Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Pasaman Sumatera Barat semester tahun 2025 sebesar 6,02 persen. Angka ini turun 0,72 persen dari tahun sebelumnya yang tercatat 6,74 persen, dengan penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 2.010 jiwa dari total 20.010 jiwa menjadi 18.000 jiwa. Secara nasional, wilayah ini berada pada peringkat 382 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
(Baca: Inflasi Tahunan Kabupaten Karo Mei 2026 Mencapai 3,33%)
Selama periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan di wilayah ini pernah mencapai titik tertinggi pada tahun 2006 sebesar 18,34 persen. Catatan persentase terendah dicapai pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan penurunan kemiskinan terbesar juga terjadi pada tahun 2025 yaitu sebesar 10,68 persen, sementara pertumbuhan kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2005 sebesar 18,23 persen.
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir berada pada angka 6,52 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir tercatat 6,97 persen. Peringkat nasional wilayah ini terus bergeser selama dua dekade, mulai dari peringkat 257 tahun 2004 hingga saat ini menetap di urutan 382. Artinya secara nasional, laju penurunan kemiskinan di wilayah ini berjalan lebih cepat dibandingkan sebagian besar kabupaten lain di Indonesia.
Kabupaten Lima Puluh Kota
Berada di peringkat 375 nasional, persentase kemiskinan tercatat 6,10 persen dengan penurunan sebesar 11,85 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 24.610 jiwa, garis kemiskinan ditetapkan sebesar 593,40 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat wilayah ini mencapai 55,39 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan pendapatan tahunan sebesar 6,30 persen.
Kabupaten Padang Pariaman
(Baca: Persentase Penduduk yang tidak Memiliki Akses Jaminan Kesehatan Jambi Tertinggi pada 2024)
Peringkat 391 nasional, mencatatkan persentase kemiskinan 5,86 persen dengan penurunan sebesar 6,54 persen pada periode laporan. Terdapat 25.080 jiwa penduduk yang masuk kategori miskin, dengan garis kemiskinan sebesar 590,50 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 59,49 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan pendapatan tercatat paling rendah di kelompok ini yaitu 1,37 persen.
Kabupaten Pasaman Barat
Peringkat 361 nasional, memiliki persentase kemiskinan 6,30 persen dengan penurunan sebesar 10,00 persen tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 31.680 jiwa, angka ini menjadi yang tertinggi diantara kelompok kabupaten perbandingan. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 669,36 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita tercatat 49,72 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 7,83 persen.
Kabupaten Solok Selatan
Peringkat 383 nasional, hanya terpaut satu peringkat dibawah Kabupaten Pasaman dengan persentase kemiskinan 6,00 persen. Penurunan kemiskinan tahun terakhir tercatat sebesar 8,54 persen, dengan jumlah penduduk miskin 11.440 jiwa. Garis kemiskinan tercatat paling rendah di kelompok ini yaitu 558,82 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita mencapai 40,99 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Agam
Peringkat 384 nasional, mencatatkan persentase kemiskinan 5,97 persen dengan penurunan terbesar di kelompok yaitu sebesar 12,59 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 30.570 jiwa, garis kemiskinan ditetapkan sebesar 570,32 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 52,21 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 4,43 persen.