Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk kecantikan di Kabupaten Blitar pada tahun 2024 mencapai 46.739 Rupiah. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 47,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, di mana pengeluaran tahun 2023 hanya sebesar 31.751 Rupiah. Selisih pengeluaran antara kedua tahun tersebut mencapai 14.988 Rupiah, menjadi kenaikan paling signifikan dalam periode 7 tahun terakhir.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Papua 2015 - 2024)
Perkembangan pengeluaran kecantikan di Kabupaten Blitar selama 2018 hingga 2024 menunjukkan fluktuasi yang jelas. Tahun 2018, pengeluaran berada di 21.144 Rupiah, lalu sedikit turun menjadi 20.339 Rupiah pada 2019. Tahun 2020, pengeluaran melonjak menjadi 40.657 Rupiah, sebelum sedikit turun menjadi 34.904 Rupiah pada 2021, dan terus sedikit turun hingga 31.528 Rupiah pada 2022. Tahun 2023, pengeluaran sedikit naik menjadi 31.751 Rupiah, sebelum kembali melonjak ke pengeluaran tertinggi sepanjang periode pada 2024.
Data pendukung BPS menunjukkan pengeluaran kecantikan tahun 2024 hanya sekitar 26,1 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa (178.746 Rupiah). Pengeluaran untuk kecantikan juga lebih rendah dibandingkan pengeluaran untuk sabun mandi (49.528 Rupiah) dan rokok serta tembakau (87.042 Rupiah), namun lebih tinggi dibandingkan pengeluaran untuk perawatan (41.374 Rupiah).
Kabupaten Blitar menempati peringkat ke-14 di antara kabupaten/kota seprovinsi Jawa Timur dalam kategori pengeluaran untuk kecantikan tahun 2024. Di tingkat pulau Jawa, wilayah ini berada di peringkat ke-33, dan se-Indonesia di peringkat ke-114. Beberapa kabupaten/kota di Jawa Timur yang memiliki pengeluaran kecantikan lebih tinggi adalah Kota Surabaya (82.861 Rupiah, pertumbuhan 37,3%), Kota Batu (74.071 Rupiah, pertumbuhan 17,3%), Kota Probolinggo (73.520 Rupiah, pertumbuhan 2,3%), Kota Mojokerto (71.165 Rupiah, pertumbuhan -3,8%), dan Kota Blitar (67.175 Rupiah, pertumbuhan 10,2%).
Kota Surabaya
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kota Surabaya tahun 2024 mencapai 1.541.006 Rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 34 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini membuat Kota Surabaya menempati peringkat ke-1 di antara kabupaten/kota seprovinsi Jawa Timur untuk kategori ini. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kota Surabaya tahun 2024 mencapai 1.061.445 Rupiah, dengan pertumbuhan 29,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, juga berada di peringkat ke-1 di provinsi. Total pengeluaran makanan dan bukan makanan di Kota Surabaya tahun 2024 mencapai 2.602.451 Rupiah, mengalami penurunan sedikit sebesar 2,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, namun tetap menjadi wilayah dengan pengeluaran tertinggi di Jawa Timur.
(Baca: Nilai Investasi PMD Sektor Industri Kayu Periode 2013-2023)
Kabupaten Banyuwangi
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Banyuwangi tahun 2024 mencapai 722.265 Rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 37,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menempati peringkat ke-12 di Jawa Timur. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di wilayah ini tahun 2024 mencapai 794.027 Rupiah, dengan pertumbuhan 39,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, berada di peringkat ke-7 di provinsi. Total pengeluaran makanan dan bukan makanan di Kabupaten Banyuwangi tahun 2024 mencapai 1.516.292 Rupiah, mengalami kenaikan sebesar 5,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menempati peringkat ke-11 di Jawa Timur.
Kota Batu
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kota Batu tahun 2024 mencapai 968.150 Rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 28,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menempati peringkat ke-5 di Jawa Timur. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kota Batu tahun 2024 mencapai 767.677 Rupiah, dengan pertumbuhan 14,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, berada di peringkat ke-8 di provinsi. Total pengeluaran makanan dan bukan makanan di Kota Batu tahun 2024 mencapai 1.735.827 Rupiah, mengalami penurunan sedikit sebesar 2,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menempati peringkat ke-6 di Jawa Timur.
Kabupaten Situbondo
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Situbondo tahun 2024 mencapai 548.627 Rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 50,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menempati peringkat ke-18 di Jawa Timur. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di wilayah ini tahun 2024 mencapai 590.253 Rupiah, dengan pertumbuhan 18,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, berada di peringkat ke-27 di provinsi. Total pengeluaran makanan dan bukan makanan di Kabupaten Situbondo tahun 2024 mencapai 1.138.880 Rupiah, mengalami kenaikan sebesar 10,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menempati peringkat ke-23 di Jawa Timur.