Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Sumedang semester tahun 2025 sebesar 8,81 persen. Angka ini turun sedikit dibanding tahun sebelumnya yang tercatat 9,1 persen, dengan penurunan sebesar 3,19 persen. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini tercatat 105.820 jiwa, berkurang sebanyak 3.070 jiwa dari periode sebelumnya.
Sepanjang periode data 2004 hingga 2025, persentase kemiskinan Sumedang pernah mencapai angka tertinggi pada tahun 2007 yaitu 15,63 persen. Angka terendah dicapai pada tahun 2025 ini. Pada tahun 2020 terjadi lonjakan pertumbuhan angka kemiskinan sebesar 13,37 persen, menjadi pertumbuhan tertinggi sepanjang catatan data historis.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Batang Hari | 2004 - 2025)
Saat ini Kabupaten Sumedang menempati urutan 254 dari seluruh 514 kabupaten/kota di Indonesia untuk indikator persentase kemiskinan. Posisi ini bergeser 9 peringkat lebih baik dibandingkan catatan peringkat pada tahun 2023. Secara rata-rata, angka kemiskinan 3 tahun terakhir berada 0,65 persen lebih rendah dibandingkan rata-rata 5 tahun terakhir.
Kabupaten Cianjur
Berada di urutan 229 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 9,82 persen dengan penurunan 3,16 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 232.610 jiwa, menjadi jumlah tertinggi dibanding seluruh kabupaten pembanding. Garis kemiskinan di wilayah ini sebesar 482,56 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita sebesar 26,56 juta rupiah per tahun.
Kota Cirebon
Peringkat 264 secara nasional, persentase kemiskinan sebesar 8,66 persen mengalami penurunan 3,99 persen. Jumlah penduduk miskin hanya 28.120 jiwa, menjadi jumlah paling kecil di antara seluruh wilayah pembanding. Pendapatan per kapita mencapai 95,18 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan 571,81 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Garut
(Baca: 14,67% Penduduk di Kabupaten Tojo Una Una Masuk Kategori Miskin)
Menempati peringkat 239 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 9,39 persen dengan penurunan 3 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 252.560 jiwa. Garis kemiskinan wilayah ini merupakan yang terendah di antara seluruh kabupaten pembanding yaitu sebesar 407,19 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 31,29 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Pangandaran
Berada di urutan 287 secara nasional, persentase kemiskinan sebesar 8,03 persen mengalami penurunan 8,23 persen, menjadi penurunan paling besar di antara seluruh wilayah pembanding. Jumlah penduduk miskin tercatat 33.090 jiwa, dengan pendapatan per kapita 38,39 juta rupiah per tahun dan garis kemiskinan 486,29 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Purwakarta
Menempati peringkat 293 secara nasional, persentase kemiskinan sebesar 7,87 persen mengalami penurunan 6,42 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 76.510 jiwa, dengan pendapatan per kapita mencapai 89,22 juta rupiah per tahun. Garis kemiskinan di wilayah ini sebesar 483,97 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Subang
Berada di urutan 242 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 9,23 persen dengan penurunan 2,74 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 148.990 jiwa. Pendapatan per kapita wilayah ini sebesar 34,96 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan tercatat 449,19 ribu rupiah per kapita per bulan.