Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita bulanan untuk kebutuhan kecantikan di Kabupaten Intan Jaya Papua Tengah tahun 2024 mencapai 7357 Rupiah. Angka ini mengalami penurunan sebesar 60,1 persen dibandingkan tahun 2023 yang tercatat sebesar 18437 Rupiah per kapita per bulan. Penurunan ini merupakan penurunan terbesar yang terjadi dalam kurun data tujuh tahun terakhir sejak 2018 untuk kategori pengeluaran ini.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Papua Barat 2024)
Dari total pengeluaran masyarakat per kapita sebulan, anggaran untuk kebutuhan kecantikan hanya menyumbang 2,28 persen dari total pengeluaran aneka barang dan jasa. Nilai ini jauh lebih kecil dibandingkan pengeluaran untuk sabun mandi yang mencapai 78780 Rupiah, pengeluaran rokok dan tembakau sebesar 89216 Rupiah, maupun pengeluaran perawatan umum yang tercatat 72715 Rupiah per kapita setiap bulannya.
Sepanjang tujuh tahun data yang tercatat, pengeluaran kecantikan di wilayah ini menunjukkan pergerakan naik turun yang tajam. Pengeluaran tertinggi tercatat pada tahun 2020 dengan nilai 26567 Rupiah per kapita, sementara nilai terendah tercatat pada tahun 2024 ini. Terdapat anomali pada tahun 2022 dimana pengeluaran turun drastis menjadi 8661 Rupiah, kemudian naik 112,9 persen pada tahun 2023 sebelum akhirnya turun kembali sangat dalam pada tahun 2024.
Berdasarkan perbandingan seprovinsi Papua Tengah, Kabupaten Intan Jaya berada di peringkat 6 dari total 8 kabupaten yang ada untuk kategori pengeluaran kecantikan tahun 2024. Di atas wilayah ini berturut-turut adalah Kabupaten Puncak Jaya, Nabire, Mimika, Dogiyai dan Puncak. Sementara di bawah Kabupaten Intan Jaya terdapat Kabupaten Paniai dan Deiyai yang mencatatkan nilai pengeluaran kecantikan lebih rendah lagi.
Untuk kategori pengeluaran bukan makanan secara keseluruhan, Badan Pusat Statistik mencatat Kabupaten Intan Jaya berada di peringkat 4 seprovinsi pada tahun 2024. Nilai pengeluaran bukan makanan per kapita bulanan wilayah ini mencapai 412490 Rupiah, atau mengalami kenaikan sebesar 61,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini merupakan kenaikan tertinggi kedua di Papua Tengah setelah Kabupaten Deiyai untuk kategori yang sama.
Kabupaten Puncak Jaya
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Sabun Mandi Kab. Bone | 2024)
Kabupaten Puncak Jaya secara konsisten menempati peringkat pertama seprovinsi Papua Tengah untuk hampir seluruh kategori pengeluaran masyarakat. Pada tahun 2024, wilayah ini mencatatkan pengeluaran kecantikan sebesar 40388 Rupiah per kapita, meskipun mengalami penurunan 41,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total pengeluaran makanan per kapita bulanan disini mencapai 1888613 Rupiah, atau naik 5,1 persen dari tahun lalu, dan tetap menjadi wilayah dengan daya beli tertinggi di seluruh provinsi.
Kabupaten Mimika
Kabupaten Mimika menempati peringkat ketiga untuk pengeluaran kecantikan tahun 2024 dengan nilai 29961 Rupiah per kapita setiap bulannya. Wilayah ini mengalami penurunan 42,8 persen untuk kategori kecantikan, namun justru mencatatkan kenaikan 12,7 persen untuk total pengeluaran bukan makanan. Total pengeluaran keseluruhan masyarakat Mimika tercatat 1735786 Rupiah per kapita per bulan, menempati posisi kedua seprovinsi Papua Tengah.
Kabupaten Nabire
Kabupaten Nabire menjadi satu-satunya wilayah di tiga besar provinsi yang mencatatkan kenaikan pengeluaran untuk kecantikan pada tahun 2024. Nilai pengeluaran kecantikan disini mencapai 36474 Rupiah, atau naik sedikit 8,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk total pengeluaran bukan makanan, Nabire mencatatkan kenaikan 23,8 persen dan menempati posisi ketiga seprovinsi dengan nilai 840637 Rupiah per kapita setiap bulannya.
Kabupaten Dogiyai
Kabupaten Dogiyai menunjukkan performa berbeda untuk kategori pengeluaran kecantikan, dimana wilayah ini mencatatkan kenaikan sebesar 20,5 persen pada tahun 2024 menjadi 13863 Rupiah per kapita. Kenaikan ini menjadikan Dogiyai berada di peringkat 4 seprovinsi untuk kategori ini, naik satu peringkat dibandingkan posisi tahun sebelumnya. Untuk pengeluaran makanan, Dogiyai mencatatkan kenaikan sangat besar 151,9 persen pada tahun 2024, merupakan kenaikan tertinggi di seluruh provinsi Papua Tengah.