Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran untuk aneka barang dan jasa per kapita sebulan di Kabupaten Grobogan tahun 2024 mencapai 275.511 rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 39,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menjadi yang kedua tertinggi dalam rentang tahun 2018 hingga 2024, hanya di bawah pertumbuhan tahun 2019 yang sebesar 53,3 persen. Selisih pengeluaran dengan tahun sebelumnya mencapai 78.363 rupiah, menunjukkan peningkatan daya beli masyarakat terhadap barang dan jasa non makanan yang signifikan.
(Baca: Harga Emas Hari Ini Turun Jadi Rp2,83 Juta per Gram)
Bandingkan dengan pengeluaran total per kapita sebulan tahun 2024 di Kabupaten Grobogan yang mencapai 1.195.116 rupiah, pengeluaran untuk aneka barang dan jasa menyumbang sekitar 23,06 persen dari total tersebut. Dibandingkan pengeluaran makanan sebesar 700.967 rupiah per kapita sebulan, pengeluaran aneka barang dan jasa merupakan komponen pengeluaran non makanan yang cukup besar, meskipun masih di bawah pengeluaran makanan jadi yang sebesar 263.074 rupiah per kapita sebulan.
Melihat data historis dari tahun 2018 hingga 2024, pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Grobogan mengalami fluktuasi yang jelas. Tahun 2018, pengeluaran masih berada di level 113.184 rupiah, lalu naik secara signifikan menjadi 173.473 rupiah tahun 2019. Tahun 2020, pengeluaran sedikit naik menjadi 176.154 rupiah, namun turun secara drastis menjadi 138.281 rupiah tahun 2021. Setelah itu, pengeluaran kembali naik secara konsisten hingga mencapai pengeluaran tertinggi di tahun 2024.
Dalam perbandingan dengan kabupaten/kota lain di Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Grobogan menempati peringkat ke-11 untuk pengeluaran aneka barang dan jasa tahun 2024. Peringkat ini lebih tinggi dari beberapa kabupaten seperti Kabupaten Batang (peringkat 12) dan Kabupaten Kudus (peringkat 13), namun masih berada di bawah Kabupaten Pati (peringkat 10) dan Kota Pekalongan (peringkat 9). Lima kabupaten/kota dengan pengeluaran tertinggi di provinsi adalah Kota Salatiga (487.824 rupiah, pertumbuhan 16,7 persen), Kota Magelang (465.439 rupiah, pertumbuhan 23 persen), Kota Semarang (440.252 rupiah, pertumbuhan 13 persen), Kota Surakarta (370.546 rupiah, pertumbuhan -13,4 persen), dan Kota Tegal (347.861 rupiah, pertumbuhan -15 persen).
Kota Semarang
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Semarang tahun 2024 mencapai 1.322.997 rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 12,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan di kota ini mencapai 2.237.782 rupiah per kapita sebulan, menempati peringkat pertama di Provinsi Jawa Tengah. Pengeluaran untuk makanan sendiri sebesar 914.785 rupiah per kapita sebulan, juga menjadi yang tertinggi di provinsi. Peningkatan pengeluaran ini menunjukkan daya beli masyarakat Kota Semarang yang masih kuat dibandingkan wilayah lain di Jawa Tengah.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Makanan dan Minuman Jadi Kab. Aceh Besar | 2024)
Kota Salatiga
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Salatiga tahun 2024 sebesar 1.315.195 rupiah, mengalami penurunan sebesar 14,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, pengeluaran total makanan dan bukan makanan masih berada di level 2.126.512 rupiah per kapita sebulan, menempati peringkat kedua di provinsi. Pengeluaran untuk makanan sebesar 811.317 rupiah per kapita sebulan, dengan pertumbuhan turun 5,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun mengalami penurunan di beberapa komponen, Kota Salatiga masih termasuk wilayah dengan daya beli masyarakat yang tinggi di Jawa Tengah.
Kabupaten Klaten
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kabupaten Klaten tahun 2024 mencapai 861.242 rupiah, dengan pertumbuhan yang sangat signifikan sebesar 56,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan di kabupaten ini sebesar 1.472.398 rupiah per kapita sebulan, menempati peringkat kedelapan di provinsi. Pengeluaran untuk makanan sendiri sebesar 611.156 rupiah per kapita sebulan, dengan pertumbuhan 16,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan yang tinggi pada pengeluaran bukan makanan menunjukkan adanya perubahan pola konsumsi masyarakat Kabupaten Klaten ke arah barang dan jasa non makanan.
Kabupaten Grobogan
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kabupaten Grobogan tahun 2024 mencapai 494.150 rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 17,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan di kabupaten ini sebesar 1.195.116 rupiah per kapita sebulan, menempati peringkat kedua puluh dua di provinsi. Pengeluaran untuk makanan sebesar 700.967 rupiah per kapita sebulan, dengan pertumbuhan sebesar 31,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan yang signifikan pada kedua komponen pengeluaran menunjukkan adanya peningkatan daya beli masyarakat Kabupaten Grobogan dalam beberapa tahun terakhir.