- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) mencatat PDB Paritas Daya Beli (PPP) Oman pada 2024 sebesar 0.19 unit, sama dengan nilai tahun 2023 namun mengalami kontraksi turun 3.11% dibandingkan tahun sebelumnya. Kontraksi ini berarti laju pertumbuhan PDB PPP turun dibandingkan periode tahunan sebelumnya, di mana tahun 2023 juga mengalami penurunan turun 8.1%. Nilai 2024 lebih rendah dari rata-rata tiga tahun terakhir (?0.1967 unit) dan sedikit di bawah rata-rata lima tahun terakhir (?0.192 unit).
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Kanada 2015 - 2024)
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Oman terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
Kenaikan tertinggi PDB PPP Oman dalam 10 tahun terakhir terjadi pada 2022 dengan pertumbuhan 8.81% yang membawa nilai ke 0.21 unit, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada 2015 dengan kontraksi -19.78% yang membuat nilai turun dari 0.268 menjadi 0.22 unit. Periode 2015-2024 menunjukkan kondisi fluktuatif: nilai turun ke 0.19 pada 2016, naik ke 0.2 pada 2017-2019, turun ke 0.18 pada 2020, naik ke 0.19 pada 2021, puncak di 0.21 pada 2022, lalu turun kembali ke 0.19 pada 2023-2024. Fluktuatif ini mencerminkan perubahan laju pertumbuhan yang tidak stabil, dengan periode kenaikan diikuti penurunan dalam waktu singkat tanpa tren berkelanjutan.
Dari segi peringkat regional di Timur Tengah, Oman berada di peringkat ke-11 pada 2024, sama dengan tahun 2023 dan 2022. Peringkat ini turun dari peringkat ke-10 pada periode 2015-2019, akibat penurunan nilai PDB PPP pada 2020 yang membuat posisinya turun satu tingkat dan tidak kembali ke peringkat sebelumnya hingga tahun 2024.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau Kab. Balangan | 2024)
IMF memberikan proyeksi PDB PPP Oman hingga tahun 2030, yang menunjukkan nilai akan terus menurun hingga 2028 sebelum stagnan di 0.166 unit pada 2029-2030. Tahun 2025 diperkirakan nilai turun turun 6.95% menjadi 0.174 unit, penurunan lebih drastis dibandingkan tahun 2024. Proyeksi ini menunjukkan ekonomi Oman akan mengalami penurunan berkelanjutan dalam nilai PDB PPP, dengan pertumbuhan negatif hingga 2028 sebelum berhenti mengalami perubahan.
Dalam perbandingan dengan negara lain di wilayah Timur Tengah, Oman berada di posisi lebih tinggi dibandingkan Bahrain yang memiliki nilai PDB PPP terendah sebesar 0.166 unit. Peringkat Oman pada 2024 tetap di ke-11, sama dengan tahun sebelumnya, sementara Kuwait dengan nilai 0.195 unit berada di peringkat ke-10, satu tingkat di atas Oman.