Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk perawatan kulit di Kota Magelang mencapai 95520 rupiah pada tahun 2024. Angka ini naik sebesar 9,4 persen dibandingkan tahun 2023, dengan penambahan nilai sebesar 8186 rupiah per orang setiap bulannya. Sepanjang tujuh tahun pengamatan sejak 2018, nilai pengeluaran ini hanya pernah mencatat penurunan satu kali yaitu pada tahun 2019 sebesar 2,3 persen.
(Baca: Update 2024: Jumlah Perceraian Sulawesi Selatan 434 Kasus)
Pada tahun 2024, pengeluaran perawatan kulit ini setara dengan 20,5 persen dari total pengeluaran kecantikan per kapita, serta 20,1 persen dari pengeluaran sabun mandi masyarakat. Nilai ini juga menyumbang 20,5 persen dari pengeluaran aneka barang jasa, dan hanya sekitar 36 persen dari pengeluaran masyarakat untuk rokok dan tembakau setiap bulannya. Dibandingkan pengeluaran makanan jadi, nilai perawatan kulit hanya mencapai 36 persen dari nilai pengeluaran makanan jadi per kapita.
Sepanjang periode 2018 sampai 2024, pengeluaran perawatan kulit di Kota Magelang mengalami kenaikan secara konsisten setelah tahun 2019. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2022 sebesar 30,2 persen, diikuti kenaikan 20,8 persen pada tahun 2021 dan 21,1 persen pada tahun 2023. Rata-rata kenaikan lima tahun terakhir mencapai 17,16 persen setiap tahun, sedangkan rata-rata tiga tahun terakhir tercatat sebesar 20,2 persen setiap tahun.
Dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Tengah, Kota Magelang menempati urutan kedua untuk nilai pengeluaran perawatan kulit tahun 2024. Hanya Kota Semarang yang mencatat nilai lebih tinggi yaitu 95594 rupiah per kapita per bulan. Urutan ketiga diisi oleh Kota Surakarta dengan nilai 88833 rupiah, disusul Kota Tegal 83543 rupiah dan Kota Salatiga dengan nilai 79995 rupiah. Secara nasional, Kota Magelang berada di urutan 59 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia.
Kota Semarang
(Baca: PDB Menurut Daya Beli di Guyana 2024)
Kota Semarang mencatat pengeluaran perawatan kulit tertinggi di Jawa Tengah tahun 2024 sebesar 95594 rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan sebesar 28,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini juga menempati urutan pertama untuk total pengeluaran per kapita makanan dan bukan makanan di provinsi, dengan nilai total mencapai 2475647 rupiah per bulan. Pertumbuhan total pengeluaran masyarakat di kota ini mencapai 26,5 persen pada tahun 2024, salah satu kenaikan tertinggi di seluruh wilayah Jawa Tengah.
Kota Surakarta
Kota Surakarta berada di urutan ketiga untuk pengeluaran perawatan kulit dengan nilai 88833 rupiah per kapita per bulan tahun 2024, dengan pertumbuhan sebesar 29,4 persen dari tahun sebelumnya. Total pengeluaran masyarakat kota ini mencapai 1914552 rupiah per kapita per bulan, menempati urutan ketiga di seluruh Jawa Tengah. Pertumbuhan pengeluaran makanan di kota ini tercatat sebesar 1,2 persen, sementara pengeluaran bukan makanan mengalami sedikit penurunan sebesar 3,4 persen pada tahun yang sama.
Kota Tegal
Kota Tegal mencatat pengeluaran perawatan kulit sebesar 83543 rupiah per kapita per bulan tahun 2024, dan menjadi satu-satunya kota besar di Jawa Tengah yang mencatat penurunan untuk indikator ini. Penurunan terjadi sebesar 8,6 persen dibandingkan tahun 2023. Total pengeluaran masyarakat di kota ini turun sebesar 16 persen pada tahun 2024, membuat posisi ranking total pengeluaran tetap di urutan keempat namun dengan selisih nilai yang semakin mengecil dengan kota di bawahnya.
Kota Salatiga
Kota Salatiga mencatat pengeluaran perawatan kulit sebesar 79995 rupiah per kapita per bulan tahun 2024, dengan kenaikan sebesar 16,2 persen dari tahun sebelumnya. Wilayah ini menempati urutan pertama untuk pengeluaran bukan makanan di seluruh Jawa Tengah dengan nilai mencapai 1543192 rupiah per kapita per bulan. Pertumbuhan pengeluaran bukan makanan di kota ini tercatat sebesar 3,7 persen, sementara total pengeluaran masyarakat hanya naik sedikit sebesar 1,7 persen pada tahun 2024.