Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Batang Hari Jambi tahun 2025 sebesar 8,27 persen. Angka ini turun sebesar 0,36 poin dibanding tahun sebelumnya, dengan jumlah penduduk miskin tercatat 22.830 jiwa atau berkurang 910 jiwa dari periode 2024.
Data historis periode 2004-2025 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2004 sebesar 19,01 persen, sedangkan nilai terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Selama 21 tahun pencatatan, terjadi penurunan total sebesar 10,74 poin persentase kemiskinan di wilayah ini.
(Baca: PDRB ADHB Sektor Real Estate di Kep. Bangka Belitung | 2025)
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir berada di angka 8,78 persen, lebih rendah 0,17 poin dibanding rata-rata 5 tahun terakhir. Secara nasional, wilayah ini berada di peringkat 278 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia, sedangkan di wilayah Pulau Sumatera menempati urutan 78.
Kota Jambi
Berada di peringkat 298 secara nasional untuk persentase kemiskinan, tercatat angka 7,69 persen dengan penurunan sedikit 0,52 poin pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 47.210 jiwa, garis kemiskinan ditetapkan sebesar 773,12 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 73,34 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Kerinci
Persentase kemiskinan tercatat 7,48 persen dan menempati urutan 306 seluruh Indonesia, terjadi kenaikan sebesar 7,94 poin pada periode tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 18.280 jiwa, garis kemiskinan wilayah sebesar 617,36 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat berada di angka 61,23 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Merangin
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Teluk Wondama | 2004 - 2025)
Menempati peringkat 283 secara nasional dengan persentase kemiskinan 8,07 persen, terjadi penurunan sebesar 3,93 poin pada tahun terakhir. Tercatat 32.380 jiwa penduduk masuk kategori miskin, garis kemiskinan wilayah sebesar 629,00 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita tercatat 73,67 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Sarolangun
Persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 8,74 persen dengan peringkat 258 secara nasional, terjadi kenaikan sebesar 4,55 poin pada periode tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 28.080 jiwa, garis kemiskinan ditetapkan 625,40 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 79,34 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Tanjung Jabung Barat
Berada di urutan 234 seluruh Indonesia dengan persentase kemiskinan 9,67 persen, tercatat kenaikan 1,36 poin pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 33.880 jiwa, garis kemiskinan wilayah sebesar 586,79 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita tertinggi di kelompok ini yaitu 182,03 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Tanjung Jabung Timur
Menempati peringkat 223 secara nasional dengan persentase kemiskinan 9,96 persen, terjadi penurunan sedikit 1,78 poin pada periode tahun terakhir. Tercatat 21.540 jiwa penduduk masuk kategori miskin, garis kemiskinan wilayah sebesar 601,10 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita mencapai 127,74 juta rupiah per tahun.