- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) merilis data historis PDB Paritas Daya Beli Oman hingga tahun 2024 menunjukkan nilai sebesar 0,19 unit. Data ini tercatat turun 3,11% dibandingkan tahun 2023, setelah sebelumnya sempat mengalami kontraksi sebesar 8,1% pada tahun 2023. Selama tiga tahun terakhir periode 2022 hingga 2024, rata-rata pertumbuhan Oman tercatat negatif turun 0,8 persen.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Argentina 2015 - 2024)
Jika dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir 2020 hingga 2024, rata-rata pertumbuhan tercatat turun 0,99 persen. Artinya performa tiga tahun terakhir menunjukkan kondisi ekonomi berjalan sedikit lebih baik dibandingkan periode lima tahun terakhir, meskipun keduanya tetap mencatatkan pertumbuhan negatif secara kumulatif.
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Oman terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
Selama 10 tahun data historis yang tersedia, kenaikan pertumbuhan tertinggi Oman tercatat pada tahun 2022 dengan pertumbuhan positif 8,81%. Sedangkan titik terendah pertumbuhan terjadi pada tahun 2015 dengan kontraksi sebesar 19,78%. Istilah kontraksi disini berarti penurunan nilai ekonomi riil PDB PPP secara tahunan dibandingkan periode tahun sebelumnya.
Terdapat anomali pada data tahun 2022, dimana satu-satunya tahun dalam 7 tahun terakhir yang mencatatkan pertumbuhan positif di atas 5%, sebelum kemudian kembali turun secara berturut-turut selama dua tahun berikutnya. Fluktuasi yang terjadi berarti nilai PDB PPP Oman bergerak naik turun tajam hanya sesaat sebelum kembali menuju pola penurunan yang konsisten.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Kamboja 2015 - 2024)
Untuk peringkat regional Timur Tengah, Oman tetap bertahan di posisi 11 sepanjang empat tahun terakhir. Peringkat ini tidak mengalami perubahan baik kenaikan maupun penurunan dibandingkan tahun 2023, dan tetap berada satu peringkat dibawah Kuwait yang menempati posisi 10 regional.
Berdasarkan perbandingan negara kawasan, Oman menjadi salah satu negara dengan performa pertumbuhan terburuk ketiga di Timur Tengah selama tiga tahun terakhir, hanya lebih baik dibandingkan Bahrain. Nilai PDB PPP Oman tahun 2024 berada diantara Kuwait dengan nilai 0,195 unit dan Bahrain dengan nilai 0,166 unit.
Proyeksi IMF hingga tahun 2030 menunjukkan nilai PDB PPP Oman akan terus mengalami penurunan hingga tahun 2028, sebelum akhirnya stagnan pada nilai 0,166 unit. Berdasarkan proyeksi ini kondisi ekonomi Oman akan mengalami pemburukan secara bertahap, tidak ada indikasi perbaikan pertumbuhan positif setidaknya selama 6 tahun ke depan.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| PDB ADHK (Q4 2025) | 3.474,50 | +0.86 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17 | -0.03 | |
| Neraca perdagangan (Mar) | 3,32 | +160.82 | |
| Ekspor Migas (Mar) | 1,28 | +18.60 | |
| Impor Migas (Mar) | 3,17 | +58.74 | |
| Ekspor (Mar) | 22,53 | +1.62 | |
| Impor (Mar) | 19,21 | -8.08 | |
| Kunjungan Wisman (Feb) | 1,16 | -2.42 | |
| Inflasi yoy (Apr) | 2,42% | -1.06 | |
| Inflasi mom (Mar) | 0,41% | -0.27 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| NTP (Apr) | 112,29 | +0.43 |