Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kabupaten Sumenep Jawa Timur semester 2025. Persentase penduduk miskin tercatat 17,02 persen, turun 4,27 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin mencapai 188.480 jiwa, berkurang 7.940 jiwa dari periode 2024.
Data historis 2004-2025 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi tercatat pada 2006 sebesar 34,86 persen. Angka terendah terjadi pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan penurunan angka kemiskinan terbesar tercatat pada 2022 sebesar 8,53 persen, sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada 2005 sebesar 7,12 persen.
(Baca: Inflasi Penyediaan Makanan dan Minuman / Restoran Kota Metro Juli 2026: Naik 0,04%)
Secara nasional, Kabupaten Sumenep berada di urutan 63 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia untuk indikator persentase kemiskinan. Dalam kurun 21 tahun pencatatan, peringkat wilayah ini pernah bergeser hingga posisi 84 pada 2015, dan paling baik berada di posisi 37 pada 2008.
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir Sumenep berada di angka 17,83 persen, lebih rendah 0,81 persen dibanding rata-rata 5 tahun terakhir. Dari lima kabupaten tetangga dengan angka kemiskinan berdekatan, hanya Sumenep yang mencatatkan penurunan persentase kemiskinan di atas 4 persen dalam satu tahun terakhir.
Kabupaten Bangkalan
Berada di peringkat 57 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 18,25 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 187.900 jiwa, dengan garis kemiskinan sebesar 566,28 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat berada di angka 27,59 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan persentase kemiskinan turun 2,20 persen setahun terakhir.
Kabupaten Ngawi
Peringkat 105 secara nasional, persentase penduduk miskin tercatat 13,62 persen. Wilayah ini memiliki jumlah penduduk miskin 114.900 jiwa, dengan garis kemiskinan 459,55 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai 31,28 juta rupiah per tahun, dan mencatatkan penurunan persentase kemiskinan sedikit sebesar 1,38 persen dibanding tahun sebelumnya.
(Baca: Nilai Tertinggi Jalur Prestasi Masuk SMA Negeri 1 Tegalwaru - Kab. Purwakarta SPMB 2026)
Kabupaten Probolinggo
Urutan 69 nasional untuk indikator kemiskinan, angka persentase tercatat 16,31 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 196.260 jiwa, garis kemiskinan wilayah sebesar 545,22 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat adalah 41,41 juta rupiah per tahun, dengan penurunan persentase kemiskinan sedikit sebesar 0,85 persen selama satu tahun terakhir.
Kabupaten Sampang
Berada di peringkat 50 nasional, persentase penduduk miskin wilayah ini tercatat 20,61 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 213.980 jiwa, garis kemiskinan tercatat 504,56 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat adalah 25,53 juta rupiah per tahun, dengan penurunan persentase kemiskinan sedikit sebesar 1,06 persen setahun terakhir.
Kabupaten Tuban
Peringkat 96 secara nasional, persentase penduduk miskin tercatat 14,13 persen. Jumlah penduduk miskin wilayah ini mencapai 168.860 jiwa, garis kemiskinan tercatat 504,82 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 75,15 juta rupiah per tahun, dengan penurunan persentase kemiskinan sedikit sebesar 1,60 persen selama satu tahun terakhir.