Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita bulanan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Gianyar tahun 2024 sebesar Rp277.760, mengalami penurunan sedikit sebesar 0,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini terjadi setelah pengeluaran mencapai titik tertinggi pada tahun 2023 sebesar Rp279.096, yang tumbuh sebesar 19,5% dari tahun 2022.
(Baca: Jumlah Perceraian di Jawa Timur Periode 2019-2024)
Dari data historis periode 2018 hingga 2024, pengeluaran masyarakat Kabupaten Gianyar untuk makanan dan minuman jadi menunjukkan fluktuasi yang jelas. Tahun 2018 hingga 2019 terjadi kenaikan signifikan sebesar 33,6% dari Rp205.464 menjadi Rp274.539, kemudian mengalami penurunan sedikit sebesar 4,6% pada tahun 2020. Tahun 2021 terjadi penurunan yang lebih besar sebesar 22,8% menjadi Rp202.175, sebelum kembali tumbuh sebesar 15,5% pada 2022 dan 19,5% pada 2023 sebelum penurunan sedikit pada tahun 2024.
Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi ini merupakan bagian dari rata-rata pengeluaran per kapita bulanan untuk aneka barang jasa sebesar Rp295.135 di Kabupaten Gianyar. Dibandingkan dengan pengeluaran lain, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi lebih tinggi daripada pengeluaran untuk kecantikan (Rp40.739) dan perawatan (Rp77.552), namun lebih rendah daripada pengeluaran untuk rokok dan tembakau (Rp107.357) serta sabun mandi (Rp84.255).
Berdasarkan data BPS, Kabupaten Gianyar menempati peringkat ke-3 di provinsi Bali untuk pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2024, di belakang Kabupaten Badung (peringkat 1, Rp492.298 dengan pertumbuhan 17,3%) dan Kota Denpasar (peringkat 2, Rp417.996 dengan pertumbuhan 10,7%). Dua kabupaten lain dalam lima besar adalah Kabupaten Bangli (peringkat 4, Rp226.998 dengan pertumbuhan 0,4%) dan Kabupaten Tabanan (peringkat 5, Rp201.424 dengan penurunan 8,1%). Secara nasional, Kabupaten Gianyar berada di peringkat ke-86, dan peringkat ke-6 di wilayah Nusa Tenggara dan Bali.
Kota Denpasar
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita bulanan bukan makanan di Kota Denpasar tahun 2024 sebesar Rp1.639.727, mengalami pertumbuhan sebesar 31,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan mencapai Rp2.621.625, tumbuh sebesar 5,3% dari tahun 2023. Pengeluaran makanan per kapita bulanan sebesar Rp981.898, tumbuh 34,4% dan menempati peringkat ke-2 di provinsi Bali, hanya di belakang Kabupaten Badung.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Sumatera Barat 2018 - 2024)
Kabupaten Badung
Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Kabupaten Badung menjadi wilayah dengan pengeluaran makanan per kapita bulanan tertinggi di Bali tahun 2024, sebesar Rp1.081.710 dengan pertumbuhan sebesar 52,9% dari tahun sebelumnya. Pengeluaran bukan makanan per kapita bulanan sebesar Rp1.502.940, tumbuh 45,2% dan menempati peringkat ke-2 di Bali. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan sebesar Rp2.584.651, tumbuh 10,2% dari tahun 2023, menjadi salah satu wilayah dengan pertumbuhan pengeluaran tercepat di provinsi.
Kabupaten Tabanan
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran bukan makanan per kapita bulanan di Kabupaten Tabanan tahun 2024 sebesar Rp962.775, mengalami pertumbuhan terbesar di Bali sebesar 69,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan per kapita bulanan sebesar Rp731.549, tumbuh 38,5% dan menempati peringkat ke-5 di provinsi. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan sebesar Rp1.694.324, mengalami penurunan sedikit sebesar 7,7% dari tahun 2023, menunjukkan pergeseran pengeluaran ke arah barang bukan makanan meskipun total pengeluaran menurun.
Kabupaten Bangli
Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pengeluaran bukan makanan per kapita bulanan di Kabupaten Bangli tahun 2024 sebesar Rp746.034, tumbuh sebesar 26,4% dari tahun sebelumnya dan menempati peringkat ke-5 di Bali. Pengeluaran makanan per kapita bulanan sebesar Rp785.370, tumbuh 29,5% dan menempati peringkat ke-4 di provinsi. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan sebesar Rp1.531.404, mengalami pertumbuhan sedikit sebesar 0,1% dari tahun 2023, menunjukkan perkembangan pengeluaran yang stabil namun lambat.