Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita bulanan masyarakat Kabupaten Sragen untuk kebutuhan kecantikan pada tahun 2024 mencapai 31.369 Rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 21,5 persen dibandingkan tahun 2023. Kenaikan ini menjadi angka pertumbuhan tertinggi sejak periode data tahun 2018 yang tercatat pada laporan ini. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau Kab. Bangka Tengah | 2024)
Selama tujuh tahun periode data sejak 2018, pengeluaran kecantikan masyarakat Sragen mengalami naik turun. Pada tahun 2019 nilai turun sebesar 11 persen, kemudian naik 32,3 persen pada tahun 2020, turun sedikit 1,5 persen pada tahun 2021, naik 17 persen pada tahun 2022, turun 14,1 persen pada tahun 2023 sebelum akhirnya naik kembali pada tahun 2024. Nilai pengeluaran tertinggi terjadi pada tahun 2024, sedangkan nilai terendah tercatat pada tahun 2019.
Jika dibandingkan dengan pengeluaran bulanan masyarakat Sragen secara keseluruhan, bagian pengeluaran kecantikan hanya mencakup sekitar 3,7 persen dari rata-rata total pengeluaran per kapita. Nilai ini jauh lebih kecil dibandingkan pengeluaran untuk makanan jadi yang mencapai 209.430 Rupiah, pengeluaran rokok dan tembakau sebesar 135.798 Rupiah, maupun pengeluaran sabun mandi yang mencapai 60.681 Rupiah per kapita setiap bulannya.
Berdasarkan perbandingan se-Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Sragen menempati urutan ke 19 dari total 35 kabupaten dan kota untuk kategori pengeluaran kecantikan tahun 2024. Posisi ini menunjukkan bahwa lebih dari separuh wilayah di Jawa Tengah memiliki nilai pengeluaran kecantikan per kapita yang lebih tinggi dibandingkan masyarakat Sragen. Secara nasional, Kabupaten Sragen berada pada urutan 278 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia.
Lima wilayah dengan pengeluaran kecantikan tertinggi di Jawa Tengah tahun 2024 secara berurutan adalah Kota Salatiga, Kota Semarang, Kabupaten Kudus, Kota Magelang dan Kabupaten Rembang. Kota Salatiga mencatat pengeluaran kecantikan 75.091 Rupiah per kapita, atau lebih dari dua kali lipat nilai pengeluaran masyarakat Sragen. Kota Semarang mencatat pertumbuhan pengeluaran kecantikan 36,8 persen pada tahun yang sama, menjadi salah satu pertumbuhan tertinggi di provinsi ini.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Perawatan Kulit Kota Pontianak | 2024)
Kota Semarang
Badan Pusat Statistik mencatat Kota Semarang menempati urutan pertama pengeluaran total per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di seluruh wilayah Jawa Tengah tahun 2024 dengan nilai mencapai 2.237.782 Rupiah. Masyarakat kota ini mengeluarkan rata-rata 914.785 Rupiah per bulan untuk kebutuhan makanan, serta 1.322.997 Rupiah untuk kebutuhan bukan makanan. Pertumbuhan pengeluaran bukan makanan mencapai 12,6 persen pada tahun 2024, dengan posisi peringkat yang tetap sama dibandingkan tahun sebelumnya.
Kota Salatiga
Kota Salatiga menempati urutan kedua pengeluaran total masyarakat se-Provinsi Jawa Tengah dengan nilai 2.126.512 Rupiah per kapita setiap bulannya. Wilayah ini memiliki pengeluaran bukan makanan sebesar 1.315.195 Rupiah, namun mengalami penurunan 14,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun demikian, nilai pengeluaran kecantikan di Kota Salatiga tetap menjadi yang tertinggi di seluruh provinsi, meskipun juga mengalami penurunan sedikit pada tahun 2024.
Kabupaten Sragen
Kabupaten Sragen menempati urutan ke 16 untuk total pengeluaran per kapita makanan dan bukan makanan di Jawa Tengah tahun 2024 dengan nilai mencapai 1.251.528 Rupiah. Masyarakat wilayah ini mengeluarkan rata-rata 670.359 Rupiah per bulan untuk kebutuhan makanan, dan 581.170 Rupiah untuk kebutuhan bukan makanan. Pertumbuhan pengeluaran bukan makanan di wilayah ini hanya mencapai 3,8 persen, angka yang jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan provinsi pada tahun yang sama.
Kabupaten Wonosobo
Kabupaten Wonosobo menempati urutan paling bawah untuk total pengeluaran per kapita masyarakat se-Provinsi Jawa Tengah tahun 2024 dengan nilai hanya 980.037 Rupiah per kapita setiap bulannya. Wilayah ini mencatat penurunan 14,9 persen untuk total pengeluaran masyarakat, serta penurunan 1,7 persen untuk pengeluaran bukan makanan. Nilai pengeluaran kecantikan di Kabupaten Wonosobo juga masuk dalam urutan bawah di provinsi ini, dengan nilai kurang dari 27 ribu Rupiah per kapita pada tahun 2024.