Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk perawatan kulit di Kabupaten Paser mencapai 112848 rupiah pada tahun 2025. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 53,2 persen dibandingkan tahun 2024, menjadi catatan kenaikan tertinggi sepanjang periode data 2018 hingga 2025 untuk wilayah ini. Selisih kenaikan pengeluaran tahun ini mencapai 39185 rupiah per kapita setiap bulannya.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Malaka | 2015 - 2025)
Sepanjang periode 2018 hingga 2025, pengeluaran perawatan kulit Kabupaten Paser tercatat bergerak dengan pola naik turun. Pada tahun 2018 angka dimulai pada 50755 rupiah, kemudian naik sedikit pada 2019, turun sedikit pada 2020, lalu naik secara konsisten hingga 2023, sebelum turun sedikit pada 2024 dan melonjak sangat tinggi pada tahun 2025. Kenaikan 53,2 persen pada 2025 menjadi anomali, jauh melampaui rata-rata pertumbuhan tahunan sebelumnya yang hanya berada di kisaran 2 hingga 28 persen.
Pengeluaran untuk perawatan kulit ini menyumbang sekitar 33 persen dari total pengeluaran kecantikan per kapita, dan setara dengan 17 persen dari pengeluaran makanan jadi setiap bulannya. Jika dibandingkan dengan total pengeluaran barang dan jasa umum, bagian perawatan kulit mencapai 32,9 persen dari nilai rata-rata pengeluaran tersebut. Sementara itu nilai pengeluaran perawatan kulit ini juga sudah melampaui rata-rata pengeluaran untuk sabun mandi per kapita di wilayah ini.
Berdasarkan perbandingan se-provinsi Kalimantan Timur, Kabupaten Paser menempati urutan ke 7 dari 10 kabupaten dan kota untuk kategori pengeluaran perawatan kulit tahun 2025. Urutan teratas ditempati oleh Kabupaten Mahakam Hulu dengan 193242 rupiah, disusul Kota Balikpapan 153815 rupiah, Kabupaten Kutai Barat 137008 rupiah, Kabupaten Berau 120513 rupiah dan Kabupaten Kutai Timur 120198 rupiah. Hanya Kota Samarinda, Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara yang mencatat angka pengeluaran lebih rendah dibandingkan Kabupaten Paser.
(Baca: Statistik PDRB ADHK Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang Periode 2013-2026)
Total Pengeluaran Makanan Per Kapita
Badan Pusat Statistik mencatat untuk kategori pengeluaran makanan per kapita per bulan, Kabupaten Paser menempati urutan ke 10 dari seluruh wilayah di Kalimantan Timur pada tahun 2025 dengan nilai 914469 rupiah. Angka ini mengalami kenaikan 3,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dibandingkan wilayah teratas yaitu Kabupaten Kutai Timur yang mencapai 1161525 rupiah, nilai pengeluaran makanan Kabupaten Paser masih berada 21 persen lebih rendah dari angka tertinggi di provinsi ini. Pertumbuhan pengeluaran makanan di wilayah ini juga tercatat lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan kabupaten lain di Kalimantan Timur.
Total Pengeluaran Bukan Makanan Per Kapita
Untuk kategori pengeluaran bukan makanan, Kabupaten Paser juga menempati urutan ke 10 se-provinsi Kalimantan Timur pada tahun 2025 dengan nilai total 915455 rupiah per kapita per bulan. Angka ini mengalami kenaikan 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah dengan pengeluaran bukan makanan tertinggi adalah Kota Bontang yang mencapai 1709891 rupiah, atau hampir dua kali lipat nilai yang tercatat di Kabupaten Paser. Meskipun berada di urutan terbawah, pertumbuhan 13 persen ini tercatat lebih tinggi dibandingkan 5 wilayah lain di provinsi yang sama.
Secara keseluruhan selama lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan pengeluaran perawatan kulit di Kabupaten Paser mencapai 17,2 persen per tahun. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan pengeluaran makanan yang hanya 3,5 persen dan pertumbuhan pengeluaran total masyarakat yang mencapai 8 persen per tahun. Kenaikan pengeluaran perawatan kulit yang sangat signifikan pada tahun 2025 menunjukkan adanya pergeseran pola konsumsi masyarakat Kabupaten Paser terhadap kebutuhan perawatan pribadi.