Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk rokok dan tembakau di kabupaten lebak, banten, pada tahun 2024 sebesar 166.915 rupiah. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 6,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan selisih pengeluaran sebesar 10.087,2 rupiah dari nilai tahun 2023 yang sebesar 156.828 rupiah. Pengeluaran ini menyumbang sebagian dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa di kabupaten lebak yang sebesar 178.501 rupiah.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Tambrauw | 2010 - 2024)
Dari tahun 2018 hingga 2022, pengeluaran untuk rokok dan tembakau di kabupaten lebak terus mengalami kenaikan berturut-turut. Tahun 2018 nilainya sebesar 131.380 rupiah, naik sebesar 7,2 persen menjadi 140.874 rupiah pada 2019, lalu naik 5,1 persen menjadi 148.089 rupiah pada 2020, kemudian naik 6,9 persen menjadi 158.305 rupiah pada 2021, dan mencapai pengeluaran tertinggi sebesar 185.972 rupiah pada 2022 dengan kenaikan sebesar 17,5 persen. Namun, pada tahun 2023, pengeluaran ini turun sebesar 15,7 persen menjadi 156.828 rupiah sebelum kembali naik pada tahun 2024.
Pengeluaran untuk rokok dan tembakau di tahun 2024 masih lebih kecil dibandingkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan jadi yang sebesar 214.208 rupiah, tetapi lebih besar dibandingkan pengeluaran untuk kecantikan (26.912 rupiah) dan perawatan (39.616 rupiah). Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk sabun mandi di kabupaten lebak sebesar 49.921 rupiah, yang juga lebih besar dari pengeluaran untuk kecantikan dan perawatan.
Berdasarkan data BPS, pengeluaran per kapita untuk rokok dan tembakau di kabupaten lebak menempati rank ketiga di antara kabupaten/kota seprovinsi banten pada tahun 2024. Wilayah dengan pengeluaran tertinggi adalah kota tanggerang sebesar 174.031 rupiah dengan pertumbuhan 4 persen, diikuti oleh kota cilegon sebesar 169.190 rupiah dengan pertumbuhan sedikit turun sebesar 1,5 persen. Kabupaten lebak berada di atas kabupaten serang yang memiliki pengeluaran 163.286 rupiah dengan pertumbuhan turun sebesar 7,5 persen, dan kabupaten tanggerang sebesar 153.373 rupiah dengan pertumbuhan sedikit turun sebesar 2 persen.
Kota Tangerang Selatan
Kota tangerang selatan menempati rank pertama dalam rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di provinsi banten pada tahun 2024, dengan nilai sebesar 1.627.012 rupiah. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 22,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 1.326.003,87 rupiah. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di kota ini sebesar 2.632.593 rupiah pada tahun 2024, naik sebesar 2,1 persen dari tahun 2023 yang sebesar 2.577.401 rupiah. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di kota ini sebesar 1.005.581 rupiah pada tahun 2024, naik sebesar 8,4 persen dari tahun sebelumnya.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Nusa Tenggara Barat 2015 - 2024)
Kota Tanggerang
Kota tanggerang menempati rank kedua dalam rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di provinsi banten pada tahun 2024, dengan nilai sebesar 1.387.888 rupiah. Angka ini naik sebesar 8,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 1.283.630,42 rupiah. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di kota ini sebesar 2.535.589 rupiah pada tahun 2024, turun sebesar 17 persen dari tahun 2023 yang sebesar 3.053.487 rupiah. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di kota ini sebesar 1.147.701 rupiah pada tahun 2024, naik sebesar 8,1 persen dari tahun sebelumnya.
Kota Cilegon
Kota cilegon menempati rank ketiga dalam rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di provinsi banten pada tahun 2024, dengan nilai sebesar 1.107.904 rupiah. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 38,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 800.655,59 rupiah. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di kota ini sebesar 2.014.801 rupiah pada tahun 2024, turun sebesar 2,2 persen dari tahun 2023 yang sebesar 2.060.241 rupiah. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di kota ini sebesar 906.897 rupiah pada tahun 2024, naik sebesar 13,5 persen dari tahun sebelumnya.
Kabupaten Lebak
Kabupaten lebak menempati rank ketujuh dalam rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di provinsi banten pada tahun 2024, dengan nilai sebesar 405.101 rupiah. Angka ini turun sebesar 5,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 428.083,64 rupiah. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di kabupaten ini sebesar 1.157.648 rupiah pada tahun 2024, naik sebesar 1,2 persen dari tahun 2023 yang sebesar 1.143.360 rupiah. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di kabupaten lebak sebesar 752.548 rupiah pada tahun 2024, sedikit turun sebesar 0,7 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 757.855,22 rupiah.