Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kota Kotamobagu pada tahun 2025 mencapai 225899 rupiah. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 3,7 persen dibandingkan tahun 2024, dengan selisih penambahan sebesar 8103 rupiah per orang setiap bulannya. Pada tahun 2025 ini, Kota Kotamobagu menempati urutan ketiga se-Provinsi Sulawesi Utara, urutan 14 se-Pulau Sulawesi, serta urutan 183 dari seluruh kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.
(Baca: Statistik Nilai Ekspor Nonmigas Menurut Negara Tujuan Periode 2023-2026)
Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi ini menyumbang 12,6 persen dari total rata-rata pengeluaran per kapita sebulan masyarakat Kota Kotamobagu yang mencapai 1,79 juta rupiah pada tahun 2025. Jika dibandingkan dengan pengeluaran kategori lain, angka ini lebih tinggi dari pengeluaran untuk kecantikan, perawatan pribadi, maupun sabun mandi. Nilai ini juga berada di atas separuh nilai pengeluaran masyarakat untuk rokok dan tembakau yang tercatat sebesar 170891 rupiah per kapita per bulan.
Sepanjang delapan tahun data tercatat sejak tahun 2018, pengeluaran kategori ini mengalami pergerakan naik turun. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2019 dengan penambahan 41,4 persen dari tahun sebelumnya. Satu tahun kemudian pada tahun 2020 terjadi penurunan sebesar 9,1 persen, sebelum kembali naik sedikit pada tahun 2021. Pada tahun 2022 terjadi penurunan sebesar 16,9 persen, kemudian bergerak naik secara bertahap hingga tahun 2025. Rata-rata pengeluaran tiga tahun terakhir berada 11 persen lebih tinggi dibandingkan rata-rata lima tahun sebelumnya.
Dari seluruh wilayah di Sulawesi Utara, hanya dua daerah yang memiliki nilai pengeluaran makanan dan minuman jadi lebih tinggi dari Kota Kotamobagu pada tahun 2025. Kabupaten Minahasa menempati urutan pertama dengan nilai 276398 rupiah, disusul Kota Manado di urutan kedua dengan 261104 rupiah. Di bawah Kota Kotamobagu berturut-turut terdapat Kota Tomohon dengan 218954 rupiah dan Kota Bitung dengan 217383 rupiah. Untuk pertumbuhan tahunan, Kota Kotamobagu mencatat pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan Kota Manado, Kota Tomohon maupun Kota Bitung pada periode yang sama.
Kabupaten Minahasa
Kabupaten Minahasa konsisten menempati urutan pertama se-provinsi Sulawesi Utara untuk kategori pengeluaran makanan dan minuman jadi sepanjang data tersedia. Pada tahun 2025, wilayah ini mencatat total pengeluaran per kapita seluruh kategori mencapai 1,78 juta rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 4,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran kategori makanan secara keseluruhan di wilayah ini juga menempati urutan pertama, dengan nilai 932361 rupiah per kapita per bulan atau mencatat kenaikan sebesar 6,5 persen dari tahun 2024.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Jawa Barat 2025)
Kota Manado
Kota Manado yang sebelumnya menjadi wilayah dengan pengeluaran total tertinggi se-provinsi, mengalami penurunan pada tahun 2025 sebesar 8,8 persen menjadi 1,75 juta rupiah per kapita per bulan. Untuk kategori makanan dan minuman jadi, wilayah ini hanya mencatat kenaikan sedikit sebesar 0,8 persen pada tahun 2025, salah satu pertumbuhan terendah diantara seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Utara. Meskipun demikian, nilai pengeluaran makanan dan minuman jadi di kota ini masih berada di atas Kota Kotamobagu dan menempati urutan kedua se-provinsi.
Kota Tomohon
Kota Tomohon mencatat pengeluaran total per kapita tertinggi se-Provinsi Sulawesi Utara pada tahun 2025 dengan nilai 1,79 juta rupiah per orang setiap bulannya. Meskipun menjadi yang tertinggi untuk pengeluaran total, untuk kategori makanan dan minuman jadi wilayah ini berada di urutan keempat di bawah Kota Kotamobagu dengan nilai 218954 rupiah. Pada tahun 2025, Kota Tomohon bahkan mencatat penurunan sebesar 6,4 persen untuk kategori makanan dan minuman jadi, menjadi satu dari sedikit wilayah di provinsi ini yang mengalami penurunan untuk kategori tersebut.
Kota Bitung
Kota Bitung menempati urutan kelima se-provinsi untuk kategori makanan dan minuman jadi pada tahun 2025 dengan nilai 217383 rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini mencatat penurunan sebesar 11,6 persen untuk kategori ini, merupakan penurunan terbesar kedua diantara seluruh wilayah di Sulawesi Utara pada tahun yang sama. Untuk pengeluaran total seluruh kategori, Kota Bitung masih menempati urutan keempat se-provinsi dengan nilai 1,70 juta rupiah per kapita per bulan, atau mengalami penurunan sebesar 3,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.