- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Menurut data International Monetary Fund (IMF), PDB Paritas Daya Beli (PPP) Senegal pada tahun 2024 tercatat sebesar 210,55 unit, mengalami penurunan sebesar 1,74% dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 214,28 unit. Nilai ini juga berada di bawah rata-rata tiga tahun terakhir (2021-2023) sebesar sekitar 213,98 unit, serta di bawah rata-rata lima tahun terakhir (2019-2023) sebesar sekitar 219,18 unit. Kondisi ini menunjukkan daya beli implikasi Senegal dalam konteks PPP telah mengalami penurunan berkelanjutan sejak puncaknya.
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Senegal terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau di Kab. Wakatobi 2018 - 2024)
Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir (2015-2024), nilai PDB PPP Senegal mencapai puncak tertinggi pada tahun 2016 sebesar 246,47 unit, kemudian mengalami penurunan konsisten hingga tahun 2021 (212,33 unit). Tahun 2022 terjadi peningkatan kecil sebesar 1,41% menjadi 215,32 unit, namun kembali menurun pada tahun 2023 (0,48%) dan terus menurun lebih signifikan pada tahun 2024. Nilai terendah dalam rentang ini dicapai pada tahun 2024.
Secara peringkat regional Afrika, Senegal mengalami penurunan peringkat yang signifikan pada tahun 2024, dari peringkat 13 pada tahun 2023 menjadi peringkat 19. Penurunan ini menunjukkan daya beli implikasi Senegal relatif lebih rendah dibandingkan lebih banyak negara di wilayah Afrika dibandingkan tahun sebelumnya, akibat penurunan nilai PDB PPP yang terus berlanjut.
IMF memproyeksikan nilai PDB PPP Senegal akan mengalami kontraksi pada tahun 2025 sebesar 0,64% menjadi 209,202 unit, diikuti kontraksi kecil lagi sebesar 0,18% pada tahun 2026. Kontraksi di sini merujuk pada penurunan nilai PDB PPP yang menunjukkan daya beli implikasi Senegal akan sedikit lebih rendah. Setelah itu, proyeksi menunjukkan peningkatan kecil pada tahun 2027, diikuti fluktuasi kecil yang membuat nilai pada tahun 2030 masih di bawah nilai tahun 2024.
Dalam perbandingan dengan negara tetangga, Senegal berada di posisi di bawah Pantai Gading (215,927 unit) dan di atas Mali (203,942 unit) pada tahun 2024. Secara peringkat regional, Pantai Gading menempati peringkat 14, Mali di peringkat 20, sehingga Senegal berada di antara kedua negara ini.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Papua Pegunungan 2024 - 2024)
Tidak terdapat anomali signifikan dalam data PDB PPP Senegal selama 10 tahun terakhir. Semua perubahan nilai sesuai dengan tren penurunan umum, kecuali peningkatan kecil pada tahun 2022 yang hanya merupakan perubahan sementara sebelum kembali ke tren penurunan pada tahun berikutnya. Tidak ada perubahan nilai yang jauh melampaui rentang fluktuasi normal.
Keseluruhan, kondisi PDB PPP Senegal pada tahun 2024 menunjukkan penurunan konsisten dari puncaknya pada tahun 2016, dengan peringkat regional yang juga menurun. Proyeksi IMF menunjukkan kondisi ini akan terus berlanjut dengan kontraksi kecil pada dua tahun berikutnya sebelum pemulihan lambat. Untuk meningkatkan daya beli implikasi, Senegal perlu langkah ekonomi yang mendukung pertumbuhan PDB PPP.