PDB

PDB Paritas Daya Beli (PPP) Oman 2015 - 2024

1
Agus Dwi Darmawan 26/02/2026 09:49 WIB
Image Loader
Memuat...
PDB Paritas Daya Beli (PPP) Oman 2015 - 2024
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

International Monetary Fund (IMF) mencatat bahwa PDB Paritas Daya Beli (PPP) Oman pada tahun 2024 tercatat sebesar 0.19 unit, yang menunjukkan kontraksi sebesar 3.11% dibandingkan tahun 2023. Kontraksi di sini berarti tingkat konversi PPP tersirat Oman menurun, artinya daya beli mata uang Oman relatif terhadap dolar AS (mata uang dasar PPP) menyusut dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam tiga tahun terakhir (2022-2024), kondisi ini mengalami perubahan jelas: tahun 2022 mengalami pertumbuhan tertinggi dalam dekade terakhir sebesar 8.81% ke 0.21, tahun 2023 kontraksi 8.1% ke 0.19, dan tahun 2024 kontraksi lagi sebesar 3.11% ke 0.19. Dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024) sebesar 0.192, nilai 2024 sedikit lebih rendah, sedangkan dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2024) sebesar 0.197, nilai 2024 juga berada di bawah rata-rata tersebut.

(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Aneka Barang dan Jasa Kab. Blitar | 2024)

Kondisi 10 tahun terakhir (2015-2024) menunjukkan fluktuasi yang jelas: dimulai dengan kontraksi tajam sebesar 19.78% pada tahun 2015 dari nilai 0.268 di tahun 2014 ke 0.22 di tahun 2015, yang merupakan anomali karena merupakan kontraksi terbesar dalam periode tersebut. Setelah itu, nilai PPP Oman berfluktuasi antara 0.18 hingga 0.21 setiap tahun, tanpa adanya pertumbuhan atau kontraksi yang berkelanjutan selama lebih dari dua tahun berturut-turut. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2022 sebesar 8.81%, sedangkan kontraksi terbesar selain anomali 2015 terjadi pada tahun 2016 sebesar 10.23%.

Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Oman terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).

Secara peringkat regional, posisi Oman pada tahun 2024 tetap di peringkat ke-11 di wilayah Timur Tengah, sama seperti tahun 2023, 2022, 2021, dan 2020. Sebelumnya, Oman berada di peringkat ke-10 dari tahun 2015 hingga 2019, sebelum turun satu peringkat ke-11 pada tahun 2020 dan tidak mengalami perubahan peringkat sejak saat itu.

(Baca: Nilai Tukar Rupiah Menguat ke Level Rp. 16.659,4 per Dolar AS (Rabu, 26 November 2025))

IMF memberikan proyeksi untuk PDB PPP Oman hingga tahun 2030, yang menunjukkan bahwa kondisi ekonomi dalam hal daya beli paritas akan terus memburuk hingga tahun 2028. Proyeksi tahun 2025 adalah 0.174 (kontraksi 6.95% dari 2024), tahun 2026 sebesar 0.169 (kontraksi 2.87%), tahun 2027 sebesar 0.167 (kontraksi 1.18%), tahun 2028 sebesar 0.166 (kontraksi 0.6%), dan tahun 2029 hingga 2030 stagnan di 0.166 tanpa pertumbuhan atau kontraksi. Artinya, daya beli mata uang Oman relatif terhadap dolar AS akan terus menyusut secara bertahap hingga 2028 sebelum berhenti di tingkat yang lebih rendah dari nilai tahun 2024.

Dibandingkan dengan negara lain di wilayah Timur Tengah, posisi Oman pada tahun 2024 berada di atas Bahrain yang memiliki nilai PDB PPP terendah sebesar 0.166 (peringkat ke-12). Oman juga berada di bawah Kuwait yang memiliki nilai sebesar 0.195 (peringkat ke-10), sehingga peringkat Oman tetap satu tingkat di bawah Kuwait sejak tahun 2020. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, posisi peringkat Oman tidak mengalami perubahan dan tetap berada di urutan ke-11 di antara 12 negara wilayah Timur Tengah yang diamati.

Data Populer

Loading...