Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk kebutuhan kecantikan di Kota Bekasi mencapai 99662 rupiah pada tahun 2024. Nilai ini naik sebesar 50 persen dibandingkan tahun 2023, dengan selisih penambahan sebesar 33233 rupiah per orang setiap bulannya. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.
(Baca: Nilai Tertinggi Jalur Prestasi Masuk ke SMA NEGERI 14 DEPOK | 2025)
Sepanjang periode pengamatan sejak tahun 2018, catatan pengeluaran kecantikan Kota Bekasi mengalami pergerakan naik turun. Pada tahun 2019 tercatat kenaikan sebesar 63,5 persen menjadi 71590 rupiah, kemudian turun pada tahun 2020 menjadi 55129 rupiah. Setelah tahun 2020, nilai pengeluaran bertambah sedikit secara bertahap hingga tahun 2023 sebelum terjadi lonjakan besar pada tahun 2024.
Nilai pengeluaran kecantikan tahun 2024 di Kota Bekasi menempati urutan pertama di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Barat. Di tingkat nasional, Kota Bekasi menempati urutan kedua tertinggi se-Indonesia untuk kategori pengeluaran per kapita kecantikan. Di bawah Kota Bekasi secara berurutan terdapat Kota Sukabumi dengan 75365 rupiah, Kota Cimahi 71954 rupiah, Kota Depok 65777 rupiah dan Kota Bandung 65579 rupiah pada tahun yang sama.
Jika dibandingkan dengan total pengeluaran per kapita, pengeluaran untuk kecantikan menyumbang sekitar 12,3 persen dari total pengeluaran perawatan, sekitar 3,3 persen dari total pengeluaran aneka barang dan jasa, serta sekitar 20,8 persen dari nilai pengeluaran untuk sabun mandi. Nilai ini juga setara dengan 20,8 persen pengeluaran masyarakat untuk rokok dan tembakau per kapita setiap bulannya.
Pada periode tiga tahun terakhir yaitu 2022 sampai 2024, rata-rata pertumbuhan pengeluaran kecantikan di Kota Bekasi mencapai 20,3 persen setiap tahun. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan lima tahun sebelumnya yang hanya mencapai 10,1 persen per tahun. Lonjakan pada tahun 2024 menjadi kenaikan tertinggi yang tercatat sepanjang tujuh tahun data pengamatan.
Kota Depok
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Sulawesi Tengah 2024)
Badan Pusat Statistik mencatat total pengeluaran per kapita per bulan Kota Depok mencapai 3021242 rupiah pada tahun 2024, yang menjadikan wilayah ini menempati urutan pertama tertinggi di seluruh Jawa Barat untuk kategori pengeluaran total masyarakat. Dari nilai total tersebut, pengeluaran bukan makanan mencapai 1798604 rupiah dengan pertumbuhan 12,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sedangkan pengeluaran makanan tercatat 1222638 rupiah dengan pertumbuhan 9,3 persen. Untuk pengeluaran kecantikan, Kota Depok berada di urutan keempat se-Jawa Barat dengan nilai 65777 rupiah dan mengalami penurunan sedikit sebesar 8 persen dibandingkan tahun 2023.
Kota Bandung
Total pengeluaran masyarakat per kapita per bulan di Kota Bandung tercatat sebesar 2636944 rupiah pada tahun 2024, menempatkan wilayah ini pada urutan kedua di Provinsi Jawa Barat. Pengeluaran bukan makanan mencapai 1583856 rupiah dan mengalami penurunan sedikit sebesar 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sedangkan pengeluaran makanan tercatat 1053087 rupiah dengan penurunan sangat kecil yaitu 1 persen. Untuk kategori pengeluaran kecantikan, Kota Bandung menempati urutan kelima se-Jawa Barat dengan nilai 65579 rupiah dan mengalami penurunan sedikit sebesar 7,2 persen pada tahun 2024.
Kota Bogor
Kota Bogor mencatat total pengeluaran per kapita per bulan sebesar 2572606 rupiah pada tahun 2024, menempati urutan ketiga tertinggi di seluruh wilayah Provinsi Jawa Barat. Wilayah ini mengalami penurunan 12 persen untuk total pengeluaran dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penurunan 14,9 persen untuk kategori pengeluaran bukan makanan dan penurunan 6,6 persen untuk pengeluaran makanan. Secara khusus untuk pengeluaran kecantikan, Kota Bogor mencatat nilai 45600 rupiah pada tahun 2024 dengan penurunan sangat besar sebesar 54,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kota Sukabumi
Total pengeluaran masyarakat per kapita per bulan di Kota Sukabumi mencapai 2053147 rupiah pada tahun 2024, menempati urutan keenam di Provinsi Jawa Barat. Wilayah ini mencatat penurunan 15,5 persen untuk total pengeluaran dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penurunan 25,8 persen untuk kategori pengeluaran bukan makanan dan kenaikan sangat kecil 0,6 persen untuk pengeluaran makanan. Untuk pengeluaran kecantikan, Kota Sukabumi menempati urutan kedua se-Jawa Barat dengan nilai 75365 rupiah, meskipun mengalami penurunan 17,7 persen dibandingkan tahun 2023.