PDB

PDB Paritas Daya Beli (PPP) Indonesia 2015 - 2024

1
Agus Dwi Darmawan 18/04/2026 12:22 WIB
Image Loader
Memuat...
PDB Paritas Daya Beli (PPP) Indonesia 2015 - 2024
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

International Monetary Fund (IMF) mencatat nilai PDB Paritas Daya Beli (PPP) Indonesia pada tahun 2024 sebesar 4747.9 unit, mengalami penurunan turun 1.49% dibandingkan tahun 2023 (4819.73 unit). Dibandingkan rata-rata nilai tiga tahun terakhir (2021-2023, sekitar 4848.69 unit), nilai 2024 lebih rendah sebesar sekitar 100 unit. Dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir (2019-2023, sekitar 4836.91 unit), nilai 2024 juga menunjukkan penurunan, menunjukkan kondisi ekonomi dalam periode tiga tahun terakhir mengalami penurunan berturut-turut setelah puncak pada tahun 2022.

Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Indonesia terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).

(Baca: Harga Bawang Merah di Pasar Tradisional Periode April 2025-2026)

Dari data 10 tahun terakhir (2015-2024), kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2015 dengan pertumbuhan sebesar 3.02% (dari 4440.335 unit menjadi 4574.62 unit), sedangkan penurunan tertinggi terjadi pada tahun 2020 dengan kontraksi turun 1.16%—kontraksi ini berarti nilai PDB PPP turun dari tahun sebelumnya, yaitu dari 4847.44 unit di 2019 menjadi 4791.01 unit di 2020. Periode 2015-2022 menunjukkan tren kenaikan stabil kecuali tahun 2020, namun sejak 2023 terjadi penurunan berturut-turut hingga 2024, sehingga kondisi fluktuatif di mana setelah periode kenaikan konsisten, terjadi penurunan berkelanjutan.

Secara peringkat regional ASEAN, Indonesia tetap berada di peringkat 2 pada tahun 2024, sama seperti tahun-tahun sebelumnya selama 10 tahun terakhir. Peringkat ini berada di belakang Vietnam yang menempati posisi pertama, dan di atas Laos yang berada di peringkat ketiga. Tidak ada perubahan peringkat regional Indonesia dibandingkan tahun 2023, menunjukkan posisi ekonomi Indonesia dalam skala ASEAN tetap stabil di urutan kedua.

(Baca: Jumlah Sekolah SMA di DI Yogyakarta 2018 - 2024)

IMF memproyeksikan nilai PDB PPP Indonesia akan mengalami penurunan kecil pada tahun 2025 menjadi 4720.371 unit (pertumbuhan -0.58%), sebelum mulai meningkat kembali pada tahun 2026 hingga 2030 dengan pertumbuhan rata-rata sekitar 0.6% per tahun. Proyeksi 2025 menunjukkan kondisi ekonomi sedikit memburuk dibandingkan 2024, namun tren pemulihan pada tahun-tahun berikutnya menunjukkan harapan perbaikan kondisi PDB PPP di masa depan.

Dibandingkan dengan lima negara teratas di ASEAN berdasarkan PDB PPP tahun 2024, Vietnam menempati posisi pertama, diikuti Indonesia (kedua), Laos (ketiga), Kamboja (keempat), dan Myanmar (kelima). Indonesia tetap mempertahankan posisinya di urutan kedua, tidak ada pergeseran peringkat dibandingkan tahun sebelumnya. Dibandingkan negara lain di ASEAN, pertumbuhan PDB PPP Indonesia tahun 2024 (-1.49%) lebih baik dibandingkan Brunei Darussalam (-4.24%) dan Malaysia (-1.61%), namun lebih buruk dibandingkan Vietnam (1.70%) dan Laos (14.35%).

Data Populer

Loading...