Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk perawatan kulit di Kota Dumai mencapai 67457 rupiah pada tahun 2024. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 30,6 persen dibandingkan tahun 2023, menjadi nilai pengeluaran tertinggi sepanjang periode pencatatan sejak tahun 2018. Pada tahun sebelumnya, pengeluaran perawatan kulit di wilayah ini tercatat sebesar 51667 rupiah per kapita per bulan.
(Baca: Pengeluaran per Kapita Kota Bandung 2025: Penurunan Jadi Rp2,59 Juta per Bulan)
Nilai pengeluaran perawatan kulit Kota Dumai tahun 2024 setara dengan 23,1 persen dari total pengeluaran aneka barang jasa masyarakat, serta 119,4 persen dari pengeluaran rata-rata untuk kategori kecantikan secara umum. Jika dibandingkan pengeluaran pokok, nilai ini setara dengan 30,1 persen pengeluaran makanan jadi, 37,4 persen pengeluaran rokok dan tembakau, serta 90,5 persen dari pengeluaran sabun mandi per kapita setiap bulannya.
Sepanjang tujuh tahun periode data, pengeluaran perawatan kulit Kota Dumai mengalami penurunan dua kali, yakni pada tahun 2019 sebesar 23,2 persen dan tahun 2023 sebesar 10,5 persen. Selain kedua tahun tersebut, pengeluaran kategori ini selalu mencatatkan kenaikan setiap tahun. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2021 sebesar 37,5 persen, kemudian disusul kenaikan pada tahun 2024 yang menjadi kenaikan terbesar kedua selama periode data.
Berdasarkan peringkat seprovinsi Riau, Kota Dumai menempati urutan ketiga untuk nilai pengeluaran perawatan kulit tahun 2024. Di atas Kota Dumai berturut-turut adalah Kota Pekanbaru dengan pengeluaran 88443 rupiah dan Kabupaten Kampar sebesar 70770 rupiah. Secara nasional, Kota Dumai menempati peringkat 162 dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia, dan peringkat 31 untuk seluruh wilayah di Pulau Sumatera.
Kota Pekanbaru
Kota Pekanbaru masih menempati urutan pertama seprovinsi Riau untuk seluruh kategori pengeluaran rumah tangga, termasuk pengeluaran perawatan kulit. Pada tahun 2024, total pengeluaran per kapita gabungan makanan dan bukan makanan di wilayah ini mencapai 2342634 rupiah per bulan, tumbuh sebesar 6,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun menjadi wilayah dengan pengeluaran tertinggi, pengeluaran perawatan kulit di Kota Pekanbaru justru sedikit turun sebesar 2,3 persen pada tahun 2024, satu-satunya penurunan di tiga wilayah teratas provinsi ini.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Makanan dan Minuman Jadi Kab. Manokwari | 2024)
Kabupaten Kampar
Kabupaten Kampar mencatatkan pertumbuhan pengeluaran perawatan kulit sebesar 32,9 persen pada tahun 2024, angka pertumbuhan yang sedikit lebih tinggi dibandingkan Kota Dumai. Wilayah ini menempati urutan kedua seprovinsi untuk kategori perawatan kulit, dengan total nilai 70770 rupiah per kapita per bulan. Untuk total pengeluaran gabungan makanan dan bukan makanan, Kabupaten Kampar menempati urutan kedelapan seprovinsi, dengan nilai 1490860 rupiah dan mengalami sedikit penurunan sebesar 3,1 persen pada tahun yang sama.
Kabupaten Bengkalis
Kabupaten Bengkalis berada di urutan keempat seprovinsi untuk pengeluaran perawatan kulit tahun 2024, dengan nilai 64618 rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 8,6 persen untuk kategori ini dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk total pengeluaran gabungan makanan dan bukan makanan, Kabupaten Bengkalis menempati urutan ketiga seprovinsi dengan nilai 1717863 rupiah per bulan, dan mengalami kenaikan sebesar 4,9 persen pada tahun 2024.
Kabupaten Rokan Hulu
Kabupaten Rokan Hulu menempati urutan kelima seprovinsi untuk pengeluaran perawatan kulit tahun 2024, dengan nilai tercatat 63503 rupiah per kapita per bulan. Berbeda dengan sebagian besar wilayah lain, pengeluaran perawatan kulit di wilayah ini justru sedikit turun sebesar 4,6 persen pada tahun 2024. Sementara itu untuk total pengeluaran gabungan makanan dan bukan makanan, Kabupaten Rokan Hulu mencatatkan pertumbuhan tertinggi seprovinsi yakni sebesar 13,5 persen, dan menempati urutan keempat secara keseluruhan di Provinsi Riau.