Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita bulanan masyarakat Kabupaten Bangka Tengah untuk rokok dan tembakau pada tahun 2024 mencapai 178513 Rupiah per kapita per bulan. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 13,7 persen dibandingkan tahun 2023 yang mencatatkan nilai 206733 Rupiah. Penurunan ini menjadi penurunan terbesar yang tercatat selama rentang data tahun 2018 sampai dengan 2024 di wilayah ini.
(Baca: Top 10 Youtuber Indonesia Mingguan | 13 Jun 2026)
Sepanjang tujuh tahun data yang tercatat, pengeluaran rokok dan tembakau di wilayah ini mencatatkan pengeluaran tertinggi pada tahun 2023. Sebelumnya pada tahun 2022 nilai pengeluaran sempat naik 28,3 persen dari tahun sebelumnya, lalu hanya naik sedikit pada tahun 2023 sebelum akhirnya turun cukup dalam pada tahun 2024. Pada tahun 2019 sempat tercatat kenaikan sebesar 20,6 persen, yang kemudian diikuti penurunan sedikit pada dua tahun berturut-turut setelahnya.
Berdasarkan perbandingan pengeluaran rumah tangga, nilai pengeluaran rokok dan tembakau ini setara dengan 61,9 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita untuk makanan jadi sebulan. Nilai ini juga melebihi pengeluaran untuk kecantikan, perawatan pribadi, bahkan melebihi dua kali lipat pengeluaran masyarakat untuk sabun mandi setiap bulannya. Dari total pengeluaran bukan makanan masyarakat, pos rokok dan tembakau menyumbang hampir 24,7 persen dari seluruh pengeluaran bukan makanan per kapita per bulan.
Dalam skala provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kabupaten Bangka Tengah menempati urutan keenam dari tujuh kabupaten dan kota yang ada untuk nilai pengeluaran rokok dan tembakau tahun 2024. Urutan tertinggi ditempati oleh Kabupaten Belitung Timur dengan nilai 258544 Rupiah, diikuti Kabupaten Belitung, Kota Pangkal Pinang, Kabupaten Bangka Barat dan Kabupaten Bangka Selatan. Hanya Kabupaten Bangka yang mencatatkan nilai pengeluaran rokok dan tembakau lebih rendah dibandingkan Kabupaten Bangka Tengah.
Dari seluruh kabupaten kota di Sumatera, wilayah ini menempati urutan ke 18, sedangkan secara nasional menempati urutan ke 47 untuk kategori pengeluaran rokok dan tembakau per kapita. Sementara itu hampir seluruh wilayah lain di provinsi ini mencatatkan kenaikan pengeluaran rokok dan tembakau pada tahun 2024, hanya Kabupaten Bangka Tengah dan Kabupaten Belitung yang mencatatkan penurunan pada tahun yang sama.
Kota Pangkal Pinang
(Baca: PDB Menurut Daya Beli di Afrika Selatan 2024)
Kota Pangkal Pinang sebagai satu-satunya kota di provinsi ini mencatatkan total pengeluaran per kapita bulanan seluruh kebutuhan mencapai 2334046 Rupiah pada tahun 2024, menempati urutan pertama seluruh wilayah di Kepulauan Bangka Belitung. Pengeluaran untuk kategori makanan di wilayah ini tumbuh 10,7 persen dibanding tahun sebelumnya, sedangkan pengeluaran bukan makanan tumbuh 18,9 persen. Nilai pengeluaran rokok dan tembakau di kota ini mencapai 193370 Rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 5,9 persen dibanding tahun 2023.
Kabupaten Belitung Timur
Kabupaten Belitung Timur mencatatkan nilai pengeluaran rokok dan tembakau tertinggi se-provinsi pada tahun 2024 dengan nilai 258544 Rupiah per kapita per bulan, tumbuh 9,6 persen dari tahun sebelumnya. Total pengeluaran masyarakat per kapita di wilayah ini mencapai 2005586 Rupiah per bulan, menempati urutan kedua setelah Kota Pangkal Pinang. Pengeluaran makanan di wilayah ini hanya tumbuh sedikit sebesar 0,5 persen, sedangkan pengeluaran bukan makanan tumbuh 8,5 persen dibanding tahun sebelumnya.
Kabupaten Bangka
Kabupaten Bangka mencatatkan nilai pengeluaran rokok dan tembakau terendah se-provinsi pada tahun 2024 sebesar 175736 Rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 5,9 persen dibanding tahun sebelumnya. Total pengeluaran masyarakat per kapita di wilayah ini mencapai 1695865 Rupiah per bulan, menempati urutan keempat se-provinsi. Pengeluaran makanan tumbuh 3,7 persen, sedangkan pengeluaran bukan makanan tumbuh 19,5 persen menjadi salah satu pertumbuhan tertinggi di provinsi ini pada tahun 2024.
Kabupaten Bangka Selatan
Kabupaten Bangka Selatan mencatatkan pengeluaran rokok dan tembakau sebesar 185878 Rupiah per kapita per bulan pada tahun 2024, tumbuh sedikit sebesar 2,1 persen dibanding tahun sebelumnya. Wilayah ini menjadi satu-satunya daerah di provinsi yang mencatatkan penurunan pada total pengeluaran bukan makanan, yaitu sebesar 7,7 persen dibanding tahun 2023. Total pengeluaran seluruh kebutuhan masyarakat per kapita di wilayah ini mencapai 1467022 Rupiah per bulan, menempati urutan terakhir se-provinsi Kepulauan Bangka Belitung.