Harga Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga di Singaraja Bulan Mei Turun 0,09%
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Harga-harga komponen penyumbang inflasi peralatan dan perlengkapan perumahan dan kebun di Singaraja pada Mei kemarin turun 0,09%. Angka ini lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 0,92%. Di antara delapan kelompok inflasi yang diukur di daerah ini, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga menyumbang -0,07% inflasi daerah.
(Baca: 0,1% Penduduk di Papua Barat Beragama Hindu)
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan indeks harga konsumen (IHK) perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga di Singaraja berada di level 107,89 pada Mei 2026, lebih rendah dibanding bulan sebelumnya yang tercatat 107,99.
Bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu, inflasi perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga telah mencapai 2,86% (year on year/yoy). Sementara jika dibandingkan dengan posisi awal tahun, harga-harga komponen penyumbang inflasi di Singaraja telah mengalami pertumbuhan 0,82% (year to date/ytd).
Hasil survei BPS, data per Mei 2026, 11 kelompok inflasi ini berada di urutan ketujuh di bandingkan sub kelompok lainnya.
(Baca: Statistik Inflasi Bulanan Periode 2024-2026)
Berikut ini inflasi subkelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga yang di ukur BPS per Mei di Singaraja :
- Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga -0,07%
- Kelompok peralatan dan perlengkapan perumahan dan kebun -0,09%
- Kelompok barang dan layanan untuk pemeliharaan rumah tangga rutin -0,26%
- Kelompok barang pecah belah dan peralatan makan minum 1,52%
Dibandingkan dengan 58 kabupaten/kota lain, inflasi perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga tertinggi terjadi di Indonesia sebesar 0,15% dengan IHK sebesar 106.82 dan terendah terjadi di Kabupaten Bulukumba sebesar 0,46% dengan IHK sebesar 103.81. Sementara untuk Singaraja ini menempati urutan 49.
Bulan Maret 2025, BPS mencatat inflasi nasional mencapai 1,65% secara bulanan dan 3,08% secara tahunan. Meski tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi bulanan sebelumnya, tingkat inflasi bulanan ini masih lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar 1,6%.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 18.187 | -0.02 | |
| Neraca perdagangan (Apr) | 89,10 | -97.32 | |
| Ekspor Migas (Apr) | 1,16 | -9.81 | |
| Impor Migas (Apr) | 4,60 | +45.09 | |
| Ekspor (Apr) | 25,30 | +12.32 | |
| Impor (Apr) | 25,21 | +31.28 | |
| Kunjungan Wisman (Apr) | 1,25 | +14.75 | |
| Inflasi yoy (Mei) | 3,08% | +0.66 | |
| Inflasi mom (Mei) | 0,28% | +0.15 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| NTP (Mei) | 113,79 | +1.34 |