Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita masyarakat Kabupaten Banyuwangi untuk kebutuhan kecantikan mencapai 60053 Rupiah per orang per bulan pada tahun 2024. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 17,2 persen dibandingkan tahun 2023. Peningkatan ini terjadi setelah pada tahun sebelumnya tercatat kenaikan sebesar 11,5 persen.
(Baca: Jumlah Perceraian Kalimantan Barat 413 Kasus Data per 2024)
Sepanjang kurun waktu 2018 hingga 2024, pengeluaran kecantikan di wilayah ini tercatat selalu mengalami kenaikan kecuali pada tahun 2020. Pada tahun 2020 terjadi penurunan sedikit sebesar 6,1 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran tertinggi tercatat pada tahun 2024 sesuai data terakhir yang dirilis.
Nilai pengeluaran kecantikan ini menyumbang sekitar 17,1 persen dari total pengeluaran perawatan penduduk, 7,5 persen dari pengeluaran aneka barang dan jasa, serta 21,8 persen dari pengeluaran sabun mandi per kapita sebulan. Jika dibandingkan dengan pengeluaran makanan jadi, nilai pengeluaran kecantikan mencapai 21,8 persen dari total pengeluaran makanan jadi penduduk.
Berdasarkan peringkat seprovinsi Jawa Timur, Kabupaten Banyuwangi menempati urutan ke 7 dari 38 kabupaten dan kota di seluruh provinsi untuk kategori pengeluaran kecantikan tahun 2024. Peringkat ini berada di atas Kabupaten Gresik, Kota Madiun serta 31 wilayah lain di Jawa Timur. Enam wilayah yang mencatatkan pengeluaran kecantikan lebih tinggi antara lain Kota Surabaya, Kota Batu, Kota Probolinggo, Kota Mojokerto, Kota Blitar dan Kota Malang.
Kota Surabaya mencatatkan pengeluaran kecantikan tertinggi se-Jawa Timur dengan nilai 82861 Rupiah per kapita per bulan pada 2024, diikuti Kota Batu sebesar 74071 Rupiah, Kota Probolinggo 73520 Rupiah, Kota Mojokerto 71165 Rupiah dan Kota Blitar 67175 Rupiah. Dari seluruh wilayah tersebut, hanya Kota Surabaya yang mencatatkan pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Banyuwangi pada tahun yang sama.
Kota Surabaya
(Baca: Nilai Tertinggi Jalur Prestasi Masuk ke SMA12 Kota Depok | 2025)
Badan Pusat Statistik mencatat Kota Surabaya menempati peringkat pertama seluruh Jawa Timur untuk total pengeluaran per kapita penduduk baik makanan maupun bukan makanan. Total pengeluaran masyarakat kota ini mencapai 2834267 Rupiah per orang per bulan pada 2024, dengan pertumbuhan 6,4 persen dibanding tahun sebelumnya. Pengeluaran bukan makanan di wilayah ini mencapai 1696100 Rupiah per kapita, nilai tertinggi dibandingkan seluruh kabupaten dan kota di provinsi ini.
Kota Malang
Kota Malang menempati urutan kedua se-Jawa Timur untuk kategori pengeluaran bukan makanan per kapita dengan nilai 1395875 Rupiah per orang per bulan tahun 2024. Wilayah ini mencatatkan penurunan sedikit sebesar 0,2 persen untuk pengeluaran bukan makanan dibanding tahun sebelumnya. Untuk total pengeluaran keseluruhan, Kota Malang berada pada urutan ketiga seprovinsi dengan nilai 2199652 Rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Banyuwangi
Untuk total pengeluaran per kapita keseluruhan, Kabupaten Banyuwangi menempati urutan ke 13 dari 38 wilayah di Jawa Timur pada tahun 2024. Nilai total pengeluaran masyarakat wilayah ini mencapai 1611793 Rupiah per orang per bulan, dengan pertumbuhan sebesar 12,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan penduduk Banyuwangi juga tercatat pada urutan ke 7 seprovinsi dengan nilai 842300 Rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Sidoarjo
Kabupaten Sidoarjo menempati urutan ke empat se-Jawa Timur untuk total pengeluaran per kapita penduduk dengan nilai 2134188 Rupiah per orang per bulan tahun 2024. Wilayah ini mencatatkan kenaikan 1,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sedangkan untuk pengeluaran bukan makanan tercatat penurunan sedikit sebesar 3 persen. Untuk kategori pengeluaran kecantikan, Kabupaten Sidoarjo berada pada urutan ke 11 seprovinsi di bawah Kabupaten Banyuwangi.