Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk perawatan kulit di Kota Surabaya pada tahun 2024 mencapai 102806 rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 13,6 persen dibandingkan tahun 2023 yang mencatat nilai 118937 rupiah. Sepanjang periode 2018 hingga 2024, pengeluaran perawatan kulit di wilayah ini mencatat pergerakan naik turun dengan nilai pengeluaran tertinggi tercatat pada tahun 2023.
(Baca: Statistik Populasi Sapi Potong Jantan yang Bisa Dipotong Periode 2013-2025)
Berdasarkan perbandingan pos pengeluaran, nilai pengeluaran perawatan kulit Kota Surabaya setara dengan 124 persen dari rata-rata pengeluaran kecantikan, 99 persen dari pengeluaran sabun mandi, dan hanya 67 persen dari pengeluaran masyarakat untuk rokok dan tembakau setiap bulannya. Sementara itu jika dibandingkan total pengeluaran aneka barang dan jasa, bagian perawatan kulit hanya menyumbang 14,2 persen dari total pengeluaran tersebut.
Sepanjang tujuh tahun data yang tercatat, terjadi lonjakan pengeluaran tertinggi pada tahun 2022 dengan kenaikan sebesar 54,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Setelah lonjakan tersebut, nilai pengeluaran hampir stagnan pada tahun 2023 sebelum akhirnya turun pada tahun 2024. Sebelum tahun 2022, nilai pengeluaran perawatan kulit di Kota Surabaya selalu berada di bawah angka 90000 rupiah per kapita per bulan.
Untuk tingkat provinsi Jawa Timur, Kota Surabaya menempati urutan pertama pengeluaran perawatan kulit sepanjang tahun 2024. Posisi ini diikuti oleh Kabupaten Sidoarjo dengan nilai 96645 rupiah, Kota Malang 96117 rupiah, Kota Madiun 90081 rupiah dan Kota Pasuruan 84870 rupiah. Secara nasional, Kota Surabaya menempati urutan ke 47 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia untuk kategori pengeluaran ini.
Kabupaten Sidoarjo
Kabupaten Sidoarjo menempati urutan kedua se-Jawa Timur untuk pengeluaran perawatan kulit tahun 2024 dengan nilai 96645 rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 26 persen dibandingkan tahun sebelumnya, penurunan ini lebih besar dibandingkan penurunan yang terjadi di Kota Surabaya. Untuk total pengeluaran bukan makanan per kapita, Kabupaten Sidoarjo menempati urutan ketiga se-provinsi dengan nilai 1190248 rupiah pada tahun 2024, mengalami penurunan sedikit sebesar 3 persen dari tahun sebelumnya.
Kota Malang
(Baca: PDB Menurut Daya Beli di Benin 2024)
Kota Malang mencatat pengeluaran perawatan kulit sebesar 96117 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2024, menempati urutan ketiga se-Jawa Timur. Berbeda dengan sebagian besar wilayah besar, Kota Malang justru mencatat kenaikan sedikit sebesar 3,4 persen untuk pos pengeluaran ini dibandingkan tahun 2023. Untuk total pengeluaran bukan makanan, Kota Malang masih mempertahankan posisi urutan pertama se-Jawa Timur dengan nilai 1395875 rupiah per kapita per bulan, mengalami penurunan sangat kecil sebesar 0,2 persen pada tahun 2024.
Kota Madiun
Pada urutan keempat se-provinsi Jawa Timur, Kota Madiun mencatat pengeluaran perawatan kulit sebesar 90081 rupiah per kapita per bulan tahun 2024. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 24,4 persen dibandingkan nilai tahun sebelumnya. Sementara itu untuk total pengeluaran keseluruhan masyarakat termasuk makanan dan bukan makanan, Kota Madiun justru menempati urutan pertama se-Jawa Timur dengan nilai 2251268 rupiah per kapita per bulan, meskipun mengalami penurunan sebesar 3,9 persen dari tahun 2023.
Kota Pasuruan
Kota Pasuruan menempati urutan kelima se-Jawa Timur untuk pengeluaran perawatan kulit tahun 2024 dengan nilai 84870 rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini mencatat kenaikan terbesar diantara 5 wilayah teratas yaitu sebesar 26,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk pengeluaran makanan per kapita, Kota Pasuruan menempati urutan kelima se-provinsi dengan nilai 845257 rupiah per bulan, mencatat kenaikan sebesar 4,8 persen pada tahun 2024. Posisi ranking untuk semua kategori pengeluaran di Kota Pasuruan tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya.
Secara rata-rata lima tahun terakhir, pengeluaran perawatan kulit di Kota Surabaya masih berada di atas rata-rata seluruh kabupaten kota di Jawa Timur sebesar 41 persen. Meskipun terjadi penurunan pada tahun 2024, nilai pengeluaran ini masih lebih tinggi dibandingkan seluruh periode sebelum tahun 2022. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.