Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran untuk perawatan kulit per kapita sebulan di Kota Mataram pada tahun 2024 sebesar 86.379 rupiah. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 3,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan selisih pengeluaran sebesar 2.566 rupiah. Pengeluaran ini menyumbang sekitar 23,3 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa di Kota Mataram, yang mencapai 371.180 rupiah.
(Baca: Penduduk Kabupaten Lampung Barat Mengeluarkan Rp503 per Kapita per Minggu untuk Membeli Bayam)
Melihat data historis dari tahun 2018 hingga 2024, pengeluaran perawatan kulit di Kota Mataram menunjukkan fluktuasi yang jelas. Tahun 2019, pengeluaran turun sebesar 19,3 persen menjadi 57.455 rupiah dibandingkan tahun 2018. Kemudian, tahun 2020 mengalami kenaikan sebesar 25,3 persen menjadi 71.980 rupiah, diikuti kenaikan sedikit sebesar 2,4 persen pada tahun 2021. Pengeluaran tertinggi terjadi pada tahun 2022 sebesar 95.248 rupiah, sebelum turun sebesar 12 persen pada tahun 2023 dan naik kembali sebesar 3,1 persen pada tahun 2024.
Dibandingkan dengan pengeluaran lain di Kota Mataram, pengeluaran perawatan kulit tahun 2024 lebih rendah daripada rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk sabun mandi (81.311 rupiah) dan rokok serta tembakau (113.866 rupiah), tetapi lebih tinggi daripada rata-rata pengeluaran untuk kecantikan (70.847 rupiah). Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan jadi di Kota Mataram mencapai 330.783 rupiah, yang jauh lebih besar daripada pengeluaran untuk perawatan kulit.
Dalam perbandingan se-provinsi Nusa Tenggara Barat, Kota Mataram menempati peringkat pertama untuk pengeluaran perawatan kulit per kapita sebulan tahun 2024. Berikutnya adalah Kabupaten Sumbawa Barat dengan pengeluaran 70.637 rupiah (peringkat kedua) dan Kota Bima dengan 51.286 rupiah (peringkat ketiga). Kabupaten Sumbawa Barat mengalami kenaikan sebesar 8,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sedangkan Kota Bima naik sebesar 9,3 persen. Namun, Kabupaten Sumbawa mengalami penurunan sebesar 19 persen pada tahun 2024.
Jika dibandingkan dengan rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2024), pengeluaran perawatan kulit di Kota Mataram mencapai rata-rata 88.482 rupiah. Angka ini lebih tinggi daripada rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024) sebesar 81.821 rupiah, menunjukkan bahwa pengeluaran masyarakat untuk perawatan kulit cenderung meningkat dalam jangka panjang meskipun ada fluktuasi tahunan.
Kabupaten Sumbawa Barat
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Makanan dan Minuman Jadi Kab. Dharmasraya | 2024)
Kabupaten Sumbawa Barat menempati peringkat pertama untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2024, dengan nilai sebesar 859.991 rupiah. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 23,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya (697.279 rupiah). Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di kabupaten ini mencapai 969.386 rupiah, yang juga menjadi tertinggi se-provinsi dan naik sebesar 10,7 persen dari tahun sebelumnya. Total pengeluaran makanan dan bukan makanan tahun 2024 mencapai 1.829.378 rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 6,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kota Bima
Kota Bima menempati peringkat kedua untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2024, dengan nilai sebesar 764.758 rupiah. Angka ini naik sebesar 4,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya (729.276 rupiah). Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di kota ini mencapai 809.177 rupiah (peringkat kedua se-provinsi), dengan pertumbuhan sebesar 14,9 persen dari tahun sebelumnya. Total pengeluaran makanan dan bukan makanan tahun 2024 mencapai 1.573.935 rupiah, naik sebesar 10,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kabupaten Sumbawa
Kabupaten Sumbawa menempati peringkat ketiga untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2024, dengan nilai sebesar 635.543 rupiah. Angka ini naik sebesar 15,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya (551.061 rupiah). Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di kabupaten ini mencapai 746.952 rupiah (peringkat keempat se-provinsi), dengan pertumbuhan sebesar 5,3 persen dari tahun sebelumnya. Namun, total pengeluaran makanan dan bukan makanan tahun 2024 turun sebesar 23,2 persen menjadi 1.382.495 rupiah dibandingkan tahun sebelumnya.
Kabupaten Lombok Barat
Kabupaten Lombok Barat menempati peringkat keempat untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2024, dengan nilai sebesar 487.064 rupiah. Angka ini turun sebesar 13,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya (564.749 rupiah). Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di kabupaten ini mencapai 700.200 rupiah (peringkat kelima se-provinsi), dengan pertumbuhan sebesar 15,2 persen dari tahun sebelumnya. Total pengeluaran makanan dan bukan makanan tahun 2024 turun sebesar 2,5 persen menjadi 1.187.264 rupiah dibandingkan tahun sebelumnya.