Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk kebutuhan kecantikan di Kabupaten Lanny Jaya mencapai 49459 Rupiah pada tahun 2024. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 40,5 persen dibandingkan tahun 2023. Sepanjang periode tujuh tahun pencatatan sejak 2018, angka pengeluaran ini pernah menyentuh pengeluaran tertinggi pada tahun 2020 sebesar 63648 Rupiah, dan terendah tercatat pada tahun 2018 sebesar 28470 Rupiah.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Aneka Barang dan Jasa Kab. Kudus | 2024)
Sepanjang tahun 2018 sampai 2024, catatan pengeluaran kecantikan di wilayah ini menunjukkan pergerakan naik turun yang tajam. Setelah mencatat kenaikan 80,6 persen pada tahun 2020, angka pengeluaran turun lebih dari separuh pada tahun berikutnya menjadi 30752 Rupiah. Setelah itu angka bergerak naik sedikit pada 2022, turun sedikit pada 2023, sebelum kembali naik signifikan pada tahun 2024.
Nilai pengeluaran kecantikan tahun 2024 tersebut setara dengan 6,9 persen dari total pengeluaran aneka barang jasa per kapita di kabupaten ini. Dibandingkan pengeluaran sabun mandi yang mencapai 254270 Rupiah per kapita per bulan, alokasi untuk kecantikan masih berada di bawah seperlima dari pengeluaran produk perawatan dasar tersebut. Sementara itu alokasi untuk makanan jadi per kapita mencapai 88952 Rupiah, atau hampir dua kali lipat pengeluaran kecantikan.
Berdasarkan data perbandingan seprovinsi Papua Pegunungan, Kabupaten Lanny Jaya menempati urutan pertama pengeluaran kecantikan pada tahun 2024. Urutan di bawahnya diikuti Kabupaten Jayawijaya dengan 39961 Rupiah, Kabupaten Pegunungan Bintang 26124 Rupiah, Kabupaten Yalimo 24301 Rupiah dan Kabupaten Nduga 17696 Rupiah. Dari seluruh kabupaten di wilayah ini, hanya Lanny Jaya dan Pegunungan Bintang yang mencatat kenaikan pengeluaran kecantikan dibanding tahun sebelumnya.
Pengeluaran Total Masyarakat Kabupaten Lanny Jaya
Badan Pusat Statistik mencatat total pengeluaran per kapita per bulan masyarakat Kabupaten Lanny Jaya untuk seluruh kebutuhan makanan dan bukan makanan mencapai 2739159 Rupiah pada tahun 2024. Nilai ini mengalami kenaikan 25,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempatkan kabupaten ini pada urutan pertama tertinggi di seluruh wilayah Provinsi Papua Pegunungan. Kenaikan ini terjadi bersamaan dengan peningkatan pengeluaran kecantikan, dimana kedua indikator sama-sama menempati peringkat teratas seprovinsi pada tahun pencatatan terakhir.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Bali 2015 - 2024)
Pengeluaran Kebutuhan Makanan
Untuk kategori pengeluaran makanan, Kabupaten Lanny Jaya kembali mencatat nilai tertinggi seprovinsi dengan angka 1929211 Rupiah per kapita per bulan tahun 2024. Angka ini tumbuh sebesar 19,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, mengungguli seluruh kabupaten lain di wilayah Papua Pegunungan. Nilai pengeluaran makanan di wilayah ini bahkan 66 persen lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Yahukimo yang menempati urutan terendah pada kategori yang sama.
Pengeluaran Bukan Makanan
Pada kategori pengeluaran bukan makanan, Kabupaten Lanny Jaya menempati urutan kedua seprovinsi dengan nilai 809948 Rupiah per kapita per bulan tahun 2024. Nilai ini tumbuh sebesar 24,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, hanya berada di bawah Kabupaten Yalimo yang mencatat pertumbuhan 91,2 persen pada kategori yang sama. Secara umum seluruh peningkatan kategori pengeluaran di wilayah ini berjalan sejalan dengan kenaikan alokasi anggaran untuk kebutuhan kecantikan masyarakat.
Perbandingan Pertumbuhan Antar Wilayah
Dari seluruh tujuh kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan, hanya Kabupaten Lanny Jaya yang secara konsisten menempati tiga besar teratas untuk seluruh kategori pengeluaran pada tahun 2024. Berbeda dengan sebagian besar wilayah lain yang mencatat penurunan pada banyak kategori pengeluaran, seluruh indikator utama di Kabupaten Lanny Jaya tercatat mengalami kenaikan pada tahun terakhir. Pola ini menjadikan wilayah ini sebagai satu-satunya kabupaten di provinsi tersebut yang mencatat pertumbuhan positif simultan untuk seluruh kategori pengeluaran utama masyarakat.