Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, pada tahun 2024 mencapai 104.368 rupiah. Pengeluaran ini mengalami kenaikan sedikit sebesar 1,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 103.241 rupiah. Selisih pengeluaran antara tahun 2024 dan 2023 adalah 1.127 rupiah per kapita sebulan.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Perawatan Kulit di Kab. Rokan Hilir 2018 - 2024)
Berdasarkan data historis periode 2018 hingga 2024, pengeluaran rokok dan tembakau di Kabupaten Wakatobi menunjukkan fluktuasi yang jelas. Tahun 2018, nilai pengeluaran adalah 73.728 rupiah, lalu naik sebesar 21,7 persen menjadi 89.693 rupiah pada 2019. Tahun 2020, pengeluaran turun sedikit sebesar 2,7 persen menjadi 87.312 rupiah, dan terus turun sebesar 5 persen pada 2021 menjadi 82.938 rupiah. Tahun 2022, pengeluaran turun lagi sebesar 10 persen menjadi 74.629 rupiah sebelum naik drastis sebesar 38,3 persen pada 2023 menjadi 103.241 rupiah.
Pengeluaran rokok dan tembakau di Kabupaten Wakatobi pada tahun 2024 menyumbang sekitar 41,5 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa yang sebesar 251.572 rupiah. Dibandingkan dengan pengeluaran untuk perawatan yang sebesar 72.849 rupiah, pengeluaran rokok dan tembakau lebih tinggi sebesar 31.519 rupiah. Namun, pengeluaran untuk sabun mandi yang sebesar 73.392 rupiah masih sedikit lebih tinggi dibandingkan pengeluaran rokok dan tembakau tahun 2024.
Dalam perbandingan antar kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Tenggara, Kabupaten Wakatobi menempati peringkat ke-10 untuk pengeluaran rokok dan tembakau tahun 2024. Lima kabupaten dengan pengeluaran tertinggi adalah Kabupaten Konawe Utara (184.041 rupiah, pertumbuhan 6,2 persen), Kabupaten Kepulauan Konawe (160.200 rupiah, pertumbuhan 8,2 persen), Kabupaten Bombana (146.853 rupiah, pertumbuhan minus 0,1 persen), Kabupaten Konawe (140.726 rupiah, pertumbuhan 10,6 persen), dan Kabupaten Kolaka Utara (139.746 rupiah, pertumbuhan 16,6 persen). Peringkat Kabupaten Wakatobi tetap sama seperti tahun sebelumnya, tidak ada perubahan dalam urutan peringkat di tingkat provinsi.
Kota Kendari
Kota Kendari menempati peringkat pertama untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan pada tahun 2024 dengan nilai 1.013.733 rupiah, mengalami pertumbuhan sedikit sebesar 1,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan makanan dan bukan makanan, Kota Kendari juga berada di peringkat pertama dengan nilai 1.783.409 rupiah, meskipun mengalami penurunan sebesar 5,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan per kapita sebulan di Kota Kendari mencapai 769.676 rupiah, naik sebesar 8,9 persen dan berada di peringkat kedua di provinsi.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Makanan dan Minuman Jadi di Kab. Maluku Barat Daya 2018 - 2024)
Kabupaten Konawe Utara
Kabupaten Konawe Utara menempati peringkat kedua untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan tahun 2024 dengan nilai 861.907 rupiah, mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 31,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan makanan dan bukan makanan, kabupaten ini berada di peringkat kedua dengan nilai 1.674.005 rupiah, turun sebesar 11,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan per kapita sebulan di sini mencapai 812.097 rupiah, naik sebesar 8,8 persen dan menjadi yang tertinggi di provinsi.
Kabupaten Kolaka Utara
Kabupaten Kolaka Utara menempati peringkat ketiga untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan tahun 2024 dengan nilai 859.737 rupiah, mengalami pertumbuhan sebesar 22,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan makanan dan bukan makanan, kabupaten ini berada di peringkat ketiga dengan nilai 1.599.452 rupiah, naik sebesar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan per kapita sebulan di sini mencapai 739.715 rupiah, naik sebesar 9,4 persen dan berada di peringkat ketiga di provinsi.
Kota Bau Bau
Kota Bau Bau menempati peringkat keempat untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan tahun 2024 dengan nilai 735.519 rupiah, mengalami pertumbuhan sedikit sebesar 6,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan makanan dan bukan makanan, kota ini berada di peringkat keenam dengan nilai 1.232.135 rupiah, turun sedikit sebesar 2,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan per kapita sebulan di sini mencapai 496.616 rupiah, naik sedikit sebesar 1,5 persen dan berada di peringkat duabelas di provinsi.