- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) mencatat PDB Paritas Daya Beli (PPP) Selandia Baru pada 2024 sebesar 1.48 Unit. Angka ini menunjukkan kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya (1.46 Unit). Pertumbuhan PDB tahunan Selandia Baru pada 2024 adalah 1.23 persen.
Dalam tiga tahun terakhir (2022-2024), PDB PPP Selandia Baru menunjukkan fluktuasi. Pada 2022 tercatat 1.44 Unit, kemudian naik menjadi 1.46 Unit pada 2023, dan menjadi 1.48 Unit pada 2024. Rata-rata pertumbuhan PDB tahunan dalam tiga tahun terakhir adalah sekitar 0.58 persen.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Afrika Selatan 2015 - 2024)
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Selandia Baru terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
Jika dibandingkan dengan lima tahun terakhir (2020-2024), terlihat adanya perbaikan. Rata-rata pertumbuhan PDB tahunan dalam periode ini adalah 0.79 persen. Tahun 2018 mencatatkan pertumbuhan tertinggi dalam periode 2015-2024, yaitu sebesar 2.73 persen. Sementara, tahun 2019 mengalami penurunan terbesar, yaitu -2.24 persen.
Anomali terjadi pada tahun 2019, dengan penurunan pertumbuhan PDB yang signifikan. Namun, jika melihat 10 tahun terakhir, penurunan serupa juga pernah terjadi, sehingga bisa dikatakan fluktuasi adalah hal yang wajar dalam dinamika ekonomi Selandia Baru. Penurunan pertumbuhan tahun 2019 perlu diwaspadai karena memangkas potensi pertumbuhan.
Secara regional di Oseania, International Monetary Fund (IMF) mencatat peringkat Selandia Baru dalam PDB PPP tetap berada di posisi 8 pada tahun 2024. Negara-negara lain di Oseania menunjukkan pertumbuhan yang bervariasi. Vanuatu memimpin pertumbuhan dengan PDB PPP tertinggi.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Israel 2015 - 2024)
International Monetary Fund (IMF) memproyeksikan PDB PPP Selandia Baru akan terus meningkat hingga 2030, mencapai 1.495 Unit. Meskipun demikian, laju pertumbuhan diproyeksikan melambat. Pada 2025 pertumbuhan diproyeksikan sebesar 0.27 persen, kemudian stabil di sekitar 0.13 persen hingga 2030. Ini mengindikasikan bahwa perbaikan ekonomi akan terjadi secara bertahap.
Dalam perbandingan dengan negara lain di Oseania, Selandia Baru menunjukkan pertumbuhan yang moderat. Jika dibandingkan dengan negara dengan pertumbuhan PDB PPP tertinggi dalam tiga tahun terakhir, Selandia Baru masih belum mampu melampaui pertumbuhan Vanuatu. Pada tahun 2024, Australia memiliki nilai PDB PPP yang lebih tinggi dari Selandia Baru, menempati posisi yang lebih baik dalam peringkat regional.