Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran untuk kecantikan per kapita sebulan di Kabupaten Belitung Timur pada tahun 2024 sebesar 47963 rupiah. Pengeluaran ini mengalami penurunan sebesar 16,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 57577 rupiah. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.
Pengeluaran untuk kecantikan di Kabupaten Belitung Timur hanya menyumbang sekitar 2,4 persen dari total pengeluaran per kapita sebulan masyarakat, yang mencapai 2005586 rupiah pada tahun 2024. Pengeluaran untuk makanan sebesar 1002638 rupiah dan bukan makanan sebesar 1002948 rupiah, menunjukkan kedua kategori ini mendominasi pengeluaran masyarakat dibandingkan kategori kecantikan. Selain itu, pengeluaran untuk kecantikan juga jauh lebih rendah dibandingkan pengeluaran untuk perawatan sebesar 55612 rupiah, sabun mandi sebesar 94982 rupiah, dan rokok serta tembakau sebesar 258544 rupiah per kapita sebulan.
(Baca: Populasi Sapi Potong Jantan yang Bisa Dipotong Periode 2013-2025)
Sejak tahun 2018, pengeluaran untuk kecantikan di Kabupaten Belitung Timur mengalami perubahan yang beragam. Tahun 2019, pengeluaran naik sebesar 12,2 persen menjadi 42434 rupiah, lalu sedikit naik sebesar 2,1 persen pada tahun 2020 menjadi 43321 rupiah. Tahun 2021, pengeluaran mengalami kenaikan tertinggi sebesar 35,1 persen menjadi 58532 rupiah, sebelum mengalami penurunan sebesar 5,2 persen pada tahun 2022. Tahun 2023, pengeluaran sedikit naik sebesar 3,7 persen, sebelum turun drastis sebesar 16,7 persen pada tahun 2024.
Di antara kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kabupaten Belitung Timur menempati peringkat kedua dalam pengeluaran untuk kecantikan pada tahun 2024. Peringkat pertama dipegang oleh Kota Pangkal Pinang dengan pengeluaran sebesar 55696 rupiah yang mengalami penurunan sebesar 14,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kabupaten Belitung menempati peringkat ketiga dengan pengeluaran 44155 rupiah yang sedikit turun sebesar 2,7 persen, sementara Kabupaten Bangka berada di peringkat keempat dengan pengeluaran 31709 rupiah yang naik sebesar 12 persen. Kabupaten Bangka Tengah menempati peringkat kelima dengan pengeluaran 31020 rupiah yang turun sebesar 9,6 persen.
Kota Pangkal Pinang
Kota Pangkal Pinang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan pada tahun 2024 sebesar 1294666 rupiah, yang naik sebesar 18,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan sebesar 1039380 rupiah, naik sebesar 10,7 persen, sehingga total pengeluaran makanan dan bukan makanan mencapai 2334046 rupiah dengan pertumbuhan 2,5 persen. Kota ini menempati peringkat pertama di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk ketiga kategori pengeluaran tersebut, menunjukkan posisinya sebagai wilayah dengan pengeluaran masyarakat tertinggi di provinsi. Pengeluaran untuk bukan makanan di kota ini juga jauh lebih tinggi dibandingkan wilayah lain di provinsi, menunjukkan tingkat konsumsi barang dan jasa non makanan yang lebih besar di kalangan masyarakat Kota Pangkal Pinang.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Oman 2015 - 2024)
Kabupaten Belitung
Kabupaten Belitung memiliki rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan pada tahun 2024 sebesar 1016976 rupiah, naik sebesar 16,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan sebesar 968958 rupiah, naik sebesar 7,1 persen, sehingga total pengeluaran mencapai 1985933 rupiah dengan penurunan sedikit sebesar 0,6 persen. Wilayah ini menempati peringkat kedua untuk pengeluaran bukan makanan dan ketiga untuk pengeluaran makanan serta total pengeluaran di provinsi, menunjukkan pengeluaran masyarakatnya yang cukup tinggi setelah Kota Pangkal Pinang dan Kabupaten Belitung Timur. Pertumbuhan pengeluaran bukan makanan di kabupaten ini juga cukup signifikan, menunjukkan peningkatan konsumsi barang dan jasa selain makanan di kalangan masyarakatnya.
Kabupaten Belitung Timur
Kabupaten Belitung Timur memiliki rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan pada tahun 2024 sebesar 1002948 rupiah, naik sebesar 8,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan sebesar 1002638 rupiah, naik sebesar 0,5 persen, sehingga total pengeluaran mencapai 2005586 rupiah dengan penurunan sebesar 3,8 persen. Wilayah ini menempati peringkat ketiga untuk pengeluaran bukan makanan, kedua untuk pengeluaran makanan serta total pengeluaran di provinsi, menunjukkan bahwa pengeluaran makanan dan bukan makanan di wilayah ini hampir seimbang. Pertumbuhan pengeluaran makanan di kabupaten ini relatif rendah dibandingkan wilayah lain, menunjukkan bahwa konsumsi makanan di masyarakatnya tidak mengalami peningkatan yang signifikan pada tahun 2024.
Kabupaten Bangka
Kabupaten Bangka memiliki rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan pada tahun 2024 sebesar 798997 rupiah, naik sebesar 19,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan sebesar 896868 rupiah, naik sebesar 3,7 persen, sehingga total pengeluaran mencapai 1695865 rupiah dengan penurunan sebesar 7,3 persen. Wilayah ini menempati peringkat keempat untuk ketiga kategori pengeluaran di provinsi, menunjukkan bahwa meskipun pengeluaran bukan makanan mengalami pertumbuhan tinggi, total pengeluarannya masih di bawah tiga wilayah lain di provinsi. Penurunan total pengeluaran di kabupaten ini disebabkan oleh penurunan pengeluaran makanan dan bukan makanan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.