Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk aneka barang dan jasa di Kota Sabang pada tahun 2024 mencapai 429857 Rupiah. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 5 persen dibandingkan tahun 2023, dengan selisih penambahan sebesar 20467 Rupiah per orang setiap bulannya. Sepanjang periode 2018 hingga 2024, nilai pengeluaran ini menunjukkan pola pergerakan dengan kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2019 sebesar 38,2 persen, sedangkan satu-satunya penurunan terjadi pada tahun 2021 sebesar 5,8 persen.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Jambi 2024)
Sepanjang tujuh tahun periode pengamatan, pengeluaran aneka barang dan jasa di Kota Sabang hanya mengalami penurunan satu kali yaitu pada tahun 2021. Setelah tahun tersebut, angka konsumsi ini terus mengalami kenaikan setiap tahun secara berkelanjutan. Rata-rata pertumbuhan tiga tahun terakhir yaitu periode 2022 hingga 2024 mencapai 14,6 persen per tahun, angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan lima tahun terakhir yang hanya sebesar 11,2 persen per tahun.
Untuk posisi peringkat seprovinsi Aceh, Kota Sabang menempati urutan pertama untuk kategori pengeluaran aneka barang dan jasa pada tahun 2024. Posisi ini mengungguli Kota Banda Aceh yang berada di urutan kedua dengan nilai pengeluaran 397296 Rupiah, Kabupaten Bener Meriah di urutan ketiga sebesar 362409 Rupiah, Kabupaten Nagan Raya urutan keempat 350715 Rupiah serta Kota Lhokseumawe di urutan kelima 310446 Rupiah. Secara nasional, Kota Sabang berada di peringkat 45 dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia, sedangkan pada skala pulau Sumatera menempati urutan ketujuh.
Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat rincian komponen pengeluaran pendukung yang membentuk nilai aneka barang dan jasa di Kota Sabang. Rata-rata warga mengeluarkan 339726 Rupiah per bulan untuk makanan jadi, 166614 Rupiah untuk rokok dan tembakau, 114991 Rupiah untuk sabun mandi, 103452 Rupiah untuk perawatan serta 86030 Rupiah untuk kebutuhan kecantikan. Seluruh nilai ini tercatat untuk periode tahun 2024.
Kota Banda Aceh
Kota Banda Aceh mencatat pengeluaran aneka barang dan jasa sebesar 397296 Rupiah per kapita per bulan pada tahun 2024, dengan pertumbuhan sedikit naik sebesar 1,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk total pengeluaran makanan dan bukan makanan, wilayah ini menempati peringkat pertama se-provinsi Aceh dengan nilai total 2402683 Rupiah per kapita per bulan. Pengeluaran untuk makanan di Kota Banda Aceh tumbuh sebesar 14,1 persen pada tahun 2024, menjadikannya wilayah kedua dengan pengeluaran makanan tertinggi di seluruh Aceh.
(Baca: Harga Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga di Singaraja Bulan Mei Turun 0,09%)
Kabupaten Bener Meriah
Kabupaten Bener Meriah berada di urutan ketiga se-provinsi Aceh untuk pengeluaran aneka barang dan jasa dengan nilai 362409 Rupiah pada tahun 2024. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sebesar 16,9 persen untuk kategori tersebut, menjadi salah satu pertumbuhan tertinggi di antara seluruh kabupaten kota di Aceh. Untuk total pengeluaran per kapita, wilayah ini menempati urutan keempat se-provinsi, dengan pengeluaran makanan tumbuh sangat tinggi sebesar 32,4 persen pada tahun laporan.
Kota Lhokseumawe
Kota Lhokseumawe mencatat pengeluaran aneka barang dan jasa sebesar 310446 Rupiah per kapita per bulan pada tahun 2024, dengan pertumbuhan sebesar 18,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini menempati urutan kedua se-provinsi Aceh untuk total pengeluaran bukan makanan dengan nilai 893134 Rupiah per kapita per bulan. Untuk total keseluruhan pengeluaran makanan dan bukan makanan, Kota Lhokseumawe menempati urutan ketiga di seluruh wilayah Aceh.
Kabupaten Nagan Raya
Kabupaten Nagan Raya mencatat pengeluaran aneka barang dan jasa sebesar 350715 Rupiah pada tahun 2024, dan menjadi satu dari sedikit wilayah yang mengalami penurunan untuk kategori ini yaitu sebesar 7,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun demikian, wilayah ini masih menempati urutan pertama se-provinsi Aceh untuk total pengeluaran makanan dengan nilai 1120129 Rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan pengeluaran makanan mencapai 24,3 persen pada tahun laporan.