Besaran pengeluaran untuk rokok dan tembakau di Kota Balikpapan mencapai Rp154.953 per kapita per bulan pada tahun 2024. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Angka ini mengalami kenaikan sebesar 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar Rp150.469.
Jika dibandingkan dengan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang dan jasa yang mencapai Rp517.496, pengeluaran untuk rokok dan tembakau menyumbang sekitar 30 persen. Sementara itu, jika dibandingkan dengan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan jadi sebesar Rp397.509, pengeluaran untuk rokok dan tembakau mencapai sekitar 39 persen. Hal ini menunjukkan bahwa alokasi pengeluaran untuk rokok dan tembakau cukup signifikan dibandingkan kebutuhan lainnya.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Afrika Selatan 2015 - 2024)
Secara historis, pengeluaran untuk rokok dan tembakau di Kota Balikpapan cenderung fluktuatif. Pada tahun 2018, pengeluaran tercatat sebesar Rp112.108, kemudian meningkat menjadi Rp123.757 pada tahun 2019, dan kembali meningkat signifikan menjadi Rp144.217 pada tahun 2020. Pada tahun 2021, pengeluaran mencapai Rp158.088, menjadi pengeluaran tertinggi dalam periode tersebut. Namun, pada tahun 2022, terjadi penurunan menjadi Rp139.172, sebelum kembali naik menjadi Rp150.469 pada tahun 2023 dan Rp154.953 pada tahun 2024.
Pada tahun 2024, Kota Balikpapan berada di peringkat ke-6 di antara kabupaten/kota se-Kalimantan Timur dalam hal besaran pengeluaran untuk rokok dan tembakau. Secara nasional, Kota Balikpapan berada di peringkat ke-116. Di Kalimantan Timur, Kabupaten Kutai Timur memiliki pengeluaran tertinggi untuk rokok dan tembakau, diikuti oleh Kabupaten Berau dan Kabupaten Paser.
Di antara beberapa kabupaten/kota di Kalimantan Timur, Kabupaten Kutai Timur mencatatkan pengeluaran tertinggi untuk rokok dan tembakau pada tahun 2024, yaitu sebesar Rp200.697, dengan pertumbuhan 0 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kabupaten Berau berada di urutan kedua dengan pengeluaran sebesar Rp196.031, mengalami pertumbuhan 14.1 persen. Kabupaten Paser mencatatkan pengeluaran sebesar Rp177.977, dengan pertumbuhan 6.2 persen. Kabupaten Kutai Barat mencatatkan pengeluaran sebesar Rp166.700, dengan pertumbuhan 11.2 persen. Kabupaten Penajam Paser Utara mencatatkan pengeluaran sebesar Rp157.007, mengalami penurunan -10.9 persen.
Kota Samarinda
Kota Samarinda menunjukkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan meningkat menjadi Rp1.317.420 pada tahun 2024, pertumbuhan sebesar 10.1 persen dari tahun sebelumnya yang tercatat Rp1.196.447,28. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan makanan dan bukan makanan menunjukkan nilai Rp2.258.437, mengalami penurunan -2.1 persen. Sementara itu, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan meningkat menjadi Rp941.016, pertumbuhan 12.6 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp835.998,97. Kota Samarinda menduduki peringkat pertama se-Kalimantan Timur untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan dan makanan dan bukan makanan.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Aneka Barang dan Jasa Kab. Lima Puluh Kota | 2024)
Kota Bontang
Kota Bontang mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp1.274.277 pada tahun 2024, meningkat 11.2 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1.146.442,58. Untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan makanan dan bukan makanan, Kota Bontang mencatat angka Rp2.176.994, menunjukkan penurunan -3.5 persen. Sementara itu, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan tercatat sebesar Rp902.717, meningkat 3 persen dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp876.215,85. Kota Bontang menempati peringkat kedua se-Kalimantan Timur untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan dan makanan dan bukan makanan.
Kabupaten Kutai Timur
Kabupaten Kutai Timur menunjukkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan meningkat signifikan sebesar 23.8 persen menjadi Rp1.164.270 pada tahun 2024, dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp940.107,46. Sebaliknya, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan makanan dan bukan makanan mengalami penurunan tajam turun 15.7 persen, menjadi Rp2.163.803. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan juga mengalami kenaikan, mencapai Rp999.534, meningkat 16.2 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp860.477,53. Kabupaten Kutai Timur menempati peringkat ketiga se-Kalimantan Timur untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan dan makanan dan bukan makanan, serta peringkat kedua untuk pengeluaran makanan.