PDB

PDB Paritas Daya Beli (PPP) Tuvalu 2015 - 2024

1
Agus Dwi Darmawan 07/06/2026 16:47 WIB
Image Loader
Memuat...
PDB Paritas Daya Beli (PPP) Tuvalu 2015 - 2024
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

International Monetary Fund (IMF) merilis data PDB Paritas Daya Beli Tuvalu tahun 2024 sebesar 1,5 unit. Angka ini mencatatkan kontraksi sebesar 1,05 persen dibanding tahun 2023, yang berarti nilai daya beli riil ekonomi Tuvalu mengalami penyusutan laju pertumbuhan selama dua tahun berturut-turut sejak puncak nilai tercatat pada tahun 2022.

Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Tuvalu terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).

(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Lampung 2015 - 2024)

Selama tiga tahun terakhir 2022-2024, rata-rata pertumbuhan PDB PPP Tuvalu tercatat minus 0,99 persen. Angka ini jauh lebih buruk dibanding rata-rata lima tahun terakhir 2020-2024 yang masih mencatatkan rata-rata pertumbuhan positif sebesar 0,17 persen per tahun. Penurunan beruntun ini mengakhiri tren pertumbuhan konsisten yang terjadi sepanjang periode 2015 hingga 2022.

Dalam rentang 10 tahun data historis, kenaikan tertinggi PDB PPP Tuvalu terjadi pada tahun 2016 dengan pertumbuhan 7,27 persen, sementara penurunan terdalam tercatat pada tahun 2023 sebesar minus 4,65 persen. Anomali terjadi pada periode 2023-2024, dimana ini merupakan satu-satunya kali dalam 10 tahun terakhir ekonomi Tuvalu mengalami kontraksi pertumbuhan selama dua tahun berturut-turut tanpa ada pemulihan sama sekali.

Peringkat PDB PPP Tuvalu di wilayah Oseania tetap bertahan di posisi 7 sepanjang lima tahun terakhir hingga 2024. Tidak ada perubahan peringkat dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun terjadi kontraksi pertumbuhan, karena negara lain di kelompok ekonomi kecil Oseania juga mengalami perlambatan serupa pada periode yang sama.

Berdasarkan proyeksi IMF, kontraksi ekonomi Tuvalu akan masih berlanjut hingga tahun 2026 dengan pertumbuhan minus 1 persen pada 2025 dan minus 0,07 persen pada 2026. Kontraksi yang dimaksud adalah kondisi dimana nilai total produksi barang dan jasa yang disesuaikan daya beli masyarakat mengalami penurunan nilai riil dibanding periode sebelumnya. Pemulihan pertumbuhan positif baru diproyeksikan mulai terjadi mulai tahun 2027.

(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Montenegro 2015 - 2024)

Jika dibandingkan dengan lima negara teratas peringkat PDB PPP Oseania, posisi Tuvalu masih berada jauh di bawah Vanuatu, Kepulauan Solomon, Papua Nugini, Samoa dan Nauru. Nilai PDB PPP Tuvalu tahun 2024 hanya mencapai 55% dari nilai PDB PPP Nauru yang berada di peringkat 5 wilayah, dan kurang dari 2% dari nilai PDB PPP Vanuatu yang menempati peringkat teratas wilayah Oseania.

Walaupun pertumbuhan positif kembali diproyeksikan mulai akhir dekade, laju pemulihan yang diproyeksikan hanya berada di bawah 1 persen per tahun hingga 2030. Hal ini menunjukkan ekonomi Tuvalu tidak akan kembali ke tingkat pertumbuhan yang dicapai sebelum periode kontraksi 2023, setidaknya dalam enam tahun ke depan menurut perhitungan dasar data IMF.

Data Pasar

Macro update by
13 June 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) 5,61% +4.08
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
PDB ADHK (Q1) 3.447,70 -0.77
Nilai Tukar USDIDR 17.959 +0.19
Neraca perdagangan (Apr) 89,10 -97.32
Ekspor Migas (Apr) 1,16 -9.81
Impor Migas (Apr) 4,60 +45.09
Ekspor (Apr) 25,30 +12.32
Impor (Apr) 25,21 +31.28
Kunjungan Wisman (Apr) 1,25 +14.75
Inflasi yoy (Mei) 3,08% +0.66
Inflasi mom (Mei) 0,28% +0.15
Persentase kemiskinan (Des) 7,50% -0.75
NTP (Mei) 113,79 +1.34

Data Populer

Loading...