Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Lampung Barat pada tahun 2024 tercatat sebesar 164584 rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 14,3 persen dibandingkan tahun 2023, dengan selisih penurunan mencapai 27393 rupiah per orang setiap bulannya. Selama periode tujuh tahun pengamatan sejak 2018, angka pengeluaran kategori ini menunjukkan pergerakan naik turun setiap tahun tanpa pola kenaikan stabil.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau Kab. Kolaka | 2024)
Pada rentang data 2018 sampai 2024, pengeluaran tertinggi untuk kategori aneka barang dan jasa di wilayah ini terjadi pada tahun 2020 dengan nilai 208173 rupiah per kapita per bulan. Setelah tahun tersebut, nilai tidak pernah kembali menyentuh angka tersebut, dan secara berurutan mengalami pergerakan turun pada 2021, naik pada 2022, turun sedikit pada 2023, kemudian turun kembali pada tahun 2024. Anomali terlihat pada tahun 2020 dimana terjadi kenaikan sebesar 40,7 persen yang merupakan kenaikan tertinggi sepanjang periode data, sebelum kemudian turun sebesar 18,4 persen pada tahun berikutnya.
Berdasarkan peringkat se-provinsi Lampung, Kabupaten Lampung Barat menempati urutan ke 11 dari total 15 kabupaten dan kota untuk kategori pengeluaran aneka barang dan jasa tahun 2024. Peringkat ini tidak berubah dibandingkan posisi tahun sebelumnya. Di atas wilayah ini secara berurutan terdapat Kota Bandar Lampung, Kota Metro, Kabupaten Pesisir Barat, Kabupaten Mesuji dan Kabupaten Lampung Tengah yang memiliki nilai pengeluaran lebih tinggi. Sementara di bawahnya terdapat Kabupaten Pringsewu, Kabupaten Pesawaran, Kabupaten Lampung Timur dan Kabupaten Tanggamus.
Dari rincian data pendukung, pengeluaran aneka barang dan jasa ini terdiri dari belanja rokok dan tembakau sebesar 140886 rupiah, makanan jadi sebesar 153877 rupiah, sabun mandi 50057 rupiah, perawatan pribadi 31626 rupiah serta belanja kecantikan sebesar 25814 rupiah per kapita per bulan. Secara keseluruhan, kategori aneka barang dan jasa menyumbang 14,1 persen dari total pengeluaran per kapita bulanan masyarakat Kabupaten Lampung Barat pada tahun 2024.
Perbandingan Pengeluaran Makanan Antar Wilayah
Badan Pusat Statistik mencatat untuk kategori pengeluaran makanan, Kabupaten Lampung Barat menempati urutan ke 4 se-provinsi Lampung pada tahun 2024 dengan nilai 688936 rupiah per kapita per bulan. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 22,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, merupakan salah satu pertumbuhan tertinggi kedua setelah Kabupaten Pesisir Barat yang mencatat kenaikan 51,2 persen untuk kategori yang sama. Posisi peringkat ini naik 7 tingkatan dibandingkan posisi tahun sebelumnya, menunjukkan pergeseran prioritas belanja masyarakat secara signifikan.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Papua Selatan 2024)
Perbandingan Pengeluaran Bukan Makanan
Untuk kategori pengeluaran bukan makanan, Kabupaten Lampung Barat berada di urutan ke 10 se-provinsi Lampung dengan nilai 474065 rupiah per kapita per bulan tahun 2024. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 9,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan posisi peringkat yang tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun 2023. Nilai ini masih berada jauh di bawah Kota Bandar Lampung yang mencatat pengeluaran bukan makanan hampir dua kali lipat lebih besar dengan nilai 975428 rupiah per kapita setiap bulannya.
Total Pengeluaran Keseluruhan Masyarakat
Total pengeluaran per kapita per bulan gabungan makanan dan bukan makanan di Kabupaten Lampung Barat tahun 2024 tercatat sebesar 1163001 rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 4,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempati urutan ke 8 dari 15 wilayah di provinsi Lampung. Peringkat ini naik 3 tingkatan dibandingkan posisi tahun sebelumnya, meskipun untuk kategori aneka barang dan jasa justru mengalami penurunan yang cukup besar pada periode yang sama.
Proyeksi Pola Belanja Masyarakat
Sepanjang lima tahun terakhir, rata-rata pengeluaran aneka barang dan jasa di Kabupaten Lampung Barat berada pada angka 187595 rupiah per kapita per bulan. Nilai tahun 2024 berada 12,2 persen di bawah rata-rata lima tahun tersebut, dan juga berada di bawah rata-rata tiga tahun terakhir yang tercatat sebesar 186670 rupiah. Hal ini menunjukkan bahwa selama dua tahun terakhir masyarakat di wilayah ini cenderung mengurangi belanja untuk kategori barang dan jasa non primer, dan mengalokasikan lebih besar bagian pendapatan untuk belanja makanan pokok.