Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Cilacap Turun 2,02% dalam 5 Tahun Terakhir

1
Irfan Fadhlurrahman 23/08/2026 08:53 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah sebesar 11,51% pada 2025.

Angka tersebut naik 0,61% dari tahun sebelumnya sebesar 10,9%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 2,02%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Cilacap lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Cilacap yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 11,51% dari total penduduk.

Dibandingkan dengan 34 kabupaten/kota lain di Provinsi Jawa Tengah, PoU di Kabupaten Cilacap ada di urutan ke-31. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kota Semarang (4,06%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Blora (13,9%).

Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Jawa Tengah pada 2025.

  1. Kota Semarang: 4,06%
  2. Kota Salatiga: 4,67%
  3. Kabupaten Pekalongan: 5,47%
  4. Kota Tegal: 5,6%
  5. Kabupaten Kudus: 5,73%
  6. Kota Surakarta: 5,8%
  7. Kabupaten Batang: 5,93%
  8. Kabupaten Karanganyar: 6,09%
  9. Kota Pekalongan: 6,67%
  10. Kabupaten Pemalang: 6,77%

(Baca: Rerata Pengeluaran Bulanan Penduduk 38 Provinsi RI pada September 2025)

Data Pasar

Macro update by
23 August 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Inflasi yoy (Jul) 2,88% -0.46
Inflasi mom (Jul) -0,14% -0.58
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) 5,61% +4.08
Persentase kemiskinan (Mar) 8,07% -0.18
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
Nilai Tukar USDIDR 17.684 -0.33
PDB ADHK (Q1) 3.447,70 -0.77
Neraca perdagangan (Jun) -450,50 -72.02
Ekspor Migas (Jun) 1,07 +40.52
Impor Migas (Jun) 4,56 +0.96
Ekspor (Jun) 25,46 +9.72
Impor (Jun) 25,91 +4.41
Kunjungan Wisman (Mei) 1,38 +10.69
NTP (Jul) 116,16 +1.32

Data Populer

Loading...