Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semester Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat tahun 2025. Persentase penduduk miskin saat ini tercatat 5,83 persen, turun sedikit 0,17 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin mencapai 16.090 jiwa, berkurang 260 jiwa dibanding periode 2024. Total penduduk wilayah ini tercatat 275.865 jiwa pada tahun berjalan.
Dari catatan historis 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2004 dengan nilai 15,18 persen. Nilai terendah berhasil dicapai pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi tercatat 19,02 persen pada tahun 2013, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada tahun 2008 turun 20,79 persen.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Sumenep | 2004 - 2025)
Ranking persentase kemiskinan Kabupaten Bengkayang secara nasional saat ini berada di urutan 394 dari total 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Ranking ini bergeser membaik 7 posisi dibandingkan tahun 2020, dan membaik 16 posisi dari catatan awal tahun 2004. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir lebih rendah 0,32 persen dibanding rata-rata 5 tahun sebelumnya.
Kabupaten Kapuas Hulu
Berada di ranking 333 nasional, wilayah ini mencatatkan persentase kemiskinan 6,86 persen dengan penurunan sebesar 7,30 persen pada tahun terakhir. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 57,84 juta rupiah per tahun, tumbuh 7,18 persen. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 579,45 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan jumlah penduduk miskin tercatat 19.470 jiwa dari total 283.942 jiwa penduduk.
Kabupaten Mempawah
Ranking nasional wilayah ini berada di posisi 450, dengan persentase kemiskinan tercatat 4,49 persen dan mengalami penurunan 7,04 persen pada periode terakhir. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar 43,16 juta rupiah per tahun, tumbuh 9,24 persen. Garis kemiskinan ditetapkan 494,53 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan total penduduk miskin 12.380 jiwa dari 275.477 jiwa total penduduk.
Kabupaten Sambas
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Sumedang | 2004 - 2025)
Memiliki ranking 358 secara nasional, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 6,37 persen dengan penurunan 2,45 persen tahun lalu. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 46,82 juta rupiah per tahun, tumbuh 7,34 persen. Garis kemiskinan ditetapkan 542,37 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan jumlah penduduk miskin 35.070 jiwa dari total 550.913 jiwa penduduk wilayah.
Kabupaten Sanggau
Berada di urutan 445 ranking nasional, persentase kemiskinan tercatat 4,61 persen dengan penurunan 1,28 persen pada periode laporan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 56,96 juta rupiah per tahun, tumbuh 9,60 persen. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 460,25 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan 22.930 jiwa penduduk miskin dari total 497.321 jiwa penduduk.
Kabupaten Sekadau
Menempati ranking 403 secara nasional, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 5,61 persen dengan penurunan 0,88 persen tahun lalu. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar 45,65 juta rupiah per tahun, tumbuh 7,69 persen. Garis kemiskinan ditetapkan 437,85 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan jumlah penduduk miskin 11.640 jiwa dari total 207.358 jiwa penduduk.
Kabupaten Sintang
Berada di posisi 290 ranking nasional seluruh Indonesia, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 7,93 persen dengan penurunan 1,25 persen pada periode laporan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 50,21 juta rupiah per tahun, tumbuh 8,76 persen. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 684,40 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan 35.020 jiwa penduduk miskin dari total 441.842 jiwa penduduk.