Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita bulanan masyarakat Kabupaten Lampung Selatan untuk kategori aneka barang dan jasa pada tahun 2024 mencapai 186.384 rupiah. Angka ini mengalami penurunan sebesar 11,3 persen dibandingkan tahun 2023 yang tercatat sebesar 210.235 rupiah. Sepanjang periode pencatatan 2018 hingga 2024, terjadi pergerakan angka yang naik turun dengan dua kali terjadi penurunan setelah tahun pencatatan pengeluaran tertinggi pada tahun 2023.
(Baca: Jumlah Penduduk di Sumatera Utara | 2025)
Sepanjang tujuh tahun data historis, pengeluaran aneka barang dan jasa di wilayah ini tercatat mulai dari 147.677 rupiah pada tahun 2018. Angka naik sedikit sebesar 3,9 persen pada tahun 2019, kemudian turun sedikit sebesar 2 persen pada tahun 2020. Pada tahun 2021 terjadi kenaikan paling besar sebesar 27,9 persen, sebelum kemudian turun 14,9 persen pada tahun 2022, naik kembali 28,4 persen pada tahun 2023, dan terakhir turun 11,3 persen pada tahun 2024.
Untuk kategori aneka barang dan jasa, Kabupaten Lampung Selatan menempati urutan ke 6 dari 15 kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Lampung. Posisi ini tetap sama dibandingkan urutan tahun sebelumnya. Di tingkat nasional, wilayah ini menempati urutan ke 375 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia, sedangkan di tingkat Pulau Sumatera berada pada urutan ke 110.
Berdasarkan data pengeluaran per kapita total, nilai aneka barang dan jasa menyumbang 15,9 persen dari total pengeluaran masyarakat per kapita bulanan Kabupaten Lampung Selatan pada tahun 2024. Sementara itu pengeluaran untuk kategori makanan mencapai 683.578 rupiah dan pengeluaran bukan makanan secara keseluruhan mencapai 482.945 rupiah per kapita setiap bulannya.
Dari seluruh kabupaten kota di Lampung, hanya tiga wilayah yang mencatatkan kenaikan pengeluaran aneka barang dan jasa pada tahun 2024. Kabupaten Mesuji mencatatkan kenaikan 14,3 persen, Kabupaten Tulang Bawang naik 15,7 persen, dan Kabupaten Way Kanan naik sedikit sebesar 2,1 persen. Sebaliknya Kota Bandar Lampung sebagai wilayah dengan pengeluaran tertinggi justru mengalami penurunan terbesar sebesar 24,5 persen pada tahun yang sama.
Kota Bandar Lampung
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Perawatan Kulit Kota Magelang | 2024)
Kota Bandar Lampung menjadi wilayah dengan pengeluaran per kapita tertinggi di seluruh Provinsi Lampung untuk seluruh kategori pengeluaran. Pada tahun 2024, total pengeluaran per kapita bulanan mencapai 1.955.402 rupiah, dengan pengeluaran makanan sebesar 862.050 rupiah dan pengeluaran bukan makanan sebesar 1.093.352 rupiah. Meskipun tetap menduduki peringkat pertama, wilayah ini mengalami penurunan total pengeluaran sebesar 14,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi salah satu penurunan terbesar di provinsi ini.
Kota Metro
Kota Metro secara konsisten menduduki peringkat kedua di Provinsi Lampung untuk nilai total pengeluaran per kapita. Pada tahun 2024, masyarakat di wilayah ini mengeluarkan rata-rata 1.754.233 rupiah setiap bulan per orang, dimana 833.733 rupiah digunakan untuk kebutuhan makanan dan sisanya untuk kebutuhan bukan makanan. Berbeda dengan sebagian besar wilayah lain, Kota Metro justru mencatatkan kenaikan total pengeluaran sebesar 9,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kabupaten Pesisir Barat
Kabupaten Pesisir Barat mencatatkan pertumbuhan pengeluaran masyarakat paling tinggi di seluruh Lampung pada tahun 2024. Total pengeluaran per kapita bulanan wilayah ini mencapai 1.575.666 rupiah, atau naik sebesar 23,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan di wilayah ini bahkan melampaui Kota Bandar Lampung dengan nilai 886.211 rupiah per kapita setiap bulan, dan menempati peringkat pertama untuk kategori pengeluaran makanan se-provinsi.
Kabupaten Lampung Tengah
Kabupaten Lampung Tengah mencatatkan pergerakan pengeluaran yang stabil sepanjang tahun terakhir. Total pengeluaran per kapita bulanan pada tahun 2024 tercatat 1.245.812 rupiah, atau naik sedikit sebesar 0,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini menduduki peringkat keenam se-provinsi untuk total pengeluaran, dengan pengeluaran makanan sebesar 700.769 rupiah dan pengeluaran bukan makanan sebesar 545.043 rupiah per kapita setiap bulannya.