Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin Kabupaten Sumedang tahun 2025 berada di angka 8,81 persen. Angka ini turun sedikit 0,29 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat 9,1 persen, dengan penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 3.070 jiwa menjadi total 105.820 jiwa pada tahun berjalan.
(Baca: Desember 2025, Jumlah Penduduk Miskin di DKI Jakarta 464,87 Ribu Jiwa)
Data historis sejak 2004 menunjukkan persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai nilai tertinggi 15,63 persen pada tahun 2007. Sepanjang catatan 21 tahun, angka terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2005 sebesar 13,63 persen, sedangkan penurunan terbesar terjadi tahun 2022 sebesar 7,69 persen.
Saat ini Kabupaten Sumedang menempati urutan 254 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia berdasarkan persentase kemiskinan. Peringkat ini mengalami pergeseran 9 posisi lebih baik dibandingkan tahun 2023 yang berada di urutan 267. Dalam skala Pulau Jawa, wilayah ini menempati urutan 51 seluruh kabupaten kota di pulau tersebut.
Kabupaten Cianjur
Berada di peringkat 229 nasional, wilayah ini mencatat persentase kemiskinan 9,82 persen dengan penurunan sebesar 3,16 persen tahun terakhir. Terdapat 232.610 jiwa penduduk miskin, garis kemiskinan ditetapkan sebesar 482,56 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 26,56 juta rupiah per tahun.
Kota Cirebon
Peringkat 264 nasional, mencatatkan persentase kemiskinan 8,66 persen dengan penurunan 3,99 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 28.120 jiwa, garis kemiskinan wilayah berada di angka 571,81 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita mencapai 95,18 juta rupiah per tahun.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Natuna | 2004 - 2025)
Kabupaten Garut
Memiliki persentase kemiskinan 9,39 persen dengan penurunan 3 persen tahun lalu, wilayah ini menempati peringkat 239 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 252.560 jiwa, garis kemiskinan sebesar 407,19 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 31,29 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Pangandaran
Terletak di peringkat 287 nasional, wilayah ini mencatatkan penurunan persentase kemiskinan terbesar di kelompok ini sebesar 8,23 persen menjadi 8,03 persen. Terdapat 33.090 jiwa penduduk miskin, garis kemiskinan 486,29 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 38,39 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Purwakarta
Berada di peringkat 293 nasional, persentase kemiskinan tercatat 7,87 persen dengan penurunan sebesar 6,42 persen tahun lalu. Jumlah penduduk miskin 76.510 jiwa, garis kemiskinan wilayah 483,97 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita mencapai 89,22 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Subang
Mencatatkan persentase kemiskinan 9,23 persen dengan penurunan 2,74 persen pada periode terakhir, menempati peringkat 242 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 148.990 jiwa, garis kemiskinan 449,19 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 34,96 juta rupiah per tahun.