Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai PDRB ADHB sektor Jasa Keuangan dan Asuransi Jawa Timur pada kuartal I 2026 mencapai 21.533,13 Rp miliar. Selama periode pengamatan sejak kuartal I 2010, nilai ini merupakan rekor tertinggi yang pernah dicatat provinsi ini, dengan total peningkatan mencapai 304,65% selama 16 tahun pengamatan. Pada kuartal tercatat, terjadi kenaikan sebesar 0,59% dibandingkan kuartal sebelumnya.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Sulawesi Tengah 2024)
Rata-rata pertumbuhan 3 kuartal terakhir sektor ini di Jawa Timur tercatat sebesar 0,98%, sedangkan rata-rata 5 kuartal terakhir mencapai 1,52%. Hal ini menunjukkan laju pertumbuhan 3 kuartal terakhir lebih lambat dibandingkan periode 5 kuartal sebelumnya. Sepanjang sejarah data, kenaikan tertinggi terjadi pada kuartal I 2025 dengan peningkatan 1.392,74 Rp miliar atau 6,95%, sedangkan penurunan terdalam terjadi pada kuartal II 2020 dengan penurunan 884,97 Rp miliar atau -5,54%.
Pada kuartal I 2026, Jawa Timur menempati peringkat ke-3 di wilayah Pulau Jawa serta peringkat ke-3 secara nasional untuk nilai PDRB sektor ini. Sebelumnya, selama lebih dari 15 tahun atau 62 kuartal berturut-turut, Jawa Timur secara konsisten menempati posisi peringkat ke-2, sebelum akhirnya turun satu peringkat pada 3 kuartal terakhir sampai periode data terbaru.
Secara komparasi sesama wilayah Pulau Jawa, DKI Jakarta masih menduduki posisi teratas dengan nilai 113.957,45 Rp miliar, diikuti Jawa Barat pada posisi kedua dengan 22.650,22 Rp miliar, kemudian Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sumatera Utara pada peringkat kelima nasional. Pertumbuhan Jawa Timur pada kuartal tercatat berada di bawah rata-rata pertumbuhan provinsi peringkat atas lainnya di Pulau Jawa.
Selama 65 periode kuartal yang tercatat, sektor ini di Jawa Timur mencatatkan 54 kali periode pertumbuhan positif dan hanya 10 kali mengalami penurunan. Nilai terendah dalam seluruh periode tercatat pada awal pengamatan kuartal I 2010 sebesar 5.321,48 Rp miliar. Posisi nilai terbaru saat ini tercatat berada di atas rata-rata nilai historis sektor ini di provinsi Jawa Timur.
DKI Jakarta
DKI Jakarta menempati posisi pertama baik di Pulau Jawa maupun seluruh Indonesia untuk nilai PDRB ADHB Jasa Keuangan dan Asuransi pada kuartal terakhir, dengan nilai total mencapai 113.957,45 Rp miliar. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,28% dibandingkan kuartal sebelumnya, dengan selisih kenaikan nilai mencapai 3.622,66 Rp miliar. Nilai yang dimiliki DKI Jakarta lebih dari 5 kali lipat dibandingkan provinsi peringkat kedua, menunjukkan dominasi sangat besar sektor ini di ibu kota negara. Pertumbuhan pada periode ini juga merupakan yang tertinggi diantara seluruh lima provinsi teratas nasional.
Jawa Barat
Jawa Barat berada di peringkat kedua Pulau Jawa dan peringkat kedua nasional, dengan nilai PDRB sektor Jasa Keuangan dan Asuransi tercatat sebesar 22.650,22 Rp miliar. Pertumbuhan pada kuartal terakhir mencapai 0,48% dengan kenaikan nilai sebesar 107,4 Rp miliar dibandingkan periode sebelumnya. Meskipun hanya terpaut sekitar 117 Rp miliar di atas Jawa Timur, posisi ini berhasil dipertahankan Jawa Barat setelah berhasil melampaui Jawa Timur pada tiga kuartal terakhir. Pertumbuhan wilayah ini tercatat sedikit lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional untuk periode yang sama.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Pasaman | 2004 - 2025)
Jawa Timur
Jawa Timur saat ini menempati urutan ketiga di Pulau Jawa dan ketiga secara nasional, dengan nilai total 21.533,13 Rp miliar pada kuartal I 2026. Pertumbuhan tercatat sebesar 0,59% dengan kenaikan nilai sebesar 126,12 Rp miliar dari kuartal sebelumnya. Wilayah ini sempat menempati posisi kedua selama lebih dari 15 tahun berturut-turut, sebelum akhirnya tergeser oleh Jawa Barat pada tiga periode kuartal terakhir. Pertumbuhan pada periode ini sedikit lebih tinggi dibandingkan Jawa Barat namun belum cukup untuk mengejar selisih nilai yang terbentuk di periode sebelumnya.
Jawa Tengah
Jawa Tengah berada di peringkat keempat wilayah Pulau Jawa dan peringkat keempat secara nasional, dengan nilai PDRB sektor ini tercatat sebesar 14.424,41 Rp miliar. Pertumbuhan pada kuartal terakhir mencapai 0,66% dengan kenaikan nilai sebesar 95,19 Rp miliar dibandingkan periode sebelumnya. Nilai ini terpaut sekitar 7.100 Rp miliar dibawah Jawa Timur di atasnya, dan memiliki selisih yang cukup jauh dengan tiga provinsi teratas. Pertumbuhan wilayah ini tercatat sedikit lebih tinggi dibandingkan Jawa Barat dan Jawa Timur pada periode kuartal yang sama.
Sumatera Utara
Sumatera Utara merupakan satu-satunya provinsi di luar Pulau Jawa yang masuk dalam lima besar peringkat nasional, menempati urutan kelima secara nasional dengan nilai 8.616,71 Rp miliar. Pertumbuhan pada kuartal terakhir mencapai 1,38% dengan kenaikan nilai sebesar 117,58 Rp miliar, merupakan pertumbuhan tertinggi kedua setelah DKI Jakarta diantara lima besar nasional. Sebagai wakil tertinggi wilayah Sumatera, nilai sektor ini masih terpaut hampir 6.000 Rp miliar dibawah Jawa Tengah di peringkat keempat, namun laju pertumbuhan yang tercatat menunjukkan potensi peningkatan peringkat di periode mendatang.