Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk sabun mandi di Kabupaten Buru Selatan, Provinsi Maluku, mencapai 55.376 rupiah pada tahun 2024. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 8,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 60.660 rupiah. Selisih pengeluaran sabun mandi dengan tahun sebelumnya adalah minus 5.284 rupiah, menjadi titik penurunan setelah serangkaian kenaikan selama lima tahun sebelumnya.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Nusa Tenggara Timur 2015 - 2024)
Dari data historis tahun 2018 hingga 2023, pengeluaran sabun mandi di wilayah ini terus mengalami kenaikan secara bertahap. Tahun 2018, pengeluaran masih berada di 40.064 rupiah, lalu naik menjadi 41.892 rupiah pada 2019, 44.380 rupiah pada 2020, 50.886 rupiah pada 2021, 55.910 rupiah pada 2022, dan mencapai pengeluaran tertinggi pada 2023 sebesar 60.660 rupiah. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2021 dengan pertumbuhan sebesar 14,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Total pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa di Kabupaten Buru Selatan adalah 174.738 rupiah, sehingga pengeluaran sabun mandi menyumbang sekitar 31,7 persen dari total pengeluaran barang jasa tersebut. Pengeluaran untuk sabun mandi juga lebih tinggi dibandingkan rata-rata pengeluaran untuk kecantikan yang sebesar 22.525 rupiah per kapita sebulan, namun lebih rendah dibandingkan pengeluaran untuk perawatan yang mencapai 52.116 rupiah per kapita sebulan.
Dalam perbandingan seprovinsi Maluku, Kabupaten Buru Selatan menempati rank ke-10 untuk pengeluaran sabun mandi pada tahun 2024. Lima kabupaten/kota dengan pengeluaran sabun mandi tertinggi di provinsi ini adalah Kota Ambon (95.183 rupiah), Kota Tual (85.059 rupiah), Kabupaten Maluku Tengah (75.006 rupiah), Kabupaten Maluku Barat Daya (71.942 rupiah), dan Kabupaten Maluku Tenggara Barat (71.941 rupiah). Kota Ambon mengalami kenaikan sebesar 8,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sedangkan Kota Tual mengalami penurunan sedikit sebesar 5,5 persen.
Data pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Buru Selatan pada tahun 2024 mencapai 391.444 rupiah, mengalami kenaikan sebesar 9,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 357.494 rupiah. Wilayah ini menempati rank ke-11 seprovinsi Maluku untuk kategori pengeluaran bukan makanan, di bawah Kabupaten Seram Bagian Timur yang mencapai 432.245 rupiah. Pengeluaran bukan makanan tertinggi di provinsi dimiliki oleh Kota Ambon dengan 996.551 rupiah, yang mengalami kenaikan sebesar 11,6 persen dari tahun sebelumnya.
(Baca: Nilai Ujian Tes Terstandar Masuk ke SMA11 Kota Depok 2025)
Kota Ambon
Kota Ambon mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan pada tahun 2024 sebesar 1.766.770 rupiah, mengalami kenaikan sedikit sebesar 0,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan di kota ini mencapai 770.218 rupiah per kapita sebulan, naik sebesar 6 persen dari tahun sebelumnya. Wilayah ini menempati rank ke-1 seprovinsi Maluku untuk kedua kategori pengeluaran makanan dan bukan makanan, serta pengeluaran bukan makanan. Pengeluaran sabun mandi di Kota Ambon juga menjadi tertinggi di provinsi dengan 95.183 rupiah, yang naik sebesar 8,6 persen dari tahun sebelumnya.
Kota Tual
Kota Tual memiliki pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan sebesar 1.248.980 rupiah pada tahun 2024, mengalami penurunan sebesar 12,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan di kota ini mencapai 646.559 rupiah per kapita sebulan, naik sebesar 26,4 persen dari tahun sebelumnya. Wilayah ini menempati rank ke-2 seprovinsi Maluku untuk pengeluaran makanan dan bukan makanan, serta rank ke-2 untuk pengeluaran sabun mandi dengan 85.059 rupiah yang turun sedikit sebesar 5,5 persen dari tahun sebelumnya.
Kabupaten Buru
Kabupaten Buru mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan sebesar 1.215.290 rupiah pada tahun 2024, turun sebesar 11,1 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan di wilayah ini mencapai 657.161 rupiah per kapita sebulan, naik sebesar 24 persen dari tahun sebelumnya. Wilayah ini menempati rank ke-3 seprovinsi Maluku untuk pengeluaran makanan dan bukan makanan, serta rank ke-7 untuk pengeluaran sabun mandi dengan 67.262 rupiah yang naik sebesar 11,6 persen dari tahun sebelumnya.