten Lamandau
Kabupaten Lamandau mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan sebesar Rp1.055.836 pada tahun 2024, sedikit meningkat 0,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Kendati demikian, Lamandau tetap memimpin di antara kabupaten/kota lain di Kalimantan Tengah. Pada periode sebelumnya, pengeluaran untuk makanan tercatat sebesar Rp1.053.257,21. Angka ini mengindikasikan bahwa kebutuhan pangan di Lamandau tetap menjadi prioritas utama bagi masyarakatnya.
Kabupaten Kota Waringin Barat
Kabupaten Kota Waringin Barat menunjukkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan sebesar Rp1.852.161 pada tahun 2024, mengalami penurunan turun 6,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun terjadi penurunan, Kota Waringin Barat tetap berada di urutan ketiga se-Kalimantan Tengah. Pada periode sebelumnya, pengeluaran untuk kedua kategori ini mencapai Rp1.973.894. Data ini mencerminkan adanya perubahan pola konsumsi atau faktor ekonomi yang mempengaruhi pengeluaran masyarakat setempat.
Kabupaten Kota Waringin Timur
Kabupaten Kota Waringin Timur mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan yang cukup signifikan, mencapai Rp831.751 pada tahun 2024. Angka ini melonjak tajam sebesar 33.4% dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini membawa Kota Waringin Timur ke peringkat keempat se-Kalimantan Tengah. Pada periode sebelumnya, pengeluaran bukan makanan hanya sebesar Rp623.616,28. Kenaikan ini menandakan adanya peningkatan konsumsi barang dan jasa di luar kebutuhan pokok di wilayah tersebut.