Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase desa di Provinsi Maluku yang sebagian besar memiliki penerangan jalan mencapai 38,43 Persen pada akhir tahun 2025. Catatan historis sejak 2014 menunjukkan data bergerak secara fluktuatif dengan periode penurunan dan kenaikan yang bergantian selama 7 tahun periode pencatatan. Sepanjang periode, nilai terendah tercatat pada tahun 2018 sebesar 23,15 Persen, sedangkan nilai tertinggi baru tercapai pada tahun 2025 ini. Secara tren keseluruhan data menunjukkan kenaikan dengan total perubahan 14,24 persen sejak periode pertama pencatatan.
(Baca: Harga Gula Pasir Lokal di Gorontalo Rp.23.000 per Kg (Selasa, 18 Agustus 2026))
Pertumbuhan tahun 2025 tercatat sebesar 5,21 persen, dengan selisih kenaikan nilai sebesar 1,9 poin dibandingkan tahun 2024. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir hanya sebesar 0,12 persen, sementara rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir mencapai 11,64 persen. Kondisi ini menunjukkan pertumbuhan periode 3 tahun terakhir jauh lebih buruk dibandingkan 5 tahun sebelumnya. Selama 5 tahun terakhir, posisi ranking Maluku di wilayah pulau Maluku tetap konsisten berada di peringkat 2, sementara ranking nasional bergerak antara peringkat 19 hingga 24.
Untuk tahun 2025, Maluku menempati peringkat 24 secara nasional. Nilai 38,43 Persen ini berada di atas rata-rata historis keseluruhan periode yang tercatat sebesar 33,79 Persen. Kenaikan tertinggi sepanjang periode historis terjadi pada tahun 2020 dengan pertumbuhan 35,59 persen, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada tahun 2018 dengan penurunan sebesar 31,2 persen. Sepanjang 7 tahun pencatatan, tercatat 3 kali periode kenaikan dan 3 kali periode penurunan tanpa ada periode stagnan sama sekali.
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tenggara menempati peringkat 21 secara nasional untuk indikator yang sama, menjadi provinsi dengan nilai tertinggi pada kelompok perbandingan dengan capaian 47,03 Persen. Provinsi ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 11,59 persen pada periode terakhir, dengan selisih kenaikan nilai 4,89 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Di wilayah pulau Sulawesi, provinsi ini menempati peringkat 4, memiliki capaian nilai sebesar 8,6 poin lebih tinggi dibandingkan capaian Provinsi Maluku pada tahun yang sama. Pertumbuhan yang tercatat juga lebih dari dua kali lipat pertumbuhan yang dicapai Maluku tahun 2025.
Sulawesi Tengah
Sulawesi Tengah tercatat memiliki nilai persentase desa berpenyorotan jalan sebesar 43,32 Persen pada tahun terakhir, menempati peringkat 22 secara nasional dan peringkat 5 di wilayah Pulau Sulawesi. Pertumbuhan provinsi ini mencapai 11,03 persen dengan selisih kenaikan nilai 4,30 poin dibandingkan periode sebelumnya. Capaian nilai provinsi ini berada 4,89 poin di atas capaian Maluku, dengan laju pertumbuhan yang lebih dari dua kali lebih tinggi dibandingkan laju pertumbuhan Maluku tahun 2025.
Sumatera Utara
(Baca: Statistik Jumlah Kabupaten dan Kota Periode 2013-2025)
Sumatera Utara mencatatkan nilai 40,83 Persen untuk indikator ini, berada di peringkat 23 secara nasional dan peringkat 8 di seluruh wilayah Pulau Sumatera. Pertumbuhan tahun terakhir tercatat sebesar 6,12 persen dengan selisih kenaikan nilai 2,36 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai capaian provinsi ini masih berada 2,4 poin di atas capaian Provinsi Maluku, meskipun laju pertumbuhannya hanya sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Maluku yang tercatat 5,21 persen pada tahun 2025.
Riau
Provinsi Riau memiliki capaian nilai 38,24 Persen, menempati peringkat 25 secara nasional dan peringkat 9 di wilayah Pulau Sumatera. Pertumbuhan tahun terakhir provinsi ini mencapai 12,95 persen dengan selisih kenaikan nilai 4,39 poin dibandingkan periode sebelumnya. Nilai capaian Riau sedikit lebih rendah dibandingkan capaian Maluku pada tahun yang sama, namun laju pertumbuhan Riau tercatat hampir 2,5 kali lebih tinggi dibandingkan laju pertumbuhan yang dicapai oleh Provinsi Maluku tahun 2025.
Kalimantan Tengah
Kalimantan Tengah mencatatkan nilai 35,64 Persen, berada di peringkat 26 secara nasional dan peringkat 3 di seluruh wilayah Pulau Kalimantan. Pertumbuhan tahun terakhir provinsi ini tercatat sebesar 9,13 persen dengan selisih kenaikan nilai 2,98 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian nilai provinsi ini berada 2,79 poin di bawah capaian Provinsi Maluku, dengan laju pertumbuhan yang hampir dua kali lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Maluku pada tahun yang sama.
Bengkulu
Bengkulu menempati urutan terbawah pada kelompok perbandingan dengan capaian nilai 32,58 Persen, peringkat 27 secara nasional dan peringkat 10 di wilayah Pulau Sumatera. Pertumbuhan tahun terakhir provinsi ini mencapai 13,93 persen dengan selisih kenaikan nilai 3,98 poin dibandingkan periode sebelumnya. Meskipun memiliki nilai capaian terendah dibandingkan seluruh provinsi pada daftar perbandingan, laju pertumbuhan Bengkulu merupakan yang tertinggi pada kelompok ini, hampir tiga kali lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Maluku tahun 2025.