Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Sumedang tahun 2025 sebesar 8,81 persen. Angka ini turun sedikit dibanding tahun sebelumnya yang tercatat 9,1 persen, dengan penurunan sebesar 3,19 persen. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini tercatat 105.820 jiwa, turun 3.070 jiwa dari periode sebelumnya.
(Baca: 12,48% Penduduk di Kabupaten Buol Masuk Kategori Miskin)
Sepanjang periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan Sumedang pernah mencapai nilai tertinggi 15,63 persen pada tahun 2007. Nilai terendah angka kemiskinan wilayah ini tercatat pada tahun 2025. Posisi ranking persentase kemiskinan Sumedang secara nasional berada di urutan 254 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
Kabupaten Cianjur
Berada di urutan 229 secara nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 9,82 persen dengan penurunan sebesar 3,16 persen tahun lalu. Jumlah penduduk miskin mencapai 232.610 jiwa dari total 2.369.524 jiwa penduduk total. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 482,56 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 26,56 juta rupiah per tahun.
Kota Cirebon
Ranking persentase kemiskinan secara nasional berada di urutan 264, dengan angka kemiskinan tercatat 8,66 persen dan mengalami penurunan 3,99 persen pada periode terakhir. Terdapat 28.120 jiwa penduduk miskin dari total 324.606 jiwa penduduk keseluruhan. Garis kemiskinan wilayah sebesar 571,81 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 95,18 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Garut
(Baca: Garis Kemiskinan Makanan dan Nonmakanan Kep. Riau Maret 2026: Naik Jadi Rp.832,41 Ribu per Kapita/Bulan)
Urutan 239 secara nasional untuk indikator persentase kemiskinan, dengan nilai tercatat 9,39 persen dan penurunan sebesar 3,00 persen tahun lalu. Jumlah penduduk miskin mencapai 252.560 jiwa dari total 2.690.130 jiwa penduduk wilayah. Garis kemiskinan ditetapkan 407,19 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 31,29 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Pangandaran
Menempati urutan 287 secara nasional, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 8,03 persen dengan penurunan sebesar 8,23 persen pada periode terakhir. Terdapat 33.090 jiwa penduduk miskin dari total 412.271 jiwa penduduk keseluruhan. Garis kemiskinan sebesar 486,29 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat 38,39 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Purwakarta
Berada di urutan 293 secara nasional untuk indikator persentase kemiskinan, dengan nilai tercatat 7,87 persen dan penurunan sebesar 6,42 persen tahun lalu. Jumlah penduduk miskin mencapai 76.510 jiwa dari total 972.428 jiwa penduduk wilayah. Garis kemiskinan ditetapkan 483,97 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 89,22 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Subang
Urutan 242 secara nasional untuk persentase kemiskinan, dengan angka tercatat 9,23 persen dan mengalami penurunan 2,74 persen pada periode terakhir. Terdapat 148.990 jiwa penduduk miskin dari total 1.613.904 jiwa penduduk keseluruhan. Garis kemiskinan wilayah sebesar 449,19 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 34,96 juta rupiah per tahun.