Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita bulanan masyarakat Kabupaten Banyuwangi untuk kebutuhan kecantikan pada tahun 2024 mencapai 60053 rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 17,2 persen dibandingkan tahun 2023, dengan penambahan nilai sebesar 8832,6 rupiah per orang setiap bulannya.
(Baca: Jumlah Kepala Sekolah dan Guru SMA Swasta Periode 2016-2024)
Selama periode 2018 sampai 2024, pengeluaran kecantikan di wilayah ini tercatat hanya mengalami penurunan satu kali yaitu pada tahun 2021 ke 2022 sebesar 6,1 persen. Selain tahun tersebut, setiap tahunnya nilai pengeluaran selalu mengalami kenaikan, dengan kenaikan tertinggi terjadi pada periode 2018 ke 2019 sebesar 41,1 persen. Pada tahun 2024 tercatat sebagai nilai pengeluaran tertinggi selama tujuh tahun periode pengamatan.
Berdasarkan komposisi pengeluaran masyarakat, nilai pengeluaran kecantikan menyumbang sekitar 17,1 persen dari total pengeluaran perawatan, 8,5 persen dari pengeluaran aneka barang jasa, dan 21,8 persen dari pengeluaran sabun mandi bulanan per kapita. Nilai ini juga setara dengan 45,3 persen pengeluaran untuk rokok dan tembakau yang tercatat setiap bulannya oleh masyarakat di kabupaten ini.
Untuk peringkat seprovinsi Jawa Timur, Kabupaten Banyuwangi menempati urutan ke 7 dari 38 kabupaten dan kota untuk kategori pengeluaran kecantikan tahun 2024. Enam wilayah yang berada di atas Kabupaten Banyuwangi secara berurutan adalah Kota Surabaya, Kota Batu, Kota Probolinggo, Kota Mojokerto, Kota Blitar dan Kota Malang. Secara nasional wilayah ini menempati urutan ke 58 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia.
Kota Surabaya
Kota Surabaya tercatat sebagai wilayah dengan pengeluaran kecantikan tertinggi di Jawa Timur tahun 2024 dengan nilai 82861 rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini juga mencatatkan pertumbuhan pengeluaran kecantikan sebesar 37,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi salah satu pertumbuhan tertinggi di provinsi ini. Selain itu Kota Surabaya juga konsisten menempati urutan pertama untuk seluruh kategori pengeluaran per kapita baik makanan, bukan makanan maupun total pengeluaran masyarakat.
Kota Malang
(Baca: Daftar 10 Siswa Lolos Ujian Masuk SMA9 DEPOK 2025)
Kota Malang menempati urutan ke enam seprovinsi untuk pengeluaran kecantikan dengan nilai 65920 rupiah per kapita setiap bulannya. Berbeda dengan sebagian besar wilayah lain, Kota Malang justru mencatatkan sedikit penurunan pengeluaran kecantikan sebesar 1,5 persen pada tahun 2024. Untuk kategori pengeluaran bukan makanan secara keseluruhan, Kota Malang menempati urutan kedua tertinggi di seluruh Jawa Timur.
Kabupaten Gresik
Kabupaten Gresik berada satu peringkat di bawah Kabupaten Banyuwangi yaitu urutan ke delapan untuk pengeluaran kecantikan tahun 2024 dengan nilai 58083 rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini mencatatkan kenaikan pengeluaran kecantikan sebesar 10,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk kategori pengeluaran bukan makanan secara umum, Kabupaten Gresik menempati urutan keenam se Jawa Timur, berada di atas Kabupaten Banyuwangi yang berada di urutan ke dua belas.
Kota Madiun
Kota Madiun menempati urutan kedelapan untuk pengeluaran bukan makanan se Jawa Timur, namun untuk kategori kecantikan hanya menempati urutan kedelapan dengan nilai 58096 rupiah per kapita bulanan. Wilayah ini mencatatkan penurunan pengeluaran kecantikan sebesar 8,4 persen pada tahun 2024, menjadi salah satu dari sedikit wilayah di jawa timur yang mengalami penurunan pada kategori pengeluaran ini.
Sepanjang lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan pengeluaran kecantikan di Kabupaten Banyuwangi mencapai 8,8 persen setiap tahunnya. Nilai pertumbuhan tahun 2024 yang mencapai 17,2 persen tercatat lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan lima tahun terakhir tersebut. Dari seluruh periode pengamatan, hanya terjadi satu kali penurunan yaitu pada tahun 2022 yang juga menjadi satu-satunya anomali penurunan selama tujuh tahun data tersedia.
Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas Badan Pusat Statistik. Seluruh data pengeluaran dihitung berdasarkan nilai pengeluaran riil per kapita setiap bulannya yang dikumpulkan melalui survey rumah tangga di seluruh wilayah Jawa Timur pada periode tahun 2018 sampai dengan tahun 2024.