Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk perawatan kulit di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, pada tahun 2024 sebesar 47.670 rupiah. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 11,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 53.964 rupiah. Pengeluaran ini menyumbang sekitar 1,9 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa di kabupaten tersebut, yang mencapai 247.134 rupiah.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Nagan Raya Periode 2004 - 2024)
Lihat data historis dari tahun 2018 hingga 2024, pengeluaran perawatan kulit di Kabupaten Sekadau mengalami fluktuasi yang cukup signifikan. Tahun 2019 mencatat kenaikan tertinggi sebesar 49,9 persen dari tahun 2018, yang membuat angka pengeluaran naik dari 28.024 rupiah menjadi 41.996 rupiah. Tahun 2020 dan 2021 kemudian mengalami penurunan berturut-turut sebesar 13,9 persen dan 17,5 persen, sebelum kembali naik drastis sebesar 77,2 persen pada tahun 2022 menjadi 52.901 rupiah. Tahun 2023 hanya mengalami kenaikan sedikit sebesar 2 persen sebelum turun kembali pada tahun 2024.
Dibandingkan dengan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk kategori lain di Kabupaten Sekadau, pengeluaran perawatan kulit masih berada di level yang relatif rendah. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk sabun mandi misalnya, mencapai 74.241 rupiah, lebih tinggi dari pengeluaran perawatan kulit. Sementara itu, pengeluaran untuk rokok dan tembakau mencapai 142.635 rupiah, hampir tiga kali lipat dari pengeluaran perawatan kulit. Pengeluaran untuk makanan jadi juga jauh lebih besar, yaitu 189.417 rupiah per kapita sebulan.
Dalam perbandingan antar kabupaten/kota di Kalimantan Barat, Kabupaten Sekadau menempati peringkat ke-8 untuk pengeluaran perawatan kulit per kapita sebulan pada tahun 2024. Peringkat teratas dipegang oleh Kota Pontianak dengan pengeluaran sebesar 100.158 rupiah, yang juga mengalami kenaikan sebesar 31,9 persen dari tahun sebelumnya. Berikutnya adalah Kabupaten Kapuas Hulu (73.562 rupiah, naik 10,3 persen), Kabupaten Sintang (64.558 rupiah, naik 19,4 persen), Kabupaten Ketapang (55.875 rupiah, turun 12,3 persen), dan Kota Singkawang (54.081 rupiah, turun 2,2 persen).
Kota Pontianak
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kota Pontianak pada tahun 2024 sebesar 1.192.431 rupiah, yang mengalami pertumbuhan sebesar 23,9 persen dari tahun sebelumnya. Kota ini menempati peringkat ke-1 di Kalimantan Barat untuk kategori ini. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kota Pontianak mencapai 2.086.950 rupiah, dengan pertumbuhan sedikit sebesar 0,2 persen dari tahun sebelumnya. Sementara itu, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan mencapai 894.519 rupiah, naik sebesar 12,1 persen dari tahun sebelumnya, yang juga membuat kota ini menempati peringkat ke-1 di provinsi untuk kategori pengeluaran makanan.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Aneka Barang dan Jasa Kab. Halmahera Selatan | 2024)
Kota Singkawang
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kota Singkawang pada tahun 2024 sebesar 759.547 rupiah, hanya mengalami pertumbuhan sedikit sebesar 0,3 persen dari tahun sebelumnya. Kota ini menempati peringkat ke-2 di Kalimantan Barat untuk kategori ini. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kota Singkawang mencapai 1.534.917 rupiah, turun sebesar 11,3 persen dari tahun sebelumnya, namun tetap berada di peringkat ke-2 di provinsi. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan mencapai 775.370 rupiah, naik sedikit sebesar 0,6 persen dari tahun sebelumnya, yang juga membuat kota ini menempati peringkat ke-4 di provinsi untuk kategori ini.
Kabupaten Sintang
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Sintang pada tahun 2024 sebesar 685.825 rupiah, mengalami pertumbuhan sebesar 16,1 persen dari tahun sebelumnya. Kabupaten ini menempati peringkat ke-3 di Kalimantan Barat untuk kategori ini. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kabupaten Sintang mencapai 1.461.426 rupiah, turun sebesar 3,6 persen dari tahun sebelumnya, dengan peringkat ke-3 di provinsi. Sementara itu, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan mencapai 775.601 rupiah, naik sebesar 13,4 persen dari tahun sebelumnya, yang membuat kabupaten ini menempati peringkat ke-3 di provinsi untuk kategori pengeluaran makanan.
Kabupaten Kapuas Hulu
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Kapuas Hulu pada tahun 2024 sebesar 650.429 rupiah, mengalami pertumbuhan sebesar 36,7 persen dari tahun sebelumnya. Kabupaten ini menempati peringkat ke-5 di Kalimantan Barat untuk kategori ini. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kabupaten Kapuas Hulu mencapai 1.402.411 rupiah, turun sebesar 5,9 persen dari tahun sebelumnya, dengan peringkat ke-5 di provinsi. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan mencapai 751.981 rupiah, naik sebesar 11,1 persen dari tahun sebelumnya, menempati peringkat ke-6 di provinsi untuk kategori pengeluaran makanan.