Jumlah pekerja di Kabupaten Maros mengalami trend kenaikan dalam 16 tahun terakhir. Namun sebaliknya, kondisi pasca covid dalam enam tahun terakhir, jumlah pekerja dalam tren naik. Tercatat pada tahun 2023 jumlah pekerja sebanyak 180,63 ribu pekerja kemudian jumlahnya naik menjadi 206,37 ribu pekerja pada tahun 2025.
Data penduduk yang bekerja ini dihasilkan dari survei sakernas tahunan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Definisi penduduk yang bekerja dalam metode survei sakernas di definisikan seperti berikut. Penduduk adalah mereka yang telah berusia 15 tahun ke atas.
(Baca: 0,04% Penduduk di Kep. Riau Beragama Hindu)
Arti penduduk yang bekerja yakni mereka yang melakukan pekerjaan dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh penghasilan atau keuntungan paling sedikit selama satu jam dalam seminggu terakhir. Bekerja selama satu jam tersebut harus dilakukan berturut-turut dan tidak terputus.
Sementara itu, Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Maros pada Desember 2025, berkurang 0,21 persen menjadi 4,13 persen dibandingkan dengan Desember 2024. Sementara dibanding Desember 2023, tingkat pengangguran terbuka (TPT) naik karena sebelumnya tercatat 3,64 persen .
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) bersumber dari BPS. Data diproduksi tahunan dengan satuan persen. Data ini tersedia untuk periode 2018-2024.
Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas. Mereka yang disebut pengangguran yakni:
a. Penduduk yang tidak punya pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan.
b. Tidak punya pekerjaan dan sedang mempersiapkan usaha baru.
c. Tidak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
d. Sudah punya pekerjaan/usaha, tetapi belum mulai bekerja/berusaha.
Definisi dari TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
Pengurangan data tingkat pengangguran terbuka (TPT) tahun ini bisa tergambar dari kondisi jumlah angkatan kerja dan jumlah penduduk yang bekerja. Jumlah angkatan kerja di Kabupaten Maros mengalami trend kenaikan dalam 18 tahun terakhir. Tercatat pada tahun 2023 jumlah angkatan kerja sebanyak 187,45 ribu pekerja dan di tahun 2025 naik menjadi 209,76 ribu pekerja.
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 230 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2025 yakni 4,2 persen .
Berkurangnya data tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Maros tidak terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi yang anjlok di tahun 2024. Perekonomian di wilayah ini pada 2024 lalu tercatat 3,79 persen. Sebelumnya pada 2023 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat lima persen .
Data Kependudukan di Kabupaten Maros:
Jumlah penduduk di Kabupaten Maros tercatat 404,98 ribu jiwa data per 2024. Angka ini bertambah dibanding 2023 dan lebih tinggi dibanding Desember 2021. Selama lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) jumlah penduduk di wilayah ini sebesar 2,78%. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan lima tahun sebelumnya yang tercatat 0,83%.
(Baca: Statistik Panjang Jalan Provinsi Periode 2013-2024)
Dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di provinsi Sulawesi Selatan, jumlah penduduk Kabupaten Maros berada di urutan delapan, sementara menurut pulau, kabupaten/kota ini di urutan 12.
Berikut ini jumlah penduduk menurut umur di Kabupaten Maros pada Juni 2024 bersumber dari publikasi BPS :
- Umur 0-4 tahun 29,66 ribu jiwa (7,32%)
- Umur 5-9 tahun 39,37 ribu jiwa (9,72%)
- Umur 10-14 tahun 38,33 ribu jiwa (9,46%)
- Umur 15-19 tahun 27,58 ribu jiwa (6,81%)
- Umur 20-24 tahun 35,4 ribu jiwa (8,74%)
- Umur 25-29 tahun 33,67 ribu jiwa (8,31%)
- Umur 30-34 tahun 32,44 ribu jiwa (8,01%)
- Umur 35-39 tahun 30,38 ribu jiwa (7,5%)
- Umur 40-44 tahun 27,59 ribu jiwa (6,81%)
- Umur 45-49 tahun 25,38 ribu jiwa (6,27%)
- Umur 50-54 tahun 24,17 ribu jiwa (5,97%)
- Umur 55-59 tahun 20,06 ribu jiwa (4,95%)
- Umur 60-64 tahun 14,63 ribu jiwa (3,61%)
- Umur 65-69 tahun 10,09 ribu jiwa (2,49%)
- Umur 70-74 tahun 7,15 ribu jiwa (1,77%)
- Umur lebih dari 75 tahun 9,08 ribu jiwa (2,24%)